
Kaila sudah sampai di kampus, hari ini dia ada dua mata kuliah uang harus di ikuti nya saat sedang duduk tiba-tiba Cerry menghampiri nya.
"Kai gimana kabar Kak Naura?" tanya Cerry yang juga baru datang, dia ikut duduk di kursi nya sebelah Kaila.
"Sudah membaik nanti sore juga bisa pulang," jawab nya.
"Syukur lah, terus rencana loe gimana?" tanya Cerry.
"Gue mau cerita dulu sama tante Rima gimana baik nya,"
Kaila sudah yakin ingin meminta bantuan Rima untuk menjadi pengcara dari Naura.
"Oke nanti gue temenin deh ke rumah tante Rima nya," ucap Cerry semangat.
"Makasih banyak yah," ucap nya dan Cerry pun mengangguk.
Beberapa jam berlalu kini mereka sudah keluar dari kelas seperti biasa mereka akan mencari makan apalagi tadi pagi Kaila tak sempat sarapan karna tak ada waktu.
"Ke kantin yuk gue teraktit deh," ucap Cerry.
"Gak usah gue masih ada duit kok, masa tiap hari di teraktir terus kan gak enak juga," ujar nya namun Cerry malah cemberut.
"Gue gak semiskin itu Cerr, kan suami gue ngasih nafkah juga sama gue jadi masih aman lah," bisik nya tersenyum.
Cerry memang lupa kalo Revan selalu memberikan uang setiap bulan kepada Kaila.
Mereka pun duduk di kantin, Cerry sengaja memesan bakso jumbo untuk makan siang nya sedangkan Kaila memesan mie ayam saja tak lupa jus melon kesukaan nya.
Sedangkan Cerry memesan jus jeruk saja karna antrian masih banyak jadi mereka harus menunggu dulu.
"Nanti loe langsung ke rumasakit?" tanya Cerry dan Kaila pun mengangguk.
"Gue ikut ya biar nanti sekalian gue anterin ke Apartemant," ujar nya.
Namun saat Kaila ingin bicara Remon terlebih dulu duduk di samping nya.
Kaila pun merapatkan lagi bibir nya dan hanya tersenyum melihat Remon sambil melirik ke arah Cerry yang terlihat salah tingkah.
__ADS_1
"Gimana keadaan Mba Naura? sorry gue tadi kesiangan gak sempet jenguk mungkin nanti pulang kuliah gue ke sana," ucap Remon merasa bersalah.
"Sudah membaik, nanti sore juga bisa pulang," jawab nya.
"Syukurlah, terus loe mau bawa dia kemana?" tanya Remon, niat nya dia akan membawa ke Apartemant nya kalo Kaila tak ada tempat.
"Mau gue bawa dulu ke Aprtemant untuk sementara dia aman di sana," ujar nya dan Remon pun mengangguk.
"Oke nanti bareng gue kalo gitu ke sana nya, gue juga ada hal yang mau di bicarakan sama dia," ucap Remon, namun Kaila menolak nya karna sudah ada Cerry.
"Gue bareng sama Cerry kak kesana nya kita ketemu di sana aja gimana?" ucap Kaila merasa tak enak.
"Oke tapi gue agak telat kaya nya ada rapat BEM dulu, nanti tungguin gue ya jangan dulu pulang," ujar nya dan Kaila pun mengangguk.
Makanan pun datang mereka bercanda sesekali di iringi tawa Remon, anak-anak yang melihat itu nampak heran karna selama ini Remon tak pernah terlihat tersenyum apalagi tertawa seperti itu.
Di depan kantin nampak Risa dan kawan-kawan nya dia nampak kesal sekali kenapa setiap dia mendekati Remon selalu saja susah tapi apa ini, Remon dengan suka rela menemui si upik abu.
"Loe liat kan gimana Kak Remon memperlalukan Kaila, seperti nya di suka deh sama anak itu," ujar Luna membuat Risa semakin geram.
"Iya gue juga penasaran punya apa sih dia bisa mencairkan gunung es seperti Kak Remon itu yang gue denger Kak Remon itu sikap nya dingin dan jarang bicara apalagi sama wanita," timpal Marta.
"Kenapa sih dia sewot mulu deh dari tadi, apa lagi datang bulan kali yah," ujar Luna melirik ke arah Marta.
"Ya udah ayo kita susul, jangan sampai kita kehilangan atm berjalan kita," ucap Marta mengangkat bahu nya.
Risa nampak kesal dia masuk ke dalam mobil nya, hari ini dia akan ke kantor Revan mengadukan kelakuan istri pura-pura nya itu.
Hanya sepuluh menit dia sudah sampai di kantor, dia langsung menanyakan Revan ke resepsionis.
"Kak Revan ada di kantor kan Mba Sasa?" tanya Risa yang sudah mengenal wanita itu.
"Ada silahkan saja langsung ke ruangan nya beliau baru saja selesai metting," ujar nya.
Dan Risa pun langsung pergi meninggalkan Sasa, tanpa mengucap satu kata pun.
"Huh kebiasaan deh mentang-mentang anak pemilik perusahaan sombong nya gak ketulungan," ujar Sasa dan langsung di dengar oleh teman nya.
__ADS_1
"Ya begitu lah Mba, sebaik nya kita lanjut bekerja jangan sampai ada yang mendengar kita membicarakan nya duh bisa gawat," ucap teman nya dan Sasa pun menganguk.
Risa sudah sampai di depan ruangan CEO yaitu ruang kerja nya Revan, dia langsung masuk saja tak mengetuk pintu.
Ternyata Revan sedang berbicara serius dengan Sean mengenai pekerjaan.
"Bang," ucap nya langsung membanting tas nya ke sofa dan mengerucutkan bibirnya.
"Risa kamu tuh apa-apaan sih datang-datang main nyelonong saja, ketuk pintu dulu kan bisa," ucap Revan sedikit kesal.
Namun Risa masih diam wajah nya merah menahan emosi nya yang sudah di ubun-ubut.
Melihat Risa begitu Sean pun terpaksa keluar dari ruangan itu, rasanya gerah gimana gitu pikir Sean.
"Saya permisi dulu Pak, nanti kalo sudah selesai panggil sajaTiana suruh bawa ke ruangan saya," ucap Sean dan Revan pun mengangguk.
"Baik lah terimakasih Bang," ucap Revan.
"Iya sama-sama," jawab Sean tanpa menyapa Risa dan segera meninggalkan mereka.
"Kenapa sih dia sinis banget sama gue, mau gue aduin ke Papa biar di pecat," ujar nya membuat Revan menatap nya tajam.
"Habis nya tiap gue ke sini mana pernah dia ramah sama gue, bawaan nya dingin banget," ujar nya.
"Ya liat aja penampilan loe enak di pandang gak gue aja liat nya takut," canda Revan sambil melemparkan kaca kecil pada nya.
"Apaan sih loe bang, gak tahu ini tuh fashion ala-ala korea, gak gaul emang loe sama kaya istri loe yang kampungan itu," jawab nya sinis.
"Ngapain loe bawa-bawa Kaila segala gak jelas amat loe," ujar nya Revan pun ikut duduk di sofa memperhatikan adik nya itu yang tak biasa nya main ke kantor.
"Ngapain loe kesini?" tanya Revan heran.
"Gue mau loe bilang sama istri loe itu jangan gangguin Kak Remon, dia calon pacar gue," ujar nya sambil berkaca-kaca.
"Remon siapa, jangan fitnah loe Kaila cewek baik-baik gak mungkin godain cowok orang," Revan tak sengaja membela Kaila dan itu membuat Risa semakin kecang menangis.
"Loe jahat Bang sama gue...," ujar nya sambil terisak.
__ADS_1
"Sorry maksud gue bukan gitu," ujar nya namun tangisan Risa semakin kencang.
Di sisi lain Kaila sudah kembali ke kelas nya mengikuti kelas bersama Cerry.