
Hari libur tiba Icha dan keluarga kecilnya berkunjung ke rumah orang tua Abang.
Hari ini jadwal mereka menginap di sana, karna minggu kemarin mereka menginap di rumah Icha.
"Asamualaikum Bunda," sapa Icha.
"Walaukumsalam sayang, kalian sudah datang ayo duduk kalian pasti belum sarapan kan?" tanya Bunda dan mereka hanya tersenyum.
"Ayah kemana bun?" tanya Abang.
"Di belakang lagi ngasih makan burung, biasalah ada mainan baru," jawabnya.
Bunda pun menggendong cucu nya yang ada di pangkuan Icha.
"Sama Omah dulu ya sayang biar Bunda nya makan dulu, kita cari Oppa ya," ujar Bunda cici.
Icha pun hanya tersenyum melihat nya, Dia sangat bahagia karana semua orang menyayangi bayi kecil nya itu.
"Sayang ko malah bengong sih?" tanya Abang.
"Gak papa aku cuma senang aja liat nya,"
"Udah ayo makan yang banyak," ucap nya.
Icha makan nasi dan juga sayur serta ikan yang sengaja Ibu martunya masak untuknya sedangkan Abang hanya minum kopi dan juga makan roti panggang saja.
"Loh Dit mau kemana udah bawa koper gitu?" tanya Icha dan Abang pun memperhatikan adiknya itu.
"Aku kan mau liburan ke Bali," jawabnya.
"Wih hebat loe, gaya-gayaan pake liburan segala," ucap Abang.
"Ya kali-kali dong Bang, masa cuma bulan madu aja yang liburan," jawabnya.
Icha pun hanya tersenyum menanggapi nya, Dia jadi teringat saat liburan nya ke Bali tahun lalu.
"Sama siapa loe ko gak ajak gue sama Icha?"
"Sama Mita, Ifa juga ikut ko banyakan 10 orang," jawabnya.
"Oh pantas saja kemarin Dia bilang mau liburan ternyata bareng kamu," tanya Icha.
"Iya Teh, kapan lagi coba mulai bulan deoan kan kita mulai sibuk buat sekripsi jadi refresing dulu lah," ujar nya dan Icha pun mengangguk.
"Bang minta bekel dong gue, kapan lagi coba gue minta duit sama loe," ujarnya.
"Cckk.. kalo masalah duit aja loe baru baik-baikin gue, nanti gue tranfer asal loe balik jadi model di tempat gue," ujarnya.
"Bukannya udah ada Kak Boy, ngapain juga gue balik lagi, lagian gue sibuk di bengkel."
__ADS_1
"Ya udah gue gak jadi kasih loe duit kalo gitu,"
"Pelit amat loe Bang sama adek sendiri," ujar nya.
"Biarin, lagian gak tahu diri loe jadi adik di ajak kerjasama gak mau,"
"Udah -udah, aku udah tranfer ke rekening kamu tinggal cek itu hadiah ulang tahun dari aku maaf baru inget," ujarnya terkekeh, Dia baru ingat kalo Adit ultah 2 hari yang lalu.
"Ahh emang loe kakak terbaik, makasih Teh Icha sayang," ucap nya merentang kan tangan.
"Eh ngapain loe, jangan coba-coba deketin Icha, Icha cuma milik gue,"
"Ya elah gue cuma mau peluk doang pelit amat loe," ujarnya.
"Ya gak boleh lah pokoknya, loe kan punya cewek peluk aja cewek loe sana,"
"Pokonya makasih banyak Teh,"
"Iya sama-sama," jawab Icha.
Tiba-tiba Bunda dan Ayah pun datang mendengar keributan di dapur.
"Kenapa sih rame amat kaya di pasar?" tanya Ayah nya.
"Ini loh anak-anak Ayah pagi-pagi udah rame aja, gimana kabar Ayah?" tanya Icha mencium tangan Ayah mertuanya itu.
"Kabar baik nak," jawabnya di susul Abanh yang memeluk Ayah nya itu.
Bunda pun menyerahkan kembali Kaila pada Icha, dan duduk bersama anak-anak nya.
"Dit kamu berangkat jam berapa?" tanya Ayahnya.
"Bentar lagi Yah, langsung ke Bandara aja ko kita janjian di sana," jawabnya.
"Oh begitu ya, Ayah udah tranfer uang buat jajan kamu, biar gak malu-maluin nanti saat mau meneraktir cewek kamu," candanya.
"Ayah.. Adit gak kere-kere amat yah, lagian hasih dari Bengkel juga lumayan," ujarnya.
"Ah tadi aja sama gue loe minta bekal," ucap Abang.
"Itu kan sama loe, kalo sama Ayah mah gue gak pernah minta Ayah aja yang baik sama gue," kilah nya.
"Astaga kalian ini, kalo ketemu pasti aja ribut, bikin pusing aja," ucap Bunda Cici.
"Dia yang mulai Bun," ujar Adit.
"Udah -udah Adit mau berangkat jam berapa?" tanya Ayahnya.
"Bentar lagi, nungguin Ifa sekalian bareng berangkat nya aku mau nebeng mobilnya," ucap Adit dan mereka pun mengangguk.
__ADS_1
Tak lama kemudian Ifa pun mengucapkan salam, dan langsung masuk ke dalam rumah.
"Asamualaikum," sapa Ifa.
"Walaikum salam," jawab mereka.
"Eh teteh ko udah di sini?" tanya Ifa mencium tangan Icha serta mencium Kaila gemas.
"Iya baru satu jam yang lalu sampe, kamu mau bareng sama Adit?" tanya Icha dan ifa pun mengangguk.
"Ih gemoy nya ateu makin cantik aja, maaf ateu gak gendong ya habis nya buru-buru," ujar Ifa cengengesan.
"Kalian hati-hati ya di sana, Ayah juga udah tranfer buat jajan kamu," ucap Ayah.
"Makasih Ayah," ucap nya tersenyum lebar.
Mereka pun pamit dan mencium tangan orang tua Adit dan juga Icha dan suaminya.
"Teteh juga udah transfer buat jajan kamu," bisik Icha saat Ifa mencium keponakannya, dan Ifa pun mengangguk.
Mereka pun berangkat di antar sopir, setelah mobil melaju Icha dan yang lain kembali ke dalam rumah.
"Kamu tidurkan di kamar sana kasian Kaila," ucap Bunda, melihat bayi itu sudah tertidur di gendongan Icha.
Icha pun mengangguk dan segera berjalan menuju kamar nya yang ada di lantai atas.
"Sayang ko kamu ikut kesini sih?" tanya Icha melihat suaminya mengekor.
"Terus aku meski ngapain di bawah gak ada temen ih, Ayah masuk kamar katanya mu mandi, Bunda juga malah sibuk sama tanamannya," ucap Abang duduk santai di Sofa.
"Ya ngapain ke, gak bosen apa ikutin aku terus," ujar Icha membuka pintu balkon kamar setelah meletakan bayi nya di kasur.
"Sayang liat deh bunga mawar nya makin banyak," ujar Icha melihat beberapa bunga mawar berwarna-warni ada di balkon kamar nya.
Abang pun berjalan mendekat, sambil tersenyum melihat bunga itu.
"Kamu tahu gak apa alasan aku nanam bunga ini di sini?" tanya Abang namun Icha malah menggelangkan kepala.
"Bunga mawar ini dulu nya hanya satu itu pun aku terpaksa membawanya ke sini,"
"Kenapa emang, apa bunga ini spesial?" tanya Icha heran.
"Kamu inget gak sebelum kelulusan kamu merengek ingin nanam bunga mawar terus mawar punya kamu mati,"
"Iya, dulu aku gak rajin siram jadi mati mawar nya,"
"Nah aku sengaja beliin lagi buat ganti nya, niat nya aku berikan setelah kita lulus, eh kamu nya malah pergi, ya terpaksa aku bawa ke sini dan lihat sudah besar dan beranak banyak," ujarnya.
"Masa sih, ko kamu baru cerita sekarang?"
__ADS_1
"Ya biar kamu selalu inget kalo suami kamu ini cinta sama kamu dari dulu sampai nanti ajal menjemputku," ujarnya.
"Ah so sweet banget sih suami aku ini," ujar nya memeluk suami nya itu sambil tersenyum.