Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
23 Siapa sebenarnya.


__ADS_3

"Dek kamu dah mandi " Tanya Icha melihat adiknya sudah berganti baju.


"Udah teh, gerah banget ih,teh main yuk mungpung masih siang, ajak aku keliling. " Pintanya memelas, Icha pun tak kuasa melihatnya.


"Ya udah tunggu bentar teteh cuci muka dulu. " Ujarnya.


Setelah siap mereka pun izin keluar rumah, Icha mengajak Ifa jalan-jalan ke Mall,sampai tak terasa sudah mulai gelap.


"Kita makan malam dulu dek, nanti kita langsung pulang ya. " ucapnya dan Ifa pun mengangguk,setelah itu mereka segera pulang karna sudah malam.


Di sisi lain Mega yang baru selesai bekerja,rencananya Dia akan pulang dulu ke rumah orang tuanya, namun baru saja Dia berjalan beberapa meter ban motor nya kempes.


"Sial. " ujarnya sambil meneliti jalan yang mulai gelap.


Mega pun terpaksa mendorong motornya mencari tambal ban.


Tiba-tiba mobil berhenti di depannya membuat Mega waspada,seorang pemuda turun dari mobil itu.


"Mega sayang, kasian banget kamu ayo naik aku antar. " ujar laki-laki itu.


Icha pun hanya melirik tak menjawab membuat pemuda itu kesal.


Pemuda itu mencekal tangan Mega,sungguh Mega sangat takut karna jalanan yang sepi membuatnya terus waspada, namun Dia memberanikan diri melepasnya, Mega melepaskan motornya dan mencengram kerah baju pemuda itu.


"Jangan pernah ganggu gw,atau lo mau kerumasakit untuk yang kedua kali. "Ucapnya lantas melepaskan pemuda itu dengan kasar.


"Mega sungguh lo terlalu berani sayang. " ujarnya mendekatinya dan Mega pun mundur satu langkah.


"Jangan setuh gw brengsek. " ujar nya merasa muak melihat pemuda itu.


Pemuda itu adalah Damar mantan kakak kelas ya yang selalu menggangunya sejak dulu, membuat Mega bosan harus berurusan dengannya, Mega dulu sempat terkesan namun saat tau Dia cuma di jadikan taruhan membuatnya merasa ilfil.


"Jangan so jual malal, gw bisa bayar lo berapa pun asal lo mau ikut sama gw. " ujarnya tersenyum tipis.


Plak satu tamparan mendarat di pipi Damar, membuat Damar marah dan menampar balik pipi Mega hingga membuat bibirnya berdarah.


"Pengecut lo dasar. " ucapnya, Damar pun memaksa Mega mengikutinya namun Mega terus berontak,Damar mengeluarkan sapu tangan dalam celana nya membungkam mulut Mega.


Mega pun pingsan tak sadarkan diri, namun saat Damar akan membawanya ke mobil tiba-tiba ada tangan yang menghantamnya dari belakang.


Dia adalah Iqbal,saat akan melintas Iqbal meneliti siapa wanita yang sedang adu mulut itu, hingga Dia pun memutar arah dan kembali ke tempat itu, melihat Mega tak sadarkan diri Dia pun bergegas turun dan memukul punggung Damar dengan kedua tangannya,membuat Damar pingsan,Iqbal pun menghubungi temannya agar mengambil motor Mega dari sana dan membawanya ke bengkel miliknya.

__ADS_1


Mega pun di bopong ke dalam mobil Iqbal dan membawanya ke rumahnya, sungguh Dia ingin sekali mengantar Mega pulang namun takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan.


Mereka pun sampai di rumah,Iqbal meletakan Mega di atas sopa dan Dia pun segera mencari p3k.


"Sebenarnya lo itu kenapa sih, sampe kaya gini. " Gumannya heran seraya mengobati bibir Mega yang berdarah.


Namun ada hal yang membuat Iqbal berhenti, Dia meneliti kalung yang di pakai oleh Mega dan menyamakannya dengan punya Dia, sungguh keajaiban kalung itu sama persis dengan liontin yang tersambung satu sama lain.


"Put, ini kamu kan. " ucap nya lirih,mengusap pipi Mega yang memar.


Dulu saat Iqbal kelas 3 sd Dia selalu di ganggu oleh kakak kelas nya, Mega yang sudah bisa bela diri dan juga tomboi selalu membantunya,hingga perpisahan terjadi karna Mega harus pindah sekolah mengikuti orang tuanya dan Iqbal pun juga pindah saat masuk SMP tinggal bersama nenek nya di Bandung,mereka tidak pernah bertemu sekali pun hanya kalung itu yang menjadi kenangan mereka.


Iqbal selalu memanggil nama Mega dengan sebutan Putri nama depan Mega, yaitu Putri Mega Anindia.


Mega pun mengerjapkan mata nya saat tetesan air mata membasahi pipinya, ternyata Iqbal menangis melihat nya terbaring di sana,membuat mega heran dan juga bingung.


Melihat Mega membuka matanya,Iqbal pun tersenyum seraya menggenggam tangan Mega.


"Put kamu dah bangun. " Ucap nya.


Degg


"Kamu gak apa-apa kan mana yang sakit? " Tanya nya meneliti wajah Mega.


"Gak ada ko, makasih udah bantuin gw. " Jawab Mega sambil menggelengkan kepala, sungguh Mega penasaran siapa Iqbal sebenarnya.


"Syukurlah kalo begitu, sebaiknya kamu mandi sana, di kamar ada baju nya kakak aku kamu pake aja. " Ujarnya seraya membereskan p3k.


"Gw pulang aja ya, udah gak apa-apa ko,maaf udah ngerepotin. " ujarnya seraya berdiri namun segera di hentikan oleh Iqbal.


Iqbal langsung memeluk Mega dengan erat, sungguh Dia sangat merindukan cinta masa kecilnya itu, Mega pun hanya terdiam dalam pelukan nya.


Iqbal pun melepas pelukan nya, dan menatap Mega yang masih bingung,Iqbal pun tersenyum seraya mengeluarkan kalung yang di pakainya.


"My Iqbal." Ucap Mega lirih dan Iqbal oun tersenyum sambil mengangguk sungguh Dia sangat senang dan memeluk Iqbal erat dan mulai berkaca-kaca.


"Jahat, kamu tuh jahat gak nyari aku, wku nunggu kamu tiap taun baru di danau itu tapi kamu tidak pernah datang." ujarnya terus terisak.


"Aku minta maaf ya, gak pernah datang tapi aku gak pernah sekali pun lupain kamu, aku janji gak akan ninggalin kamu sampai kapan pun." Ucap nya panjang lebar dan Mega pun mengangguk.


Setelah bebapa saat akhirnya Mega pun masuk ke dalam kamar Dia segera mandi dan ganti baju, lalu menemui Iqbal yang berada di dapur.

__ADS_1


"Lagi apa? " tanya Mega duduk di kursi.


"Laper, kita bikin mie ya, soalnya gak ada nasi atau makanan lain nya maklum aku cuma sendiri. " ujarnya dan Mega pun segera membantu mengiris sayuran.


"Orang tua mu kemana? terus ini rumah siapa ko sepi? " Tanya Mega yang sedikit heran.


"Ini rumahku yang aku beli dengan jerih payahku selama ini, dan akan menjadi milikmu setelah kita menikah,orang tuaku masih tetap tinggal di sana bersama kak Nadia yang besok akan menikah. " Ujar nya membuat Mega tersenyum.


"Maksud kamu, kak Nadia yang akan menikah, apa jangan-jangan kak Nadia yang aku kenal lagi yang menikah dengan Mas Febri. "


"Bener banget, kamu kenal sama mereka tapi kita ko gak pernah bertemu ya, untung kita di pertemukan sekarang dalam keadaan yang masih single. " ucapnya mematikan kompor dan menuang mie kedalam dua mangkuk.


"Kamu masih ingat sama janji kita dulu, ko aku gak yakin ya. " Ucap Mega,duduk di sampingnya.


"Ya ingat lah semua yang aku ucapkan sama kamu dulu selalu ku ingat, Demi apapun aku tidak akan meninggalkanmu dan jadilah Istriku satu-satu nya jangan pernah berubah sampai kapan pun. " ucap Iqbal mengulangi kata-katanya yang dulu Dia ucapkan sebelum Mega pindah rumah.


Mega pun tersenyum sungguh tidak menyangka akan bertemu secepat ini, mereka pun makan malam dengan tenang hingga habis tak tersisa.


Mereka pun duduk di ruang Tv duduk lesehan di atas karpet.


"Yang tadi siapa sampai kasar gitu sama kamu?" tanya Iqbal penasaran.


"Namanya Damar, dia dulu senior aku dan anak dari pemilik kampus tempat aku kuliah, dari dulu Dia selalu ganggu aku hingga membuat aku muak dan aku pernah pukul Dia sampai tangannya patah dan masuk rumasakit namun Dia tidak pernah kapok juga terus gangguin aku. " Jawabnya jujur.


"Lain kali jangan pergi sendiri ya, ajak aku kalo mau kemana-mana. " Ujarnya seraya menyandarkan kepalanya di paha Mega.


"Malam ini kamu nginep di sini ya,


berhubung kamar nya hanya ada satu biar aku tidur di sini kamu di kamar. " Ucap nya dan Mega pun hanya mengangukan kepalanya.


Mega pun pindah ke kamar setelah melihat Iqbal tidur dengan tenang, tak lupa mematikan televisinya.


Dia pun merebahkan tubuhnya di kasur milik Iqbal membuatnya sangat nyaman dan langsung terlelap.


🍀🍀


Pagi pun menyapa kini keluarga Icha sudah siap mengantar pengantin pria ke gedung untuk mengadakan Ijab kabul dan resepsinya sendiri akan diadakan nanti malam.


Mereka pun bergegas pergi setelah melihat sudah jam 7 pagi ,mereka mengedarai mobil masing-masing begitu pun dengan Icha, Dia satu mobil dengan orang tuanya.


Namun berbeda dengan Iqbal yang sudah berada di gedung Dia terbangun pagi sekali setelah di bangunkan oleh Mega, karna Mega juga harus pulang ke kosan sebelum matahari terbit.

__ADS_1


__ADS_2