
Icha pun memasukan berapa baju suaminya ke dalam koper, dan segala kebutuhan lainnya, sedangkan kopernya msih dirumah Ibunya.
"Kamu udah siap? kita sarapan dulu sekalian pamit kita ke rumah Ibu dulu sekalian bawa koper kamu, "
"Udah nih bawa kopernya, udah aku masukin kebutuhan kamu, " Ucapya nya.
"Makasih sayang love you, " Icha pun tersenyum melihat kebucinan suaminya.
Mereka pun turun ke bawah untuk sarapan, bersama keluarga.
"Kalian serius mau liburan hari ini? " Tany Bunda Cici melihat Icha membawa koper.
"Iya Bun, maaf semua dadakan mungpung masih cuti jadi kita manfaatkan aja waktu yang ada, " Jawab Icha.
"Ibu sama Bapa mu udah di kasih tau belum? " Tanya Ayah Edi.
"Udah tapi cuma di telpon, nanti kita mampir ke sana sekalian pamit, "
"Ya sudah ayo makan dulu,jam berapa kalian berangkat? nanti biar Adit yang antar kalian ke Bandara ,"Ucap Ayah.
"Jam 9 Yah, nanti kita langsung berangkat dari rumah Icha, " Ujar Icha.
"Nanti Bunda bangunkan Adit nya dulu,kebiasaan kalo tidur sampe siang, mentang-mentang masuk kuliah nya siang seenaknya aja, " Gerutu Bunda.
"Sudahlah Bun, nama nya juga anak muda, " Uajr Ayah.
Mereka pun sarapan dulu setelah menghabiskan sarapannya itu mereka pamit.
"Kami berangkat dulu ya, " ujar Bang Zaenal, mereka pun mencium tangan orang tua mereka bergantian.
"Hati-hati di sana, jadi istri kamu baik-baik, " Ucap Bunda sedangkan Ayah hanya mengangguk.
.
Kini mereka sudah sampai di rumah Icha yang hanya berjarak beberapa meter saja dari rumah Abang zaenal.
Mereka di sambut hangat oleh orang tua mereka.
"Kami pikir Icha cuma becanda pas kemarin telpon Bapak," Ucap Pa Hasan.
"Iya, emang kebiasaan kalo mau apa-apa suka dadak-dadakan gitu, bukannya kalian mau siapin buat pindahan? " tanya Bu Yani.
Kini mereka duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"Mungpung msih cuti, kapan lagi ada waktu Bu, nanti pulang dari sana kita langsung pindah, Ayah sama Bunda juga siap bantu acara pindahnya, " Ucap Abang.
"Baiklah, kami juga siap membantu ," Ujar Ibu dan Bapa pun mengangguk.
"Kami cuma 3 hari di sana, hari sabtu kami kembali ke sini jadi bisa nyiapin semua, " Ucap ICha.
"Ya sudah kami mah terserah kalian aja, "
"Kami ke kamar dulu ya mu siap-siap, " Ucap Icha dan mereka pun mengangguk.
Kini mereka sudah masuk ke dalam kamar Icha, mangambil koper dan beberapa keperluan lainnya.
"Sayang cuma ini aja yang mau di bawa? " Ucap Abang melihat koper kecil disana.
"Iya, kita kan gak lama di sana lagian bisa beli kalo kurang ngapain bawa baju banyak-banyak repot A, " Ucapnya.
"Oke lah terserah kamu aja, " Ucap nya
"Udah yuk turun, kasian Adit pasti udah nunggu di bawah, "
Mereka pun turun ke bawah dan pamit kepada orang tua mereka dan berangkat ke Bandraa bersama Adit.
Setelah menempuk 10 menit akhirnya mereka sampai.
"Makasih Dit, " Ucap Icha tersenyum.
"Panggil Mba, atau teteh jangan Icha-icha aja, Dia kakak ipar loe sekarang, " Ujar Abang.
"Isshhh... cuma panggilan aja ribet amat, "Ucap Adit.
"Udah ah gak papa kalian ko malah berantem sih, terserah Adit aja mau panggil nama atau apa juga, " Ujar Icha.
"Tapi sayang..... "
"Udah ya yuk langsung masuk, nanti ketinggalan pesawat, dahh Adit hati-hati bawa mobil nya jangan ngebut, " Ujarnya.
"Siap, " Adit pun mengedarai mobil meninggalkan mereka.
Mereka pun masuk ke dalam, tak lama kemudian pesawat pun mengudara.
Icha hanya diam memperhatikan awan, dulu waktu ke jogya Dia sering naik pesawat sendiri sekarang Dia bersama suaminya, dan Setelah hampir dua jam mengudara akhirnya sampai di Denpasar Bali.
"Sayang bangun, udah sampe, " Ujarnya menggoyangkan pipi suaminya.
__ADS_1
Abang pun bangun kini mereka turun bersama yang lainnya.
"Kita langsung pesan taxi aja ya sekalian cari hotel, " Ucap Icha dan Dianguki oleh suaminya.
Pada saat akan memesan taxi ponsel Icha berdering.
"Siapa? " Tanya Abang kepo.
"Rima, bentar aku angkat dulu tau nya penting,"
'Hallo Asamualaikum, "
'walaikumsalam, Icha kamu dimana? udah sampe belum? " Ucap Rima di sebrang sana.
"Udah baru aja sampe di Bandara, kenapa gitu?"
"Nginep nya di hotel Anggrek Cha itu milik Mas Rama, katanya nanti supir yang akan jemput kalian dari hotel, "
"Tapi.... "
"Gak ada tapi-tapian ini hadiah dari keluarga gue Cha, loe terima ya jangan nolak, udah dulu nih supir yang mau jemput kalian udah nelpon gue angkat dulu, "
"Tapi...hallo.. Rima? "
"Yah ko mati sih?" Gumannya.
Dia pun memasukan ponselnya ke dalam tas.
"Kenapa yang? " tanya Abang.
"Ini Rima ngasih tau, katanya kita kalo mau nginep di hotel kelurganya dan Dia bilang supir nya mau jemput kesini, "
"Udah lah kita cari hotel yang lain aja, malu tau terus ngerepotin keluarganya, " Ujar Abang kesal.
"Aku gak enak kalo nolak," Ucap nya menunduk.
Tiba-tiba seorang Pria paruh baya datang menghampiri mereka.
"Dengan Mba Icha? " Tanya Pria itu.
"Iya saya, siapa ya? " Jawabnya.
"Saya supir dari Hotel Anggrek, yang bertugas menjemput anda dan suami, mari ikut saya, " Ujarnya.
__ADS_1
Icha pun melirik suaminya seolah meminta izin, Abang pun terpaksa mengangguk karna Dia juga tidak mau mengecewakan orang lain.
Mereka pun akhirnya ikut dengan pak supir menuju hotel, hanya 10 menit mereka langsung sampai.