Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Naura kenapa


__ADS_3

Kaila pun mengikut tangan Cerry agar ikut menyimak perkataan mereka namun Cerry sangat pintar dia merekam pembicaraan mereka dan mengirim video nya kepada Clarisa.


"Rasain loe emang enak punya teman kaya gitu," ucap Cerry setelah melihat kedua wanita tadi pergi.


Untung saja Cerry melihat dengan jelas Marta dan Luna sehingga dia ada bukti karna hanya mereka teman yang Clarisa punya selama ini.


Dulu Cerry dan Clarisa berteman dekat begitu pun dengan Revan dan Mico namun saat SMA Clarisa mempunyai teman baru yaitu Luna dan Marta namun mereka seperti nya tak menyukai Cerry sehingga terjadilah kesalah pahaman dan Cerry memutuskan tak memiliki teman selama satu tahun terakhir.


Hingga dia bertemu dengan Kaila di kampus dan kala itu sedang di kerjai oleh Clarisa dan teman-teman nya, Cerry menjadi kasian dengan Kaila dan dia memutuskan untuk menjadi teman nya.


Ternyata benar filink nya Kaila wanita yang baik dan dia juga kaget kalo Kaila sudah menikah dengan kakak nya Clarisa namun saat mendengar penjelasan Kaila kalo dia di jodohkan dia jadi percaya karna Clarisa dulu pernah cerita kalo orang tua nya pergi ke Bandung untuk menemui keluarga calon Kakak nya itu.


"Loe gak beneran kirim ke Risa kan Cerr?" tanya Kaila was-was.


Sedangkan Cerry hanya mengangkat bahu nya saja tanpa menjawab.


"Kalian ngomongin apa sih serius banget?" tanya Naura yang sedari tadi diam menyimak.


"Tidak bukan apa-apa kok," jawab Kaila tersenyum samar.


Setelah kepergian Luna dan Marta tiba-tiba ada sepasang orang yang duduk di tempat tadi namun itu membuat Naura yang tadi senyum menjadi murung dia menutupi wajah nya dengan masker.


"Kenapa sama kak Naura bukannya dia belum selesai makan?" tanya Cerry melihat Naura bersikap aneh.


"Aku juga gak tahu," jawab nya dan ponsel Kaila pun berbunyi tanda ada pesan masuk.


[Jangan bahas nama kakak, kamu liat dua orang di belakang kamu, itu Mas Ronal dan pacar nya] pesan dari Naura.


Kaila pun melotot tak percaya dia memperlihatkan pesan itu kepada Cerry respon nya pun sama, sontak mereka melirik ke arah belakang dan benar saja ada mereka seperti nya sedang adu mulut.


"Seharus nya dari dulu kamu paksa dia untuk tanda tangani ini semua, kalo sudah begini kan kita bingung cari dia dimana," ucap wanita itu.


"Mana ku tahu dia bisa kabur kamu tahu kan gak ada yang berani ke rumah aku apalagi rumah ku jauh dari kendaraan umum mana bisa di pergi begitu saja kalo tak ada yang membantu," ujar Ronal.


"Terus bagaimana dengan rencana kita bukan kah kamu mau menikahi ku setelah mendapatkan harta nya, dia terlalu polos dan ya bodoh jadi wanita di tinggalkan harta banyak tapi gak bisa ngelola nya," ucap wanita itu tersenyum mengejek.

__ADS_1


Naura, Cerry dan Kaila sengaja menyimak obrolan mereka, tak lupa merekam nya siapa tahu nanti akan berguna.


"Aku akan cari dia, karna aku yakin dia tidak bisa kemana mana kamu masih ingat kan dia sudah tidak punya siapa-siapa selain kakak nya yang di Korea itu," ujar nya.


"Iya dan kakak nya juga bodoh mau saja mengirimi uang untuk adik nya dengan jumlah yang besar kamu memang pintar sekali sayang menipu mereka," ucap wanita itu terbahak.


"Jadi bagai mana apa saham nya sudah laku terjual?" lanjut nya.


"Belum tapi ada seseorang yang mau membeli nya dia dari Perusahaan Graha Utama aku baru akan bertemu dengan bya nanti sore," ujar nya.


"Ya sudah sebelum ketemu dengan wanita itu kamu jangan macam-macam walau bagaimana pun wanita itu masih kita butuh kan untuk menandatangani berkas-berkas itu," ucap wanita itu.


[Berkas apa kak?] tanya Kaila mengirim pesan ke Naura.


Namun Naura hanya menggelengkan kepala nya, dia juga tidak tahu kalo Kak Nabila masih mengirimi nya uang.


[Ya sudah ayo pulang] ajak Naura.


Naura pun merapihkan rambut nya agar yak di kenali oleh mereka.


"Loe rekam semua kan Cerr?" tanya Kaila.


"Udah nanti gue kirim ke tante Rima, biar masalah nya cepet beres," ujar nya dan Kaila pun mengangguk.


Kaila menggenggam tangan Naura yang tampak bergetar."Kakak kenapa sakit?" tanya Kaila.


Cerry pun ikut menoleh kebelakang dia juga khawatir melihat Naura yang pucat dan pingsan di pundak Kaila.


"Ehh.. kakak kenapa, bangun kak?" ucap Kaila kaget.


Cerry pun melajukan mobil nya ke rumasakit terdekat untung saja lalu lintas tak terlalu macet jadi mereka bisa cepat sampai.


Setelah sampai di sana Cerry pun berlari memanggil perawat dan Naura pun di angkat oleh petugas medis.


Kaila dan Cerry pun ikut masuk ke dalam rumasakit dan menungggu di depan ruang rawat.

__ADS_1


"Loe tenang ya Kai semua akan baik-baik saja," ucap Cerry menangkan sahabat nya itu yang sudah terisak.


"Gue takut kak Naura kenapa-napa," ujar nya bergetar menahan tangis.


"Gimana kalo loe hubungi orang tua loe, mereka juga harus tahu keadan kak Naura takut nya ada apa-apa," ucap Cerry.


Dan Kaila pun menyetujui nya dia menghubungi bunda Icha agar menemui nya di Jakarta segera, namun dia tak mengatakan apa-apa tentang Naura.


Di tempat lain Icha merasa bingung kenapa Kaila seperti nya ngotot sekali ingin diri nya ke Jakarta.


"Apa dia bertengkar dengan Revan, aku mendengar dia seperti nya menangis," batinya.


Icha pun segera menelpon suami nya mengatakan keinginan Kaila, lantas Abang pun mengajak nya pulang dan tutup lebih awal.


"Teh Lina kita tutup sekarang ya saya ada urusan mendadak," ucap Icha kepada karyawan nya.


"Terus pesenan ini gimana bu apa kita antar ke rumah masing-masing," ucap Teh Lina.


Icha menelpon orang-orang yang sudah memesan kaos di distro nya agar segera mengambil nya.


Tak lama kemudian mereka pun datang mengambil pesanan masing-masing, Icha pun bisa tenang tutup distro sore ini.


Semua karyawan pun pulang Icha masih menunggu suami nya di depan Distro.


"Lama banget A, sampe pegel nih kaki," ujar nya segera masuk ke dalam mobil.


"Maaf sayang tadi macet," jawab nya.


"Tadi Kaila gimana cuma bilang gitu doang?" tanya Abang menginjak gas nya meninggalkan Distro.


"Iya aku jadi kepikiran apa Kaila gak bahagia ya selama menikah?" tebak Icha karna tak biasa Kaila menelpon nya sesefih itu bahkan terdengar segukan.


"Ya sudah nanti kita ke Jakarta habis magrib," ujar nya dan Icha pun mengangguk.


Icha takut Kaila di perlakukan buruk oleh Revan dan keluarga nya.

__ADS_1


__ADS_2