
Di sisi lain Icha masih berbincang dengan suaminya, mereka sama-sama bercerita setelah berbaikan.
"Kamu tidur dimana semalam? " Tanya Icha kini mereka saling berpelukan dan masih sama-sama telanjang setelah olah raga bersama, hanya selimut yang menutupi nya.
"Di Aparteman nya teman aku, Dia dulu kuliah di sini tapi setelah lulus Dia membuka caffe di sana, " Ucapnya.
"Oh gitu ya, terus kenapa ponsel kamu gak di aktipin atau memang sengaja?"
"Maaf aku lupa, pan mau naik pesawat aku matiin dan lupa hidupin lagi aku terlalu kesal waktu itu, "
"Jangan kaya gitu lagi aku gak suka, aku di tinggal sendiri di sana tanpa ada yang aku kenal, aku jalan-jalan sendiri sambil nyari kamu ke pantai , aku kira kamu akan ke sana dan balik lagi ke Hotel eh tau nya malah gak balik sama sekali. "
"Maaf dari Caffe aku gak kemana-mana lagi, cuma diem di sana sama Dia, hingga aku tertidur dan kesiangan, emang tuh. gara-gara Dia yang ngajakin aku mabuk jadi dek aku kesiangan dan kamu tinggal, "
"Apa kamu mabuk? " Icha pun mencubit pinggang suaminya itu.
"Aduh sayang sakit tau kamu tuh galak banget sama suami, " Ujarnya pura-pura mengaduh padahal Icha mencubitnya pelan.
"Aku kesel banget sama kamu, maaf apa sesakit itu? " Icha pun mengusap -usap pelan.
"Udah enggak ko, " jawabnya, Abang pun tersenyum dalam hati.
"Aku nunggu Aa sampe malam tau tapi Aa gak datang-datang,ya sudah aku pulang eh tau nya dompet aku terjatuh untung yang nemuin nya orang baik,"
"Ko bisa sih? zaman sekarang mah jarang orang yang bener-bener baik kalo bukan modus, " ujarnya.
"Aku gak tau, yang jelas Dia balikin dompet aku utuh dan tak minta imbalan, " Ujarnya.
"Mungkin kebetulan saja sayang, maaf aku gak ada di samping kamu, " Ucapnya.
"Iya gak papa udah ah tidur ngantuk tau, " Ucap Icha memejamkan matanya, Abang pun mencium kening nya setelah melihat Icha terlelap Dia pun ikut memejamkan matanya.
.
__ADS_1
.
Ifa terbangun saat merasakan ada tangan yang memeluknya dari belakang.
"Ya Tuhan, " Pekik nya namun Dia segera membekap mulut nya takut orang tuanya mendengar.
Ifa pun ingat semalam Rey datang dan tidur di kamarnya, Ifa pun meneliti pakaian nya ternyata masih utuh, Dia pun mengusap dadanya lega, Dia melirik masih jam 3 pagi.
Dia pun bangun dan menyandarkan tubunya di ranjang melihat Rey yang tertidur pulas.
"Sebenarnya kamu kenapa sih Rey? apa kamu ada masalah? aku gak ngerti sama kamu kadang muncul kadang menghilang beberapa hari, " Gumannya Dia pun mengusap kepala Rey.
Rey pun mengerjapkan tangannya, Dia pun bangun dan ikut bersandar di bahu Ifa.
"Kamu ko ikutan bangun sih? ayo tidur lagi maaf aku bikin kamu bangun, " Ucap Ifa.
"Tanggung bentar lagi aku pulang, aku titip motor di rumah Adit Dia juga yang ngasih ide kaya gini, " Ujarnya.
"awas aja loe Dit, " batin Ifa.
"Iya, aku semalam kita nongkrong bareng, pas Adit ngajak nginep aku ikut aja karna sudah jam 10 malam, pada saat aku masuk kamar nya aku liat kamar kamu masih nyala aku telpon tapi kamu gak angkat-angkat, terus Adit bilang gini..
Tuh di bawah ada tangga biasanya Abang gue yang suka manjat dulu kalo pacarnya ngambek Dia suka manjat ke sana balkon Ifa dan Icha sama cuma beda pintu aja, gitu kata Adit jadi aku manjat deh, " Ujarnya.
"Ah gila aja s Adit pake nyuruh-nyuruh segala, kamu nya juga mau aja, terus kamu manjat pagar juga? "
"Enggak, aku minta kunci dari Adit Dia punya kunci cadangan gerbang samping, " Ucapnya tersenyum.
" Pasti si Abang yang bikin kunci cadangan tau aja Dia jalan pintas, " Ujarnya Dia mengingat Abang beberapa kali memanjat ke sana, namun Icha tak membiarkan Dia masuk ke kamarnya hanya mengobrol di balkon.
"Ya udah turun sana sebelum subuh, soalnya Bapa suka ke masjid , takut nya ketauan, " Ucap Ifa.
"Biarkan begini dulu aku masih kangen, " Ucap memejamkan mata.
__ADS_1
Ifa pun membiarkan meskipun Dia masih ngantuk tapi Dia juga kasian padanya.
30 menit berlalu mereka hanya diam saja, akhirnya Ifa pun memberanikan diri menatap wajah tampan Rey yang terpejam.
"Udah jangan natap aku terus, aku tau aku tampan, " ucapnya mengangkat kepalanya dan tersenyum.
"Isssh... apaan sih, siapa yang liatin kamu, " Ucapnya salah tingkah untung saja lampu tidur nya remang-remang kalo terang sudah pasti pipi nya akan terlihat seperti tomat.
Rey pun mencium bibir Ifa dan **********, Ifa pun tidak bisa menolak Dia juga membalasnya,setelah cukup mereka melepaskan nya , ciuman itu pun pindah ke leher Ifa namun Ifa segera sadar dan sedikit mendorong dada Rey.
"Maafkan aku, " ujarnya, Dia pun menggerutuki dirinya yang tidak bisa menahan hasratnya.
"Sudahlah lupakan aku juga yang salah, sebaiknya kamu turun sekarang sudah jam 4,"Ucap Ifa.
Rey pun bangun menyambar jaketnya tak kupa memakai sepatu nya sedangkan Ifa hanya memperhatikannya.
Ifa juga mengantarkan nya sampai depan pintu.
"Hati -hati turunnya, jangan sampe ketauan, " Ujarnya.
"Iya bawel, aku pulang ya, " Ujarnya mengelus kepala Ifa, dan Ifa pun mengangguk.
Rey mencium kening Icha dan memcium sekilas bibir Ifa.
"Isssh.. nakal ayo cepat, " Gerutu nya, sedangkan Rey hanya tsrsenyum.
Rey pun turun dari sana dan segera masuk ke rumah Adit, Ifa pun masuk ke dalam kamar nya saat mendengar Ponselnya berdering.
Ifa pun bernafas lega saat Rey mengirimkan pesan kalo dirinya sudah sampai di kamar Adit, dengan satu buah poto Adit yang sedang tidur terkurap.
"Syukurlah aku bisa bernafas lega, dan aku juga bisa tidur lagi, " Ujarnya.
Namun saat akan tertidur terdengan Adzan subuh, Dia pun terpaksa bangun dan melaksanakan dulu kewajibannya.
__ADS_1
"Ngantuk banget, ni bantal ko wangi nya adem banget sih terasa di peluk sama orang nya, " ucap Ifa memeluk guling bekas Rey yang wangi nya ikut menempel di sana.