
"Kai gue denger akan di adakan kemah ya di sekolah kita kaya nya bakal serun tuh," ucap Desi cengengesan.
"Gue malas ikut lah gak mood gue, inget gak waktu SMP gue hampir jatuh ke jurang untung ada Kak Andra yang nolongin gue," ujar nya.
Benar saja kala itu Kaila sangat ceroboh sehingga tak sengaja menginjak tanah yang licin dan terperosok untung saja Dia tak kenapa-napa.
"Sekarang kan ada gue sama Satria yang jagain loe kai, loe tenang aja,"
Kaila pun hanya mengangkat bahu malas sekali pikir nya mendingan di rumah santai-santai bisa tidur siang.
"Kelas 12 gue denger gak ikut, cuma kelas 10 sama 11 aja jadi loe bisa tenang kak Haikal gak ikut, jadi loe bisa cuci mata Kai,"
"Cuci mata itu ke Mall Des bukan ke hutan, loe mah aneh-aneh aja ahh,"
"Hhaa iya juga yahh, udah lama kita gak ke Mall yukk kita jalan-jalan,"
"Mana ada waktu,sekolah aja sekarang pulang nya jam 4, nanti deh hari sabtu kalo gak Minggu,"
Bel masuk pun berbunyi, istirahat pertama selesai mereka pun kembali ke kelas mengikuti pelajaran sebelum istirahat ke dua.
"Gue ke toilet bentar ya," ucap Kaila.
"Mau di anter gak?"
"Gak usah loe masuk aja gue gak lama kok," Desi pun mengangguk.
Kaila pun berjalan menuju toilet namun sebelum sampai di toilet Dia melihat beberapa kakak kelas nya sedang membuli seseorang.
"Ehh itu kan?" kaila pun berlari menghampiri mereka.
Terdengar tangisan dari gadis itu, Dia seperti nya ketakutan.
"Hey kalian apa-apaan sih berani nya keroyokan," ucap Kaila.
"Loe jangan ikut campur ya ini urusan kita," ucap Diana yang jelas mereka cewek-cewek populer di sekolah.
Kenapa juga gadis kecil ini bisa berurusan dengan mereka pikir Kaila.
Kaila pun membantu Gadis itu berdiri baju nya sudah basah karna di siram air oleh mereka.
"Loe gak papa kan?" tanya Kaila gadis itu hanya menggelngkan kepala.
"Mau jadi pahlawan loe, gue ingat sekarang loe itu yang ngaku-ngaku pacar nya Haikal kan, Sandra,Diana ayo sekalian kita kerjain cewek ini Dia terlalu banyak gaya," ucap Tasya tersenyum sinis.
__ADS_1
"Apa-apaan loe kak gak jelas banget emang kak Haikal siapa loe, mau gue pacaran sama siapa ke terserah gue lah,"
"Loe denger ya Haikal hanya milik gue dan siapa pun yang berani mendekati nya siap-siap jadi musuh kita," ucap Tasya menunjuk wajah Kaila.
"Terserah loe yah gue gak peduli, ayo...," Kaila pun menarik gadis itu meninggal kan mereka.
"Awas loe gue belum selesai bicara," teriak Tasya.
"Udah Sya nanti kita cari cara buat kerjain tuh adik kelas, sekarang kita masuk ya Pak Beni pasti marah kalo kita terlalu lama ketoilet nya," bujuk Diana. Mereka pun kembali ke kelas nya.
Kaila membawa gadis itu ke Uks, Dia membawakan seragam ganti untuk nya.
"Loe ganti baju dulu biar gak masuk angin,"
Kaila pun menunggu hingga gadis itu selesai ganti baju.
"Makasih banyak ya," ucap nya.
"Iya sama-sama loe kenapa bisa berurusan sama mereka?" tanya Kaila.
"Aku tadi gak sengaja numpahin jus ke baju nya kak Diana, terus Dia marah dan siram kepala aku," ujar nya.
"Lain kali kamu hati-hati ya jangan sampai berurusan sama mereka, oh iya kenal kan gua Kaila anak 10 IPA,"
"Aku Shovia anak 10 IPS, maaf aku harus kembali ke kelas pasti pelajaran sudah di mulai," ujar nya.
Mereka pun berjalan bersama hingga berpisah di persimpangan kelas Kaila ada di lantai dua sedangkan kelas Shovia ada di lantai 1.
Ternyata di kelas sudah ada Bu Hera, untung saja Kaila punya alesan agar bisa masuk ke dalam kelas.
"Dari mana aja loe hampir 30 menit ke toilet lama banget," bisik Desi.
"Ntar gue cerita,"
Mereka pun mengerjakan tugas yang di berikan bu Hera, untung saja Kaila anak yang pintar sehingga tidak teralu susah menjawab nya.
Jam istirahat kedua pun tiba Kaila mengajak Desi duduk di taman belakang sekolah.
"Jadi apa yang mau loe ceritain sama gue?"
"Tadi gue ketemu anak yang lagi di Buly, gue gak tega ya gue bantuai dia dulu lah," ujar nya.
"Siapa yang ngebuly nya, tega banget gue kira sekolah se Elit ini gak ada yang kaya gitu-gituan ya," ujar Desi ikut kesal.
__ADS_1
"Ya nama nya juga orang mana kita tahu sifat nya bagai mana, kasian tahu Dia juga baru masuk sama kaya kita,"
"Tapi Dia gak papa kan, ya takut nya udah sampe di apa-apain kan kasian,"
"Udah siram badan nya, baju nya juga udah basah, pokok nya kita harus hati-hati jangan sampe menginggung mereka, mereka kaya nya bahaya deh apa yang di katanya nyata bukan cuma ngancem doang," ucap Kaila mengingat kan.
"Kai... " ucap Haikal yang tiba-tiba ikut duduk di samping mereka.
"Apaan ihh ngagetin aja," ujar Kaila menepuk pundak nya.
"Iya kaya jalangkung emang datang gak di jemput," timpal Desi.
"Ya elah gitu aja marah, loe ngapain sih berantem sama Tasya and geng, gue kan udah bilang jangan bikin masalah sama mereka," ucap Haikal.
"Gue cuma bantuain orang Kak gak mungkin gue tega liat orang lain tertidas," jawab Kaila membela diri.
"Ya udah nanti jangan keluar kelas sebelum gue datang," ujar nya.
"Ngapain gue bawa motor gak bakalan nebeng sama Kakak,"
"Udah lo dengerin aja kata gue, jangan bantah, gue balik ke kelas dulu inget kata gue," Kaila pun hanya menunduk pasrah.
***
Di tempat lain Revan sudah siap berangkat lagi ke Paris untuk menuntut ilmu sudah satu minggu Dia di Jakarta.
"Kamu hati-hati ya di sana jangan bikin masalah, ingat kamu udah di jodoh kan dan jangan macam-macam," ucap Dini.
"Iya Mama tenang aja, lagian kan ada Om Doni yang ngawasin aku di sana," jawab nya meneluk sebentar Mamanya.
Doni adalah kakak Dini yang tinggal di sana, Revan pun kulaih di sana atas saran Doni.
"Aku pamit ya Mah, Asalamualaikum," ujar nya.
"Walaikumsalam," jawab nya sambil melambaikan tangan nya.
Dini pun kembali ke rumah setelah mengantarkan anak nya sedangkan Adam harus ke kantor tidak bisa ikut mengantar.
"Dini kamu sudah pulang nak?" tanya Ibunya atau Nenek Revan.
"Sudah Bu, Revan juga sudah terbang ada apa Bu sepertinya ibu sangat gelisah?"
"Ibu cuma takut tidak bisa menyaksikan Revan menikah, penyakit Ibu seperti nya sudah parah,"
__ADS_1
"Sudah lah bu jangan pikirkan itu, ibu yqng sehat panjang umur biar bisa melihat Revan menikah dan punya anak," ujar nya.
Dini juga merasa kesehatan Ibu nya semakin menurun namun Dia tidak bisa berbuat apa-apa.