
Ifa berada di tempat pemotretan, untung saja hari ini Dia libur kuliah, tadi pagi Dia di antarkan oleh Adit ke studio karna malas nyetir.
"Kamu langsung masuk aja di sana studio nya," ujar seorang Kru yang bekerja di sana.
Ifa pun berjalan ke tempat yang di maksud, Dia bertemu dengan make up artis dan seger berganti baju.
"Kamu cantik sekali, apalagi badan kamu yang ideal membuat kamu terlihat sempurna," ujar mereka.
"Ah kalian bisa saja, saya tidak bisa apa-apa tanpa bantuan kalian,terimakasih banyak," ucapnya tersenyum.
Walaupun baru pertama kali bertemu Ifa sudah akrab dengan yang lain Sifat Ifa yang yang ceria membuat nya di sukai semua orang, Dia pun dengan mudah berbaur dengan mereka.
Dua jam pun berlalu, Ifa akhirnya selesai pemotretan dan Heru juga baru saja datang karna ada urusan terlebih dahulu.
"Apa kamu sudah selesai?" tanya Heru.
"Sudah Pak, apa saya bisa langsung pulang," ujarnya.
"Tentu saja," jawabnya tersenyum.
Namun saat mereka berbincang ada seorang wanita yang menghampiri mereka.
"Aku cari-cari ternyata kamu di sini?" ucap wanita itu sambil memegang tangan Heru.
Ifa sendiri bergidik melihat penampilan wanita itu yang terlihat **** dan juga menor.
"Maaf Mira aku sedang sibuk, ku harap kamu mengerti," ujar Heru melepaskan tangan wanita itu dan Ifa menahan tawanya.
Ifa sangat mengenal wanita itu, Dia adalah salah satu model yang bekerja di sana, Dia juga kakak dari Sinta temannya waktu SMA Dulu yang sering berseteru dengannya.
"Ifa ayo ikut saya, ada yang mau saya bicarakan, Maaf Mira kami duluan, " Ucap Heru menarik tangan Ifa agar mengikutinya.
Setelah berada jauh dari sana, Heru pun meminta maaf karna telah lancang.
"Maaf Ifa, saya terpaksa membawa kamu pergi dari sana agar Mira tidak menggangu saya jujur saya sangat risih dengannya,"
"Tidak masalah anggap saja saya adik mu seperti dulu," ucap Ifa tersenyum.
"Tentu saja kamu akan tetap menjadi adik kecilku," ucapnya.
Heru dan Ifa dari dulu sudah akrab karna sifat Ifa yang bar-bar sering sekali menyusahkan Heru saat SMA dulu, hubungan nya dengan Irma waktu itu terjalin lama jadi Heru sudah menganggap Ifa seperti adiknya sendiri.
"Makan siang dulu yuk Aa traktir deh," ucap Heru.
"Siap," jawab Ifa.
__ADS_1
Mereka pun makan siang bersama di iringi candaan ringan, hingga dering ponsel Ifa membuat mereka berhenti tertawa.
"Bentar A, Ifa angkat telpon dulu," ujarnya dan Heru pun menangguk.
"Hallo, Asamualaikum,"
"Walaikumsalam, kamu dimana, apa belum pulang?" ujar Rey di sebrang sana.
"Belum nih lagi makan dulu sama Bos, kamu sini deh sekalian jemput aku," ujarnya.
"Dimana kok bisa bareng sama bos kamu? awas jangan macam-macam," ujarnya, membuat Ifa terkekeh.
"Depan Studio tau kan, aku tunggu Bye.. "
"Sayang hallo..., "
tut..
Ifa pun mematikan ponselnya dan kembali duduk.
"Pacarmu?" tanya Heru dan Ifa pun mengangguk sambil tersenyum.
"Masih sama Zaki?"
"Bukan, Zaki mah udah kelaut eh keluar negri," ucapnya.
"Iya, senior aku baru beberapa bulan, Zaki mah kuliah di Mesir dan udah di jodohin sama Uminya biasa lah sama ukhti,"
"Oh gitu, pantas saja kalian putus, kirain awet dari dulu kaya permen karet nempel mulu tau nya udah and," ujar Heru terkekeh.
"Jodoh kan gak tau A, biar jadi kenangan aja, Zaki orang yang baik pantas dapetin yang baik juga bukan kaya aku yang bar bar gini," ucapnya.
"Haha bisa aja kamu, kalo jodoh mah gak nandang fisik Fa, lagian masalah sifat mah bukan orang lain yang menilai tapi diri kita sendiri karna orang lain hanya cuma liat luar nya saja,"
"Hmmm emang ya dari dulu, Aa memang bijak semoga Tuhan memberikan jodoh yang terbaik bukan cuma jagain jodoh orang," ujarnya.
"Yah ko ending nya gitu sih, Aa juga pingin nya gitu Fa jodoh yang pasti tapi mau gimana semua sudah takdir," jawabnya.
"Sayang .." ujar Rey yang baru saja datang.
"Hay.. Ayo duduk sini aku kenalin Dia Bos aku, A Heru kenalin ini Rey pacar aku," ucapnya, Heru pun mengulurkan tangannya Rey pun terpaksa menerimanya.
"Senang bertemu denganmu," ucap Heru tersenyum, namun Rey hanya mendehem saja.
Sepertinya Rey cemburu dengan kedekatan mereka.
__ADS_1
"Ayo duduk aku udah pesan makanan kesukaan kamu," ucap Ifa dan Rey pun menurut saja.
Makanan pun datang, mereka makan dengan lahap.
Setelah itu Heru pergi lebih dulu karna ada urusan.
"kalian kaya nya sangat dekat," ucap Rey sedikit sinis membuat Ifa terkekeh.
"Tentu saja kita sudah kenal lama kira-kira 3 tahun nan," ucap Ifa.
"Pantas saja, sepertinya Dia menyukaimu,"
"Begitu kah," jawabnya sambil tertawa kecil.
"Aku serius, awas jangan macam-macam ya," ujarnya sedikit kesal.
"Apasih kamu tuh aneh-aneh aja, Dia itu mantan Teh Irma jadi pantas kalo kami dulu dekat" ujarnya.
"Aku gak suka ya kamu dekat sama laki-laki lain biar pun itu Dia, karna Dia belum punya istri, siapa tau aja Dia menaruh hati padamu," ujarnya.
"Sayang kamu mah terlalu propektip ih, aku dekat sama Dia karna ingin mencari tahu sesuatu," ucap Ifa serius.
"Maksud kamu apa?" ucap Rey bingung.
"Nanti saja lah aku kasih tau, ayo kita pulang udah sore nanti Bapa marah lagi," ucap nya dan Rey tidak bertanya lagi.
.
Di sisi lain Abang sampai di sana sore hari, sebelum ke tempat Icha Dia menyempatkan makan dulu.
"Ternyata cinta itu butuh pengorbanan , tunggu aku sayang," ujarnya, Dia memeriksa lagi lokasi ponsel Icha dan tempat nya masih sama.
Icha sendiri baru saja selesai mandi, suasana sejuk sangat terasa karna Rumah Nenek berada agak jauh dari kota surabaya, satu jam perjalanan dari Bandara ke sana , udara pun terasa lebih dingin.
"Kamu kenapa ko murung gitu?" tanya Icha, melihat Amel yang terlihat murung.
"Cha sorry ya gue harus balik ke Bandung malam ini, besok ada rapat dadakan di kantor dan gue gak bisa cuti kayanya, loe gak papa kan kalo gue tinggal," Sesalnya.
"Ya udah ga papa ko, aku kan gak sendiri di sini ada Nenek yang nemenin," jawabnya.
"Maaf ya Cha, aku benar-benar gak enak,"
"Udah jangan pikirkan, Aku malah berterimakasih sekali sama kamu," ujarnya.
Mereka segera bergabung dengan Nenek di dapur menyiapkan makanan untuk makan malam.
__ADS_1
Mereka bercerita di iringi canda tawa, Icha merasa terhibur dengan hal itu jujur dalam hati kecilnya Dia sangat merindukan suami nya mungkin karna bawaan bayi atau apa Icha juga tidak tau.