
Pagi itu Revan baru saja bangun dia baru tidur jam 4 pagi karna terus memikirkan Kaila yang tak tahu ada dimana.
Dia pun segera mandi dan bersiap, dia ingin segara mencari Kaila ke kampus nya.
Beberapa bayangan Kaila terus menghantui nya, saat menyiapkan baju kerja dan memakai kan dasi untuk nya.
"Kai aku rindu sama kamu," lirih nya.
Lantas dia pun keluar dari kamar nya menuju ruang makan di sana hanya ada bi Sum saja sedang menyiapkan sarapan untuk nya.
"Dimana Risa bik, apa dia tidak sarapan?" tanya Revan heran.
"Masih di kamar kaya nya Den ini kan masih pagi," jawab bik Sum.
Lagi-lagi terbayang Kaila yang sedang mengambilkan sarapan dan membuat kan kopi untuk nya terlihat senyuman manis terukir di bibir nya.
"Saya langsung berangkat ya Bik, ada metting," ungkap nya berbohong.
"Loh gak jadi sarapan dulu?" tanya bik Sum dan Revan pun menggelengkan kepala dan bergegas pergi
.
Kaila nampak berjalan berbarengan dengan Cerry menuju kelas nya sambil sesekali di iringi canda tawa, namun tawa nya hilang saat melihat seseorang yang sangat dia hindari.
Ternyata Revan sudah menunggu nya dari tadi, dia sengaja menunggu Kaila di depan Kampus.
"Kai.." ucap Revan sendu.
Dari semalam Revan tidak bisa tidur, dia menunggu kabar dari Kaila yang malah memblokir no nya.
"Loe gak papa kan bebz?" bisik Cerry khawatir.
"Loe duluan Cerr, nanti gue nyusul," bisik nya.
Cerry yang mengerti pun mengangguk dan segera pergi ke dalam kelas nya namun dia juga masih melirik ke arah Kaila takut nya kenapa-napa.
Kaila tersenyum sinis sambil bersidekap dada melihat Revan ."Mau ngapain ke sini?" tanya Kaila.
"Sayang kamu nginep dimana semalam, aku khawatir banget," ujar nya jujur.
__ADS_1
"Ohh anda khawatir sama saya, gak usah sok perhatian ya kalo ujung-ujung nya cuma akting doang, mendingan anda urusin urusan anda jangan ganggu saya," ucap nya formal.
Revan pun menggeleng kan kepala nya mendengar ucapan Kaila yang jutek pada nya bahkan tak ada tatapan hangat lagi pada nya.
Kaila nampak membuang muka tak ingin melihat tampang suami nya itu, untuk apa bila ujung-ujung nya di bohongi dan di permain kan.
"Sayang aku mohon maafin aku, kamu salah paham aku bisa jelasin semua nya dan semua yang kamu denger gak ada yang bener Kai," ucap nya meraih tangan Kaila namun Kaila segera melepas nya dengan kasar.
"Maaf tapi seperti nya telinga saya masih berfungsi dengan baik cukup ya gak usah sok baik sama saya,"
"Kai kamu salah paham," kekeh nya ingin menyentuh Kaila tapi Kaila mengankat tangan ny di dada menyuruh nya stop.
"Cukup Tuan Revan yang terhormat saya sudah dengar semua perkataan anda dengan adik anda, oke saya memang bukan cewek yang cantik seperti pacar anda dan emang inilah saya cewek kampung tapi saya juga masih punya perasaan tidak perlu berbasa-basi lagi dengan saya,"
Deg
Revan nampak tercengang mendengar nya, dia tidak tahu kalo perbincangan nya dengan Risa di dengar oleh Kaila.
"Aku bisa jelas kan semua nya Kai plis beri aku kesempatan, aku minta maaf Kai plis maafin aku." ujar nya memelas namun Kaila nampak tak mau mendengar dan pergi begitu saja meninggalkan Revan yang masih terus memanggil nya.
Kaila masuk ke dalam kelas sambil menetral kan perasaan nya dia meyakin kan diri nya semua akan baik-baik saja.
"Gue oke loe tenang aja," jawab nya memaksakan senyum nya.
Dosen pun datang dan mereka pun memulai kelas dengan tenang, walau pun sedang banyak pikiran namun Kaila bisa konsen dalam menyimak pelajaran dari Dosen.
Di sisi lain Revan nampak frustasi, dia bingung harus bagaimana meyakinkan Kaila untung saja orang tua nya belum pulang kalo sudah pasti mereka akan bertanya.
"Ini semua gara-gara ide konyol Risa," ujar nya frustasi.
Udah gini aja nyalahin Risa kemarin-kemarin iya-iya aja lu bambang Revan.
.
Revan sengaja menunggu Kaila di dalam mobil dia tak ingin kehilangan Kaila lagi.
Hingga dua jam 2 berlalu Revan masih menunggu sampai ketiduran, dia membuka mata nya melirik ke arah gerbang mencari-cari Kaila.
Kaila sendiri nampak berbincang dengan Cerry namun saat ingin ke kantin dia malah berpapasan dengan Remon.
__ADS_1
"Kai gimana luka loe?" tanya Remon khawatir.
"Gak papa kok udah sembuh," jawab nya sambil tersenyum, lantas dia pun mengambil sapu tangan baru di tas nya.
"Kak ini buat ganti sapu tangan loe maaf ya ngerepotin," lanjut nya dan Remon pun langsung menerima nya tanpa sungkan.
"Ehh ini ada apaan sih kok gue bingung gini loe luka Kai kenapa? kok gak cerita sama gue dan apa hubungan nya sama cowok ini," ujar nya panjang lebar.
"Gue jatuh kemarin di tolongin sama Kak Remon," bohong nya dia gak mau sampai sahabat nya itu khawatir.
"Loe gak bohong kan sama gue?" ujar nya menajam kan matanya.
Kaila pun nampak menatap tajam ke arah Remon agar menjelaskan kepada Cerry.
"Ah itu iya kemarin gue nolongin Kaila iya gitu," ujar nya sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.
"Oke oke gue percaya, trus loe masih ada urusan apa sama Kaila?" tanya Cerry masih dengan muka jutek nya.
"Gila gemes banget gue sama cewek nih, sok jutek gitu sama gue emang gue salah apa coba?" batin Remon.
"Gue ada urusan penting sama Kaila pinjem bentar ya nanti gue balikin lagi," ujar nya menarik tangan Kaila agar mengikuti nya.
Sedangkan Cerry nampak berteriak memanggil mereka, namun Remon sudah membawa nya ke dalam mobil.
Ingin menyusul namun Cerry ada kelas sebentar lagi, dia pun mengurungkan niat nya karna pelajaran juga penting.
Di tempat yang tak jauh Revan nampak memperhatikan mareka wanita yang di cintai nya berbincang dengan seorang pria yang tak di kenal nya.
"Siapa laki-laki itu, atau jangan-jangan dia pacar baru nya," ujar Revan terus memperhatikan Kaila.
Hingga Kaila pun nampak di tarik pergi meninggal kan Cerry sendiri Kaila mengikuti pria itu menaiki mobil.
Revan yang penasaran dan cemburu pun lantas mengikuti kemana mereka pergi.
Di dalam mobil Kaila nampak bingung dan sedikit takut di bawa paksa oleh Remon.
Mobil pun melaju dengan kencang meninggalkan area kampus.
"Sebenar nya ada apa?" tanya Kaila bingung.
__ADS_1