
"Sebenar nya ada apa?" tanya Kaila bingung.
"Kita ke rumasakit sekarang," ujar nya memacu mobil nya lebih cepat.
Kaila semakin bingung saja siapa yang skit kenapa Remon malah mengajak nya.
Hanya sepuluh menit mereka pun akhirnya sampai di rumasakit dengan selamat.
"Kak sebenarnya siapa yang sakit kok kakak ajak aku kesini?" tanya Kaila.
Mereka pun berhenti di depan kamar rawat, Kaila masih belum bisa berfikir jernih, semua nya buntu.
"Ayo masuk?" ajak nya menarik tangannya dan Kaila pun menurut saja.
Mata Kaila melotot tak percaya melihat wanita cantik yang terbaring lemah dengan tangan yang di pasangi infus juga satu perban di kepala nya.
"Kak Naura kenapa, apa yang terjadi sama kakak bangun kak ini Kaila." jerit nya memeluk tubuh Naura yang terbaring lemah dan tak bergerak.
Remon pun menarik Kaila agar tak terlalu dekat."Kamu tenang Kai Mba Naura hanya tertidur dia baru selesai minum obat saat aku tinggal tadi," ujar nya.
Kaila tak kuasa menahan tangis dia nampak segukan.
"Menangis lah Kai tapi jangan berisik kasian Mba Naura nya," ujar nya menarik Kaila agar duduk di sofa bersama nya.
Lantas di pun meminjam kan bahu nya untuk menjadi sadaran bagi Kaila yang masih syok melihat keadaan saudara nya itu.
"Sebenar -nya a-pa yang ter-jadi hik.. hik.. ?" tanya Kaila nampak terbata karna menahan tangis nya.
"Aku akan cerita semua nya tapi kamu tenang ya," ujar nya mengusap air mata Kaila dengan tisu yang ada di meja.
"Aku-aku hik ..hik..," Kaila pun semakin terisak dia sangat sedih melihat kakak nya itu.
Sedangkan Revan nampak mencari-cari keberadaan Kaila karna dia kehilangan jejak nya.
__ADS_1
"Sial kemana mereka, sebenar nya siapa yang sakit kenapa mereka kemari?" guman nya dia pun menunggu di tempat parkir dan duduk di dalam mobil dia sengaja menunggu di dekat mobil laki-laki itu.
.
Kaila nampak masih segukan, Remon terus menenangkan nya dan dia pun mulai cerita.
"Kai yang sabar ya, gue gak tahu harus mulai dari mana ini benar-benar sangat rumit," ujar nya, karna Remon juga tak tahu apa yang sebenar nya terjadi dan dia pun menceritakan nya dari awal.
Kemarin saat dia mengantar Naura pulang seperti nya baik-baik saja tapi tadi pagi Naura menelpon nya sambil merintih kesakitan.
Lantas dia segera ke rumah kakak ipar nya itu dia nampak tergesa, saat memasuki rumah itu nampak sepi namun ternyata dia tertegun saat melihat Naura nampak tergeletak pingsan di dekat tangga dengan kepala yang berdarah.
"Jadi loe juga gak tahu dia kenapa?" tanya Kaila dan Remon pun menggelengkan kepala nya.
"Tapi kemarin Kak Naura kan dari sini, sebenar nya dia sakit apa?"
"Kemarin dia gue paksa buat visum, loe bisa liat kan wajah nya kemarin agak bengkak,"
"Sebenar nya rumah tangga Mba Naura itu gak sehat dari awal gue udah bilang kalo si Ronal itu bukan cowok baik-baik tapi Mba Naura maksa katanya udah di jodohin sama almarhum orang tua nya,"
"Maksud loe gimana Mas Ronal gak sayang gitu sama Kak Naura, apa yang loe maksud visum ini gara-gara KDRT?" tanya Kaila dam Remon pun mengangguk.
"Gue juga baru tahu Kai soal nya gue kan jarang ke rumah mereka, apalagi kan Bokap gue udah gak tinggal sama mereka dan gue baru tahu kemarin dia sering di pukul oleh suami nya," ujar nya itu pun dia tak sengaja bertemu di jalan dengan Naura yang sedang menangis.
Ayah Remon menikah dengan Ibu nya Ronal jadi dia hanya saudara tiri saja, tidak tahu apa tentang rumah tangga kakak tiri nya itu.
Namun saat kemarin bertemu dengan Naura dia bisa tahu kalo Naura mengalami KDRT namun tak mau bicara, dia bisa tahu karna ibu nya pun begitu setelah bercerai ibu nya pun menikah lagi namun naas nya sering menerima perlakuan buruk oleh suami baru nya.
"Kita harus bantu kak Naura keluar dari rumah itu gue gak mau kak Naura mati konyol apalagi usianya masih muda," ujar nya.
"Oke nanti kalo Mba Naura sudah sembuh loe bawa dia ke rumah loe dulu, nanti kita urus semua nya sama-sama kita harus lapor polisi Kai," ujar nya dan Kaila pun mengangguk setuju.
Mereka pun menunggu sampai akhirnya Naura sadar."Kepalaku sakit sekali." guman nya namun masih bisa di dengar oleh Kaila sedangkan Revan sedang keluar mencari makan untuk mereka.
__ADS_1
"Kak Naura sudah sadar? mana yang sakit?" tanya Kaila khawatir namun Naura nampak tersenyum sambil menggelengakan kepala nya.
"Kaila kamu di sini, kok kamu bisa tahu kakak ada di sini sayang?" tanya Naura heran.
Dia tidak ingat apa-apa tadi dia pingsan di rumah dan tahu-tahu sudah ada di rumasakit.
"Aku sama Kak Remon," jawab nya.
Naura pun ingat karna tadi dia juga melihat Remon ada di sana."Remon nya mana, Kakak harus berterima kasih sama dia,"
"Oh itu dia lagi keluar cari makan," jawab nya.
"Kamu gak kuliah Kai?"
Kaila pun menggaruk kepala ny yang tak gatal."Aku izin hari ini," jawab nya.
Naura pun tersenyum melihat adik sepupu nya itu, dia masih ingat dulu sebelum ikut Oma nya ke Jakarta dia tinggal bersama Nenek Yani di Bandung.
Hingga dia harus menyelesai kan kuliah nya dan menetap di Jakarta umur Kaila dm Naura terpaut 10 tahun.
Dulu mereka sangat dekat namun setelah menikah Naura hilang tak ada kabar bahkan di sosial media pun nampak tak ada.
"Kakak sebenar nya kenapa? apa benar dugaan Kak Remon kalo Kakak menerima KDRT dari suami kakak?" tanya Kaila, namun Naura nampak diam.
"Jawab Kak, atau akan ku bunuh pria breng**k itu karna sudah menganiaya kakak," ujar nya menahan emosi yang menggebu.
"Sabar Kai semua gak seperti yang kamu pikirkan," kilah nya sambil menatap ke sembarang arah.
"Kakak jangan bohong tatap mata aku kalo kakak gak bohong ayo kak," bentak nya tak kuasa menahan rasa kesal.
Namun Naura nampak menangis mendengar Kaila yang nampak emosi memang sudah waktu nya dia angkat bicara karna selama ini dia hanya bisa diam.
"Maaf kan Kakak Kai, memang sudah seharus nya kakak jujur sama kamu, tapi kamu janji jangan bilang apa-apa sama keluarga kita," ujar nya dan Kaila pun menunduk.
__ADS_1