Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Mantan siapa?


__ADS_3

Abang pun begegas pulang ke apartemennya setelah mengantar Icha ke rumah Budenya, sedangkan Iqbal mengantar Mega ke kosannya.


"Kamu langsung pulang kan?" tanya Mega saat akan turun dari mobil.


"Kalo boleh aku nginep ya, janji gak bakal ngapa-ngapain sungguh kepala sangat berat." ucap nya sebari menyenderkan kepala nya di stir mobil, Mega pun sama setelah minum minuman itu Dia juga merasa sedikit pusing juga badannya terasa panas dan gerah.


"Ya udah ayo masuk, takut nya kenapa-napa di jalan." ujar Mega kasian melihat Iqbal.


Mereka pun melangkah menuju kamar Mega yang berada di lantai dua, Mega segera membuka kunci dan segera masuk.


Iqbal pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur sedangkan Mega ke kamar mandi membersihkan diri dan ganti baju.


Mega pun merebahkan tubuhnya di sebelah Iqbal, sungguh rasa pusing di kepalanya semakin berat membuatnya tak bisa berpikir lagi.


Pagi pun menyapa, Icha bergegas mandi dan bergabung dengan keluarga nya di bawah untuk sarapan, Sore nanti mereka akan kembali ke Bandung .


"Kenapa gak nginep lagi, baru juga kemarin masa udah mau pulang lagi." ujar Bude di sela makannya, sungguh Dia masih rindu dengan adik dan keponakannya.


"Maaf mba Yu,Bapak nya anak-anak harus kerja lagi, terus Ifa juga harus kuliah, nanti kapan-kapan kita kesini lagi ya, atau Mba yang ke Bandung sekalian liburan sama Mas Febri dan Nadia." jawab Bu Yani, sungguh Dia pun serba salah.


"Ya udah kalo begitu,kapan- kapan main ke sana, Cha kamu mau sekalin pulang bareng mereka?"


"Iya Bude, maaf Icha udah bikin Bude repot selama ini, makasih banyak buat semuanya." ucap Icha berdiri memeluk Bude nya,yang lain hanya melihat nya haru.


"Udah gak usah nangis, kamu gak pamit dulu sama teman-teman mu?"


"Nanti Icha keluar bentar sebelum pulang, mau ketemu dulu sama mereka." Izinnya Mereka pun mengangguk.


Di tempat lain, Mega baru saja mengerjapkan matanya saat kilau matahari menembus kaca kamarnya.


Mega pun melirik ke samping, saat ada tangan kekar yang memeluk nya, Dia pun meneliti pakaiannya Iqbal dan pakaiannya yang masih lengkap.


"Syukur lah," guman Mega, mendukukan tubuhnya dan menyingkirkan tangan Iqbal,namun Iqbal malah terbangun.


"Pagi sayang." ucap nya tersenyum seraya duduk di sebelam Mega.


Cup


Satu kecupan mendarat dibibir Mega, membuatnya melongo dengan apa yang di lakukan Iqbal.


"Morning kiss sayang." ucap nya tersenyum,Mega pun segara bangun dan masuk kamar mandi sungguh Dia merasa malu,Iqbal pun hanya geleng-geleng kepala.


Ponsel Mega pun berdering menampilkan Icha memanggil, Iqbal pun segera mengangkatnya.


📲Hallo ga, lama banget ngangkat nya, kamu pasti baru bangun kan kebisaan. " ucap Icha di sebrang sana.


📲Ini gue, ada apa nelpon pagi-pagi ganggu aja." jawab Iqbal.

__ADS_1


📲 Iqbal, kenapa ponsel Mega ada sama kamu mana Mega?" tanyanya bingung.


📲Ada lagi mandi, nanti gw sampein deh kalo kamu nelpon,"


📲Oke, bilangin aku pengen ketemu, aku tunggu di Restoran biasa jam 10."


📲Oke bye."


Iqbal pun menutup telpon nya saat pintu kamar mandi terbuka,menampilkan Mega yang sudah rapi memakai baju tak lupa handuk di atas kepalanya.


Iqbal pun bergegas ke kamar mandi segera mencuci muka dan gosok gigi.


"Kamu gak mandi?" tanya Mega heran sambil mengeringkan rambutnya.


"Enggak, aku langsung balik ya, harus ke bengkel kaya nya, tadi Icha telpon katanya di tunggu di Restoran biasa jam 10." ujarnya,menyisir rambut.


"Oke, baru juga jam 9."


"Mau bareng gak, kita cari sarapan dulu,kamu pasti laper kan,"


"Oke." jawab Mega


Mereka pun bergegas pergi meninggalkan kosan, mengendarai mobilnya mencari sarapan.


Mereka pun sampai di Restoran yang Icha maksud, Mega memutuskan menunggu Icha disana seraya sarapan bersama Iqbal yang megurungkan niatnya ke bengkel karna merasa kasian melihat Mega sendirian menunggu.


"Udah gak apa-apa, lagian Caffe nya masih sepi baru buka kaya nya," ucap Mega menghibur, melihat Iqbal yang cemberut.


"Kenapa Icha minta ketemu pagi-pagi sih, kalian janjian apa?" tanya nya penasaran.


Iqbal memesan coffe late dan roti panggang, Mega sendiri memesan roti isi dan juga coklat hangat.


"Icha cuma mau pamit katanya mau balik ke Bandung, katanya mau kerja di sana, aku jadi sedih gak ada teman lagi, sungguh tak ada yang sebaik Icha,dari dulu aku hanya dekat dengannya." ucap nya sendu, mengingat pertemuannya dengan Icha di Restoran Febri bekerja bareng di sana, hingga mereka dekat seperti sekarang.


"Udah gak usah sedih kan ada aku,nanti kita main ke rumah Icha kapan-kapan." Iqbal pun berusaha menengkan Mega agar tidak bersedih.


Akhirnya setelah 30 menit menunggu Icha pun datang dengan Abang, karna Icha melepon Abang agar menjemputnya.


"Hay kalian udah lama, maaf menunggu." seru Icha memeluk Mega.


"Gak apa-apa kok nyantai aja." ucap Mega tersenyum mereka pun duduk.


"Lo ikut pulang bareng Icha ,Bang?" tanya Iqbal.


"Ya iya lah, gw kesini kan sekalian jemput Icha, ya kan sayang, " ujar Abang dan Icha pun hanya tersenyum.


"Aku mungkin bakalan jarang kesini, aku titip Mega ya Bal, Dia sahabat aku, jangan pernah sakiti Dia ya?" Icha pun merasa sedih harus berpisah dengan sahabat-sahabatnya itu, sungguh Icha ingin sekali tinggal namun kasian Abang sudah lama menunggu nya.

__ADS_1


"Kamu tenang aja Cha, aku janji gak bakalan bikin kamu kecewa." ucapnya tersenyum.


Icha pun memesan jus jeruk sedang Abang memesan Cofe, Mereka pun berbincang .


"Kita jalan bareng yuk, sebelum kalian pulang." ucap Iqbal dan diangguki mereka.


Setelah membayar mereka pun bergegas pergi ke pusat perbelanjaan, Icha mengajak mereka menonton film bareng.


Kini mereka sudah mengantri membeli tiket, cukup para cowok yang membeli Icha dan Mega menunggu mereka seraya berbincang.


"Cha, itu bukannya kak Desta ya? sama siapa ya kamu kenal gak?" ucap Mega melihat Desta berjalan dalam kerumunan orang.


Icha pun melirik yang di lihat Mega, ternyata benar Desta juga ada disana.


"Oh itu Viona, anak nya tante Anisa, itu loh model yang terkenal itu." ujar nya.


"Ada apa?" tanya Iqbal penasaran dan Abang pun hanya diam menyimak.


"Gak apa-apa ayo masuk,film nya udah mau mulai." ucap Mega mengalihkan perhatian sambil merebut minuman di tangan Iqbal, mereka pun masuk ke dalam bioskop menikmati nonton bareng.


Setelah dua jam akhirnya film pun selsesai,mereka pun keluar malah berpapasan dengan Viona yang juga baru selesai nonton.


"ICha, gimana kabarmu kamu sama siapa?" tanya Viona memeluk Icha,dan Icha pun menyambutnya dengan senyuman.


"Kabarku baik, kamu sendiri sama siapa?" tanya Icha basa-basi.


Mereka saling melirik dan melihat Viona dan Icha, Iqbal menyenggol tangan Mega seolah meminta penjelasan, namun Mega hanya mengangkat bahunya.


"Aku sama teman kebetulan Dia sedang ketoilet, eh itu Dia." Menunjuk Desta yang berjalan kesana.


"Oh begitu ya, aku sama mereka?" menunjuk sahabat juga pacarnya.


Saat melihat Desta mata Iqbal membulat sempurna dan tangannya mengepal, masih kesal dengan sikap Desta terdahulu,suasana berubah jadi mencekam.


"Kamu udah selesai kenalin ini Icha teman aku." ucap Viona mengenlkan nya pada Desta.


"Hallo Cha lama tidak bertemu,bagaimana kabar mu, apakah kamu bahagia dengan laki-laki itu." ujar Desta tersenyum tipis melirik Iqbal,Icha pun ingin sekali pergi namun tidak enak dengan Viona.


"Kalian sudah saling kenal ternyata, apa jangan-jangan Icha ini wanita yang kamu maksud." ujar Viona yang tau kalau Desta punya mantan bernama Icha, dan Desta pun mengangguk.


"Astaga ternyata dunia ini sangat sempit." ujar Viona terkekeh, Icha hanya diam saja tak menjawab.


"Maaf kami harus pergi sekarang vi, kami duluan ya." ucap Icha .


Icha segera menyeret tangan Mega dan bergegas pergi meninggalkan mereka, Iqbal dan Abang pun menyusul mereka.


Sungguh, tidak terduga kenapa harus bertemu dengan nya pikir Icha, walau pun Icha sudah move on tapi kenangan pahit itu kembali berputar dalam bayangannya.

__ADS_1


__ADS_2