
Setelah menginap satu malam akhirnya pagi sekali Icha dan Abang pulang ke kota mengendarai mobil masing-masing.
"Loh Cha kenapa sudah pulang?" Tanya Ibu yang sedang menyiram tanaman melihat mobil Icha masuk ke garasi.
"Iya Bu, Abang tiba-tiba nyusul katanya ada yang mau di omongin. "Ujarnya seraya mencium tangan Bu Yani.
"Oh begitu ya, kapan Abang akan ke rumah? Biar Ibu sampaikan sama Bapa mu. "
"Nanti sore karanya, mau sekalian sama orang tuanya. " Ibu pun mengangukan kepala. "Ya udah Bu Icha masuk ya. "
Icha pun masuk ke dalam rumah nya, sungguh sangat lelah Dia pun merebahkan tubuhnya .
Bunyi telpon pun berbunyi, Icha pun segera mengangkatnya.
📲Hallo Asamualakum. "
📲Walaikum salam,lagi apa? "Jawab Mega di sebrang sana.
📲 Lagi santai aja, kamu sendiri? "
📲Aku lagi Di Bandung Cha, ketumuan yuk!"
📲Ah jangan becanda!!"
📲Serius Cha, kita nyampe tadi malam."
📲Oke kamu sekarang di mana? aku kesana deh sama Abang. "Ujarnya.
📲Di rumah tante Dian, mamah nya Mita kamu tau kan? "
📲Oke otw sekarang bye. "
Icha pun segera ganti baju dan menelpon. Abang, tak berselang lama Icha pun keluar kamar menemui Ibunya di belakang.
"Bu Icha pamit keluar sebentar ya ada perlu. "ujarnya seraya mencium tangan Ibu.
"Hati-hati ya nak. "Icha pun menganguk dan segera bergegas,terlihat Abang sudah siap menunggu di depan mobilnya depan gerbang rumah Icha.
"Udah siap? " Tanya Abang
"Udah yuk!! "
Mereka pun masuk ke dalam mobil, dan segera mobil pun segera berangkat.
"Kita mau kemana sih yang? " Tanya Abang melirik Icha yang serius dengan ponselnya.
"Ke rumah tante Dian masih ingat gak, itu loh tante nya Iqbal rumahnya yang sebelahan sama nenek nya."
"Ngapain? " Tanya nya heran.
"Ada perlu aja, nanti kamu juga tau kok. " Ujarnya dan Abang pun hanya mengagguk.
Setelah 30 menit akhirnya mereka sampai di depan rumah Mita.
"Akhirnya sampai ayo turun. "Ujarnya dan Abang pun turun mengikuti Icha di belakang mereka pun langsung mengucap salam.
"Asalamualaikum. "
Tak ada sahutan dari dalam, membuat Icha bingung lantas Dia pun menelpon Mega menanyakan dimana.
"Gimana? " Setelah Icha menutup telpon nya."
__ADS_1
"Di samping katanya,ayo kita ke rumah alm Nenek nya Iqbal mereka pada ngumoul di sana. "
Dan benar saja pintu rumah itu terbuka terlihat juga mobil Iqbal di sana.
Setelah mengucap salam mereka pun langsung masuk ke sana, di sambut pelukan hangat oleh tante Diah.
"Cha gimana kabar mu nak? " Ucap Bi Diah saat melepas pelukannya.
"Baik tante, kalian bagaimana? "
"kami juga baik jawab mereka. " Setelah menyalami Bi Diah dan Suami nya mereka duduk di kursi dan tak berselang lama Mega dan Iqbal pun datang dari belakang.
"Mega ih kangen. "Ucap nya berhamburan memeluk Mega, dan Iqbal pun hanya geleng-geleng kepala.
"Gimana kabar lo bro. "Ucap Abang bersalaman dengan Iqbal.
"Baik. "Ujar nya duduk di sebelah Abang.
"Kalian ngobrol aja dulu Bibi mau masak buat makan siang ."Ujar Bibi pamit, sedangkan Suaminya keluar sebentar karna ada perlu.
"Ko gak ngabarin dari awal sih mau ke sini. " ucap Icha duduk di sebelah Mega.
"Maaf kita lupa waktu nya mepet, dan ceritanya juga panjang. " Ucap Mega menunduk membuat Icha dan Iqbal saling melirik seolah bertanya.
"Sebenarnya ada apa? kalian gak nyembunyiin sesuatu kan. " Ujarnya Icha penasaran .
"Kita.. emmm. " Belum sempat Mega meneruskan Iqbal sudah angkat bicara.
"Udah biar aku aja yang cerita. "
Flasback
Pagi itu Mega terpaksa pulang ke rumahnya karna Dokter Syam memberikan kabar kalo Ibunya sakit ingin bertemu dengannya sedangkan Dokter Syam sendiri sedang ada di luar kota karna sedang ada seminar selama beberap hari.
Mas Ilham.
Jangan lupa tengok Ibu dek, Dia sepertinya merindukanmu, Mas gak bisa jagain Beliau untuk beberapa hari ke depan.
Setelah menbaca kabar itu Mega memesan taxi pagi itu dan bergegas pulang, namun pada saat sampai suasana rumah sangat ramai,Mega pun semakin penasaran.
"Astaga, Mama tidak mungkin. "Ujar nya berlari masuk ke dalam rumah yang begitu megah, setelah membayar taxi.
"Mama....Mama " Teriak nya saat sampai di dalam.
Namun hanya ada beberapa pelayan di sana, hingga kepala pelayan menghampirinya yang kebingungan.
"Non Putri akhirnya pulang, mari saya antar ke kamar, nyonya sudah menunggu. " Ucapnya dan mereka pun berjalan menaiki tangga menuju kamar orang tuanya.
"Mba, papa kemana? " Tanya nya.
"Lagi keluar Non ,mari silahkan. " ujarnya setelah membuka pintu kamar,setelah itu kepala pelayan itu pergi meninggalkannya dengan sang Ibu yang sedang terbaring di kasur.
"Mama !!"Ujarnya duduk di kasur dan mengelus tangan Mamanya .
Nyonya Arifin pun terbangun saat merasakan ada yang menyentuh tangannya.
"Put kamu pulang. " Ujarnya lemah seraya terbangun dan menyandarkan tubuhnya di rajang, sepertinya penyakin Mamanya kambuh lagi,kelurga Mega memanggilnya dengan sebutan Putri dan hanya teman-temannya yang memanggi Mega.
"Iya Ma, maaf Putri bikin Mama susah. " Ujar nya dan memeluk Mamanya haru.
"Udah gak usah nangis sayang Mama gak pa-pa, Mama kangen sama kamu nak, gimana kabarmu sayang. "Ujar nya mengelus kepala putri tercintanya.
__ADS_1
"Baik Ma, Putri kangen banget sama Mama. " Mega pun tak bisa membendung air mata nya sungguh Dia sangat merindukan pelukan Mamanya ,karna sejak Mega keluar dari rumah Dia jarang sekali bertemu dengan Mamanya.
"Put setelah ini kamu harus pergi yang jauh ya nak,Mama gak mau kamu kenapa-napa. "
"Maksud Mama apa? " Tanya nya bingung setelah melepas pelukan Mamanya.
"Kamu lihat di rumah ini sangat ramai?" Mega pun mengangguk.
"Papa mu sengaja membuat pesta karna keluarga Pak Dimas akan melamar mu nak, Papa sengaja menyuruh Ilham menghubungi mu agar pulang, di saat Ilham tidak ada di rumah,dan Papa menjadikan kesempatan ini karna Papa yakin kamu akan pulang. "
"Maksud Mama apa? apakah Mas Ilham tau kalo ada orang yang mau melamar aku? " ucapnya sambil menggelngkan kepala.
"Tidak tentu saja Mas mu tidak akan membiarkan seauatu yang buruk padamu, sebelum Papa mu pulang sebaiknya kamu pergi nak. "Ucap Ibu dengan sendu.
Sungguh hatinya sangat sakit saat mendengar suaminya akan menjodohkan Mega dengan Damar anak dari Pak Dimas pengusaha kaya sekaligus pemilik Universitas tempat Mega Kuliah dulu.
Tentu saja Nyonya Aripin tau bagaimana prilaku Damar selama ini, karna Dia mencari tau dan meminta orang memata-matai nya, sungguh benar viling nya kalo Damar bukan pria yang bail, namun Papa nya Mega tidak percaya karna Pak Arifin dan Pak Dimas susah berteman lama.
Mega pun menangis dalam pelukan Mamanya, sungguh Dia sangat bingung sekarang harus kemana Dia sedangkan kalo tinggal di sana Papanya akan mudah menemukannya.
"Put ambilin Mama kotak di dalam lemari itu. " Tunjuknya pada salah satu lemari.
Mega pun bangkin dan mengambil apa yang di katakan Mamanya.
"Yang ini bukan Ma. " ujar nya mengambil kotak di sana,dan Beliau pun menggangguk, Mega pun menyerahkan nya kepada Mamanya.
Nyonya Arifin pun mengeluarkan isinya,membuat Mega kebingungan.
"Ambil ini nak, Mama sengaja beli ini buat kamu, kalo kamu suatu saat butuh uang bisa menjualnya. " Ujarnya memberikan surat -surat penting padanya juga satu kotak perhiasaan.
"Apa ini Ma? "
"Ini adalah surat-surat Vila yang Mama beli, kalo suatu saat kamu butuh uang bisa kamu jual, dan ini perhiasan Mama turun temurun dari Nenek kamu simpan ya nak. " ucap nya menbuat Mega menangis sambil menggelengkan kepala.
"Enggak Ma, ini gak bener Putri akan pergi tanpa ini Ma. " Ucapnya menolak.
Namun Nyonya Arifin memaksanya, mau tak mau Dia memasukannya kedalam ranselnya.
"Udah sekarang kamu pergi, sebelum Papa datang, Mba Lina akan antar kamu jalan belakang. "
"Makasih Ma, Putri sayang Mama." Ujar nya memeluk Nya erat.
Setelah pamitan Mega pun bergegas pergi di antar kepala pelayan jalan belakang.
Dengan menahan tangis Mega pun segera meninggalkan Rumah menaiki taxi yang di pesan oleh Mba Lina.
Mega pun berhenti di kosannya dan segera menelpon Iqbal menceritakan semuanya, setelah itu Dia memasukan pakaiannya dan menitipkan motornya kepada Febri.
Setelah mengantarkan motornya ke rumah Febri, Mega menunggu Iqbal di sana bersama Nadia.
"Sebenarnya mau kemana sih?" Tanya Nadia heran melihat calon adik ipar nya membawa tas besar.
"Aku mau libura ke Bandung Ka, kangen sama Icha. " Ujar nya berbohong.
"Oh gitu ya. "
Tak berapa lama Iqbal pun datang dan pamitan kepada Nadia.
"Kita pamit ya Ka."Ujar mereka mencium tangan Nadia bergantian.
"Iya kalian hati-hati, kalo ngantuk istirahat dulu. " Ujar nya dan di angguki mereka.
__ADS_1
Mereka pun pergi meninggalkan Rumah Febri menuju Bandung.