
Ifa sampai di kampusnya lebih awal Dia menunggu sahabatnya yang masih di kelas, Dia menunggu nya di kantin sambil memainkan ponselnya.
"Hay ...." Ujar Rey yang baru saja datang,duduk di samping Ifa.
"Tumben kesini, kamu gak ada kelas? " Tanya Ifa sambil mengunyah makanannya.
"Kunyah dulu baru ngomong, kebiasaan emang kamu tuh, " Ujarnya terkekeh.
"Hmm... "
"Aku udah selesai kelas, kamu sendiri? "
"Belum masuk bentar lagi nunggu Dosen kiler katanya ada urusan dulu, "
"Ohh pantas saja, kamu makan apa sih kaya nya enak bangat, "
"Nasi lah apalagi, kamu mau? " Rey hanya menggeleng.
"Untuk yang semalam aku minta maaf yah, aku sedikit mabuk semalam, " Sesalnya, Ifa pun menghantikan makannya dan menatap wajah Rey.
"Kamu dapat minuman gitu dari mana? bukannya Adit gak minum ya? " ujarnya heran.
"Gak tau, pas semalam nongkrong emang udah ada aja, aku cuma minum dikit ko, "
Ifa pun hanya diam saja, tanpa berkomentar apa pun.
"Nanti malam jalan yuk, ada yang mau aku tunjukin sama kamu, " Ujarnya,Ifa pun mengangguk.
"Nanti malam aku jemput jam 7 kamu harus sudah siap ya, "
" Oke, aku kekelas sekarang ya bye... " Ujarnya, untung saja Dia sudah membayar makanannya.
Rey pun menatap nanar kepergian Ifa, Dia hanya diam tak bersuara hingga dering ponsel menyadarkannya.
"Iya Hallo...
"Kamu dimana, cepat pulang
__ADS_1
"Iya Mih, ini juga udah mau pulang ko
Setelah mematikan ponselnya, Rey pun bergegas meninggalkan kampus dengan mobil mewahnya.
Rey pun sampai di kediamannya, rumah terlihat sepi seperti tidak ada penghuni.
"Ya Tuhan Mamih kenapa? " Ujar nya menghampiri Ibunya yang terjatuh dari kursi roda.
"Tadi Ayahmu datang dan istri baru nya, mereka menanyakan surat-surat berharga, "Jawab Ibunya sambil menangis.
"Ayo Mih, Rey bantu Mamih ke kamar, " Ujarnya, Rey membantu Ibunya duduk di kursi roda, dan mendorong nya ke kamar.
"Bi Nah kemana? bukanya Rey tadi sudah bilang jangan kemana-mana? "
"Bibi ke pasar di antar Mang Arman, mereka tidak tau kalo Ayahmu akan datang, " Ujarnya , Rey pun membantu Ibunya berbaring di atas kasur.
Selama satu tahun ini Ibu nya tidak bisa jalan, Beliau mengalami struk ringan karna kecelakaan.
Setelah Ibunya lumpuh Ayahnya menikah lagi dengan wanita yang lebih muda.
Untung saja semua aset perusahaan atas nama Ibunya, karna Ibunya anak orang kaya, saat ini Ibunya harus bolak-balik perawatan ke luar negri agar bisa sembuh total, jadi Rey lah yang bertanggung jawab karna hanya Dia anak satu-satunya.
"Rey maafkan Mamih yang selalu menyusahkanmu nak, "
"Tidak apa-apa nanti kita cari suster lagi yang bisa jagain Mamih saat Rey tidak di rumah, " Ujarnya.
Nyonya Marina dulu seorang wanita karir Beliau sangat baik kepada siapa saja, hingga kecelakaan yang menimpanya, Dia di rawat oleh suster bernama Gea, wanita yang masih muda namun suster itu malah menggoda suaminya dan hingga akhirnya mereka menikah.
Selama di rawat suster Gea Nyonya Marina bukannya sembuh namun malah tambah parah, bahkan bicara pun susah, hingga Rey pun membawanya ke luar negri atas rekomendasi dari dokter.
Nyonya Marina pun hanya bisa pasrah dengan keadaannya beliau tidak bisa berbuat apa-apa.
"Mamih serahkan saja padamu, Mamih tau yang kamu lakukan adalah yang terbaik, " Ujarnya.
"Ya sudah Rey keluar dulu sebentar, " Ujarnya, dan Nyonya Marina pun mengangguk.
"Pak samsul, " Jawab satpam itu.
__ADS_1
"Iya Den ada yang bisa saya bantu? "
"Saya titip Mamih ya, jangan sampai ada yang masuk kemari, kunci semua pintu," Ujarnya dan pak Samsul pun mengangguk.
Rey pun pergi membawa mobilnya menuju rumasakit tempat Ibunya di periksa.
"Selamat siang Rey, apa yang membuatmu datang kemari, " Tanya Dokter itu.
"Aku ingin suster yang bisa merawat Mamih di rumah, " Ujarnya.
"Baiklah, saya akan mencari suster yang bertanggung jawab, maafkan saya kerna kelalayan saya salah memilih suster, "
"Tidak masalah, saya harap suster lali ini bertangung jawab, " Ujarnya.
"Baiklah nanti akan saya urus semua nya, dan nanti akan ada Dokter yang menggatikan saya, karna saya akan pindah tugas ke luar kota, " Ujarnya dan Rey pun mengangguk.
.
"Fot loe serius nih mau nginep di rumah gue, " Ucap Zahra melihat Ifa sudah berbaring di kasurnya.
Pulang kampus Ifa langsung pulang ke rumah Zahra, Dia juga sudah menyiapkan baju ganti di dalam mobil.
"Iya lah, ajak Mita sekalian jarang-jarang kita ngumpul kaya gini, " Ucapnya.
Zahra pun mengangguk dan segera menelpon sahabatnya itu.
"Gimana? " Tanya Ifa setelah Zahra mematikan ponselnya.
"Gak bisa, katanya banyak tugas besok ada kelas pagi, "
"Yah gak seru dong, " Ucap nya.
"Ya udah lah kan ada gue emang mau ngapain sih, gak jelas amat loe mah, "
"Gak ada cuma gak lengkap aja gitu kalo gak komplit, " Ucapnya.
"Nyokap bokap loe bakal lama di luar kota? "
__ADS_1
"Gak tau juga sih gue gak nanya, mungkin kalo udah selesai dengan urusannya langsung pulang, " Jawab Ifa dan Zahra pun mengangguk.