
Hari sabtu pun tiba Kaila dan keluarga nya berkujung ke rumah oma Yati alias bude Yati.
Icha dan keluarga nya bengkat dengan pesawat pagi, begitu juga dengan keluarga Mega mereka akan berkunjung ke rumah orang tua nya Mega.
Setelah Dokter Arifin meninggal atau Ayah nya Mega dia jadi sering berkunjung berbeda saat ada ayah nya Mega bisa di bilang hanya sekali atau dua kali ke sana, itu pun harus ada Syam yang menemani.
Berbeda jika ke rumah orang tua Iqbal mereka sangat sering bisa di bilang satu atau dua bulan sekali mereka berkunjung.
Setelah beberpa jam mengudara mereka pun akhirnya sampai di Bandara.
"Kita pisah di sini ya nanti kita ketemu di rumah nya kak Febri," ucap Mega.
Rumah Febri berada di samping rumah bude Yati, dan anak Febri lah yang menemani bude Yati selama ini.
"Oke kabarin aja kalo udah sampai di sana," jawab Icha memeluk sebentar sahabat nya itu.
Mega dan kelurga pun pamit ternyata Mega dan keluarga di jemput supir pribadi mama nya, mereka pun lantas berpisah di sana.
"Bun itu bukan nya tante Rima yah," ucap Kaila memperhatikan perempuan cantik dengan seorang laki-laki.
Icha pun menoleh dan benar ternyata itu sahabat nya Rima.
Icha pun lantas memanggil sahabat nya itu."Rima..!!"
Rima pun menoleh dan tersenyum lantas di pun menarik tangan gadis cantik yang sudah agak menjauh dari nya.
"Cha loe di sini juga?" tanya Rima memeluk sahabat nya itu membuka masker nya.
"Iya kangen banget gue sama loe," ujar Icha tersenyum melirik anak dan suami dari sahabat nya itu.
Rima dulu di jodohkan oleh orang tua nya, dengan anak rekan bisnis nya.
"Hallo Mas Anggara gimana kabar nya?" tanya Abang mengulurkan tangan kepada suami Rima.
"Baik Mas, kalian sendiri gimana?" tanya Anggara.
"Alhamdulillah," jawab Abang.
Lantas mereka berbincang sebentar sebelum meninggalkan Bandara.
Kaila nampak mengobrol dengan Mauza anak nya Rima, sedangkan Revan dan Aldian hanya menyimak.
__ADS_1
Setelah itu mereka pun lantas pamitan karna mobil yang menjemput keluarga mereka datang.
"Kita pamit ya nanti kamu ajak kerumah Bunda yah mereka kangen juga sama kamu," ucap Rima dan Icha pun mengangguk.
"Insya Alloh nanti kalo ada waktu kami mampir sebelum kembali ke Bandung," jawab Icha.
"Janji yah Cha jangan bohong terus gue sama yang lain nunggu kalian di rumah," ucap Rima.
Rima pun naik ke dalam mobil nya begitu juga dengan Icha.
Icha pun sama masuk ke dalam mobil nya bude Yati, ternyata mereka juga di jemput oleh sopir.
"Udah lama ya bun kita gak kesini, banyak yang berubah." ujar Kaila melihat ke jendela mobil kebetulan dia duduk di tengah dengan bunda ny sementara Revan duduk di jok belakang bersama Aldian dan ayah nya di depan bersama sopir.
"Iya bunda juga merasa gitu dulu waktu bunda kuliah di sini belum serame ini," jawab nya.
"Bunda kamu lagi nostalgia Kai biasa mengingat-ngingat zaman dulu," timpal Abang membuat Kaila menahan tawa.
"Ya iyah kamu tahu gak Kai banyak teman-teman Bunda yang ngajakin reoni, tapi Bunda gak ada waktu buat itu karna Ayah kalian begitu,"
"Coba kalo Bunda dulu berjodoh dengan Om Desta pasti aku akan tinggal di sini," jawab nya tanpa menoleh ke mereka.
Dia menepuk bibir nya lupa kalo ada Ayah nya di sana.
"Udah-udah ngapain sih bahas ginian," ujar Icha.
Sedangkan Revan berbisik ke telinga Aldian."Siapa Desta?" Aldian hanya mengangkat bahu karna dia tak tahu apa yang orang tuanya bahas.
"Maaf Bun itu sih Kaila yang mancing-mancing," kilah Abang menggaruk belakang kepala nya.
"Enak aja nyalahin, siapa juga yang mancing mana ada kolam ikan di sini," jawab nya.
Sedangkan Revan dan Aldian tampak menahan tawa nya, bisa saja istri kecil nya itu membuat suasana canggung menjadi hangat lagi.
Icha pun terbahak sambil mencubit pipi Kaila."Kamu tuh ya ada-ada aja sayang," jawab nya.
Mereka pun sampai di depan rumah dua tingkat itu, terakhir mereka datang kesana satu tahun yang lalu.
"Asalamualaikum!!" sapa mereka dan pintu pun terbuka terlihat Mbo membuka pintu.
"Walaikumsalam," jawab nya dia terkejut melihat Icha datang bersama keluarga nya.
__ADS_1
"Mba Icha ayo masuk, aduh kok gak ngasih tahu Mbo dulu kalo mau kesini kan Mbo bisa siapin makanan kesukaan Mba Icha," jawab nya mempersilah kan mereka masuk.
"Bude mana Mbo?" tanya Icha.
"Ada di kamar Mba biar saya panggilkan silahkan duduk," ujar nya.
Mbo pun berlari ke depan kamar Bude Yati dan mengetuk nya pelan.Ternyata Bude baru bangun dari tidur siang nya.
"Ada apa Mbo?" tanya wanita tua itu membenarkan kacamata nya.
"Mba Icha sama keluarga nya ada di depan Bu," ucap Mbo.
Bude Yati pun baru ingat kalo semalam Icha bilang mau kesana, dia pun langsung menghampiri mereka.
"Sayang kalian sudah datang, maaf Oma ketiduran," ujar Bude memeluk Icha kemudian Kaila setelah itu bersalaman dengan yang lain.
Oma Yati sempat diam melihat Revan di antara mereka.
"Suami nya Kaila Oma," ujar Icha memberk tahu.
"Oh iya maaf Oma lupa, maaf Oma tidak bisa hadir di acara kalian," ucap Oma sedikit menyesal.
"Tidak apa-apa Bude acara nya kan dadakan nanti kalo mereka menggelar resepsi aku kabarin," ucap Icha tidak enak.
Gara-gara rencana Dini yang ingin menikahkan mereka secara mendadak Icha jadi lupa memberi tahu keluarga nya yang lain termasuk Bude dan Mas Febri.
"Mas Faisal kemana Oma kok gak keliatan?" tanya Kaila.
Faisal adalah anak dari Febri dan Nadia, dia tinggal di rumah Bude Yati.
"Kuliah mungkin sebentar lagi pulang, apa kalian sudah lapar?"
"Belum Bude," namun Kaila melirik ke arah mereka pasti lapar lah perjalanan kan lumayan lama.
"Mbo lagi siapin makan siang untuk kalian tunggu bentar ya," ujar Bude.
Mbo pun meletakan minuman dingin di atas meja juga beberapa kudapan khas Jojga.
Satu toples emping melinjo, dan bermacam bakpia berbagai rasa tak lupa kue lumpur kesukaan Icha.
Ternyata Bude sudah memesan macam-macam kudapan kepada Mbah Janur, salah satu penjual kudapan khas Jogja yang terkenal sejak dulu.
__ADS_1
"Ayo minum dulu kalian pasti haus kan, dan itu kudapan yang kamu pesan semalam Cha semua kesukaan kamu," ujar Bude.
Icha pun hanya tersenyum ternyata Bude benar-benar membeli kan nya padahal semalam dia hanya becanda.