Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Ketiduran


__ADS_3

Kaila pun sudah pulang sekolah dengan tampang kesal, mengingat sebelum pulang Dia di terpaksa harus menunggu Haikal lama yang katanya ketiduran di rooftop sekolah.


"Udah gak usah monyong gitu bibir nya jelek banget loe, apa kata calon laki loe entar punya bini kaya bebek gitu bibir nya," canda Haikal langsung masuk ke kamar Aldian.


"Cckk sialan emang punya Abang dasar gak tahu diri, besok-besok gue gak mau lagi bareng loe," gerutu nya langsung masuk ke dalam kamar.


Kaila langsung melempar tas nya ke atas kasur sungguh Dia sangat lelah sekali dan langsung merebahkan tubuhnya di sana.


Sedangkan Haikal pergi keluar untuk bermain basket bersama teman-teman nya.


Sore hari Aldian pun pulang dari sekolah, Dia sangat kesal juga karna tiba-tiba ban motor nya kempas untung saja sudah hampir dekat komplek rumah nya, Dia terpaksa mendorong sampe rumah karna tak ada tambal ban di daerah sana.


Terdengar suara mobil yang terparkir di luar rumah, sudah pasti itu orang tuanya karna sudah waktu nya mereka pulang dari kantor.Icha dan Abang sudah biasa pulang sebelum adzan magrib.


"Asalamualaikum," sapa mereka barengan.


"Walaikum salam," jawab Al menuruni tangga, terlihat Dia sangat segar seperti nya baru selesai mandi.


"Kamu baru pulang Al?" tanya Abang saat anak bungsu nya menghampiri mereka.


"Iya Yah aku kan ikut les dulu," ujar nya mencium tangan orang tuanya.


"Oh iya Ayah lupa kalo hari ini kamu ada les, ya sudah Ayah masuk kamar dulu tunggu Ayah kalo mau sholat di musola," ucap Abang dan Dia pun mengangguk.


"Al teteh sama Abang kamu mana kok gak keliatan?" tanya Icha.


"Gak tahu bun kan Al baru pulang, mungkin di kamar, kalo Kak Haikal tadi chat aku katanya lagi latihan basket," jawabnya.


"Ya sudah Bunda sama Ayah mandi dulu yah," ujar nya.


Icha pun masuk ke dalam kamar nya di susul Abang di belakang nya.


"Ayah dulu sana mandi nya keburu Adzan kan mau ke mesjid,"


"Iya Bun," jawab nya mencium pipi Icha dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


"Ckk.. udah tua juga masih aja mesum nya," guman Icha menggelengkan kepala.


Icha membuka kerudung nya dan duduk di meja rias, Dia teringat chatan nya dengan sahabat nya tentang perjodohan anak nya.


"Apa aku omongin ini sama Kaila kali ya biar Dia gak terlalu kaget nanti nya," gumab Icha menggeser layar ponsel nya ke atas dan ke bawah.

__ADS_1


"Sayang kamu kok ngelamun, mana baju Ayah?" tanya Abang yang sudah selesai mandi.


" Astagfirul maaf sayang aku lupa, bentar." ujar nya. Icha pun masuk ke ruang ganti dan membawa baju suami nya juga sarung untuk sholat berjamaah.


"Ya sudah aku mandi dulu ya," ujar nya dan Abang pun mengangguk.


Icha pun masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Abang pergi ke mesjid bersama Aldian karna sudah terdengar Adzan.Biasanya mereka akan pulang setelah selesai sholat isya.


Setelah mandi Icha pun segera sholat magrib dan setelah itu Dia akan memasak untuk keluarga kecil nya karna dari dulu Dia yang memasak untuk keluarga nya.


Icha mempunyai art namun art nya itu tidak menginap Dia akan datang pagi sekali untuk bersih-bersih dan pulang sore hari setelah anak anak nya pulang.


Anak-anak nya pun rajin membersihkan rumah, bahkan mereka bisa mencuci baju mereka sendiri.


"Ehh ko ada yang kurang apa ya?" pikir nya saat pergi kedapur.


Biasanya setelah sholat magrib Kaila akan membantu nya memasak di dapur namun kali ini Dia tak melihat batang hidung anak sulung nya itu.


"Apa Dia masih sholat ya?" gumannya segera melangkah menaiki tangga menuju kamar Kaila.


Icha pun mengetuk pintu kamar Kaila." Kaila.. kai.. " teriak Icha di depan pintu.


Namun pintu kamar masih saja tertutup rapat, Icha pun membuka pintu kamar yang masih gelap.


"Ya Tuhan Kaila, ihh kamu tidur jam segini," ujar nya menepuk-nepuk kaki anak nya itu yang masih memakai sepatu.


"Kaila bangun, bunda hitung nih sampai tiga," teriak nya.


"Bunda apa apaan sih kok teriak-teriak sih?" tanya Kaila menutup telinga nya.


"Mandi terus sholat cepetan udah mau Isya," ucap nya Icha pun segera keluar dari kamar sambil geleng-geleng kepala.


"Pantas aja Bunda marah gila gue tidur lama banget," gumannya segera bangkin menuju kamar mandi.


Icha kembali ke dapur untuk melanjutkan masak nya Dia hanya menunis sayuran hijau tak lupa menggoreng udang tepung kesukaan Kaila, Dia juga memanas kan Rendang yang tadi pagi di bikin nya sebelum ke kantor.


"Asamualaikum," ucap Haikal yang baru saja pulang bermain basket.


"Walaikum salam, Haikal kamu baru pulang?" tanya Icha.


"Iya, aku langsung masuk ke kamar ya Tan mau mandi dulu gerah,"

__ADS_1


"Ya udah sana, jangan lama-lama kita makan malam bersama,"


"Baiklah,"jawabnya.Haikal pun berjalan menaiki tangga menuju kamar Aldian.


Abang dan Aldian pun sudah kembali dari mesjid mereka mengganti baju dan bergegas ke ruang makan.


"Loh Kaila mana kok tumben belum ke sini?" tanya Abang heran melihat kursi Kaila masih kosong.


"Masih di kamar kali Yah, biar Bunda panggil dulu bentar ya," Icha pun berjalan menaiki tangga dan berpapasan dengan Aldi dan Haikal yang akan turun makan malam.


"Loh bunda mau kemana,bukannya kita mau makan malam bareng?" tanya Al.


"Sayang kamu panggilin kakak kamu sana, bilang cepetan Ayah sudah laper," ucap nya dan Al pun mengangguk.


Icha pun kembali ke ruang makan bersama Haikal.


"Loh Kaila nya mana bun?"


"Lagi di panggil sama Al," jawab nya segera mengambil kan nasi dan lauk untuk suami nya.


"Haikal mau tante ambilin nasi nya?" tanya Icha.


"Boleh boleh," jawab nya tersenyum.


Icha pun memberikan piring yang sudah terisi nasi dan lauk nya.


"Kai duduk sayang jangan cemberut aja," ucap Icha menarik kursi di sebelahnya.


Mereka pun makan dengan lahap tanpa ada yang berbicara.


Setelah selesai makan mereka membubarkan diri, Kaila membantu Icha membereskan meja dan mencuci piring bekas makan mereka.


"Kai duduk dulu sini bunda mau bicara sama kamu," ujar nya.


Kaila yang akan meninggalkan dapur pun mengurungkan niat nya dan kembali menatap Bunda nya.


"Bunda mau bicara soal apa?" tanya Kaila heran.


"Tentang masa depan kamu, kamu masih ingat kan tentang perjodohan itu?"


"Mereka akan berkunjung hari minggu ke sini,"

__ADS_1


"Hahh.. maksudnya apa?"


__ADS_2