Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Angin segar


__ADS_3

"Hey ko malah ngerumpi di sini sih, mana kopi Ayah?" tanya Abang yang tiba-tiba menghampiri mereka di dapur.


Kaila dan bunda nya pun menoleh karna kaget."Ayah ihh ngagetin aja," ujar Kaila sedangkan Icha nampak membuat kan kopi untuk suami nya.


"Ya udah yukk kita ke depan, bunda udah bikinin minum untuk semua," ajak Icha membawa nampan berisi beberapa gelas teh dan satu gelas kopi.


"Bun bronis nya masih ada kan?" tanya Kaila.


Icha pun diam mengingat-ngingat."Coba liat di kulkas kalo gak salah Ayah kemarin beli tapi bunda lupa naroh nya dimana,"


Kaila pun lantas membuka kulkas dan benar saja ada."Ayah tahu aja kalo aku pengen yang tiramishu," ujar nya cengengesan.


Abang pun tersenyum."Itu di kasih sama teman Ayah, mana Ayah tahu kamu suka yang kaya gitu biasanya kan kamu suka yang coklat aja,"


"Ya udah yuk bawa ke ruang tv," ujar bunda Icha.


Icha pun meletakan minum nya di atas meja, dan Kaila pun sama meletakan dus bronis nya di sana dan di awali dengan dia yang makan.


"Enak banget bunda mau?" tanya Kaila namun bunda nya menggeleng pelan.


Icha malah mengambil kripik kentang yang ada di samping Aldian, dulu Icha juga sangat menyukai makanan itu namun entah kenapa setelah menikah Icha mengurangi yang manis-manis.


"Bunda kamu mah udah manis Kai, kalo di tambah itu takut nya diabetes," ucap Abang membuat Icha terkekeh.


Kaila mampak melongo mendengar candaan Ayah nya sedangkan Aldian masih asyik dengan games di ponselnya.


"Al gimana sekolah kamu?" tanya Icha, memeperhatikan anak laki-laki nya yang sudah menginjam remaja.


"Biasa aja bun," jawab nya tanpa menoleh.


"Katanya kamu lagi dekat sama cewek nya, kenalin dong sama bunda," godanya dan sukses membuat Aldian kaget.


Sedangkan Kaila masih makan Bronis, dia hanya menyimak pembicaraan mereka.


"Bunda tahu dari siapa, uhh pasti si cengeng Thania udah ngadu yang enggak-enggak sama bunda," ujar nya.


Thania adalah anak dari Adit dan juga Mita, umur nya satu tahun lebih muda namun karna dia pintar jadi satu kelas dengan Aldian.


Kaila pun tertawa mendengar jawaban adiknya."Apa dia masih suka gangguin kamu dek?" tanya Kaila.

__ADS_1


Aldian pun mendengus kesal pasti Kaila tahu itu karna mereka satu sekolah.


"Gak usah nanya kak kalo udah tahu," jawab nya.


Orang tua nya pun ikut tertawa melihat anak nya merajuk, Aldian memang sifat nya irit bicara dan susah bergaul hanya satu dua saja yang mau berteman dengan nya.


Kaila bilang kalo Aldian itu kulkas karna sifat nya yang dingin, bukan hanya ke orang lain saja tapi kepada saudara nya pun begitu.


"Kalo aku denger sih dia lagi deket sama Sasa teman sekelas nya, itu loh bun yang rambut nya suka di kepang dua," ujar Kaila sedangkan Aldian nampak tak suka kakak nya bercerita pada orang tuannya.


"Ohh gak papa lagian juga sih kalo Aldian dekat sama perempuan berarti dia normal," ucap Ayah nya terkekeh.


Sekarang giliran kaila yang mendelik."Giliran Al aja boleh pacaran, kalo sama aku mah gak boleh," ucap nya merajuk.


Kini giliran Aldian yang tebahak Melihat Kaila cemberut."Rasain emang enak, aku kan kesayangan mama sama papa jadi mereka gak larang aku dekat dengan siapa pun,"


Kaila pun merengek minta di bela."Bunda kata nya mau bicara yang tadi sama Ayah," pinta nya memelas.


Ayah nya pun menoleh seolah meminta penjelasan."Ini loh yah anak gadis kamu juga kata nya udah punya pacar,"


Abang pun melongo."Hahh kapan, kenapa Ayah baru tahu?" tanya Ayah nya kaget baru aja tadi ngomongin pertunangan ini apa.


"Kai jelasin sama ayah ini apa maksud nya?" tanya ayah nya serius.


Kaila pun melirik bunda nya sambil memainkan jari tanga nya sungguh dia sangat takut kalo ayah nya marah.


"Maafin Kaila yah, udah bohong sama kalian, jujur Kaila emang udah punya pacar," jawab nya menunduk.


Abang pun menghela nafas."Ya sudah kami gak akan maksa kamu lagi buat melanjutkan perjodohan itu, tapi kenalin dia ke ayah sama bunda ya," ujar nya Abang tidak mau egois melakukan kehendak nya.


Mata kaila pun berbinar dan segera berhamburan memeluk ayah nya."Makasih ayah Kaila sayang ayah," gumannya.


"Sama bunda gak sayang?" tanya Icha yang duduk di belakang nya.


Kaila pun pindah memeluk bunda nya."Kaila juga sayang sama bunda,"


"Issst lebay," ujar Aldian menggelengkan kepalanya.


"Iri bilang bos," ujar Kaila terkekeh.

__ADS_1


Setelah perbincangan itu Kaila masuk kedalam kamar nya dia langsung mangambil ponsel nya dia mengusap ponsel nya mencari chat dari Andra namun tidak ada.


Malah chat dari Revan yang terlihat di ponsel nya."Ngapain kak Revan chat gue gak biasa nya?"


Kaila pun segera membuka nya satu persatu.


[Kaila ini gue, apa kita bisa ketemu besok]


[Kalo bisa bales chat gue yah]


[Ko gak bales sih, gue ada di Bandung loe gak kangen sama gue]


[Kai loe beneran udah tidur ya]


[Gue tunggu balasan dari loe]


Itu lah beberapa pesan yang Revan kirimkan, Kaila pun heran kenapa juga Revan ingin ketemu sama dia bukannya Revan gak suka jalan sama dia aneh banget pikir nya.


Kaila pun melirik sudah jam 10 malam, namun dia melihat Revan masih online, Kaila pun mengetik balasan untuk Revan.


[Ngapain ngajak ketemu, bukannya loe gak suka ya ketemu sama gue]


langsung terkirim dan centang biru, terlihat Revan mengetik balasan.


[Aku minta maaf udah bicara kasar dulu sama kamu Kai]


Kaila pun tersenyum sinis membaca pesan dari Revan, dia tahu Revan seperti apa seperti nya orang tua Revan yang menyuruh nya gak mungkin kan di mau minta maaf.


[Maaf gue sibuk]


Setelah membalas Kaila pun merebahkan tubuhnya di atas kasur namun pikiran nya entah kemana, dia teringat perkataan Desi yang melihat Andra makan malam dengan wanita.


Kaila pun kembali mengambil ponsel nya melihat Andra online beberapa menit yang lalu.


"Online tapi gak bales satu pun chat dari gue keterlaluan kamu kak, besok gue harus cari tahu kenapa kak Andra berubah," ujar nya.


Saat Kaila akan menyimpan ponsel nya,tiba-tiba ponsel itu bergetar tanda ada panggilan masuk.


Kaila pun menghidupkan lagi lampu kamar nya karna terlihat Vc dari sana.

__ADS_1


__ADS_2