Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Ke Apartemant


__ADS_3

Setelah drama tadi pagi akhirnya mereka sampai di Apartemant milik Revan, mereka akan sementara tinggal di sana.


Di sana ternyata sudah ada orang tua Revan, yaitu Dini dan juga Adam, mereka di sambut hangat oleh orang tua itu.


"Sayang kok cemberut sih Revan jahatin kamu?" tanya Dini, namun Kaila hanya menggelengkan kepala nya.


"Aku gak papa kok ma," jawab nya tersenyum manis.


"Sudahlah ma, mungkin Kaila cape biarkan dia istirahat," ucap Adam.


Mereka tidak tahu saja Kaila sangat kesal dengan Revan yang seenak jidat nya, selama perjalanan Kaila nampak terus menggerutu sedangkan Revan hanya tersenyum melihat istri nya itu.


"Aku mau di sini aja sama mama," jawab nya sedangkan Adam nampak menghampiri anak nya yang ada di balkon Apartemant duduk sambil menghisap Vape di mulut nya.


"Kamu gak apa-apain dia kan nak?" tanya Adam ikut duduk di sebelah nya.


"Kenapa sih papa kok nanya kaya gitu?" tanya Revan heran.


"Ya takut nya kamu berbuat kasar sama dia, awas ya kalo dia gak mau gak usah di paksa," ujar nya sedangkan Revan hanya terkekeh mendengar ucapan papa nya itu.


"Papa tenang aja aku mencintai nya gak mungkin aku berbuat kasar pada nya, aku juga gak mau mengecewakan kalian bagiku pernihakan adalah hal yang sakral dan aku hanya akan melakukan nya sekali dalam hidup ku," jawab nya.


Adam pun tersenyum."Bagus son kamu memang anak papa," ujar nya menepuk pundak Revan pelan.


Sedangkan Revan tak merespon ucapan papa nya, dia masih teringat dengan ucapan Kaila tadi tak mau ikut ke Jakarta.


"Oh ya pah, apa aku tinggal di sini saja ya Kaila seperti nya tidak mau ikut aku ke Jakarta," ujar nya.


"Ya sudah nanti kamu kerja di perusahaan nya om Arif kalo gak mau kembali ke Jakarta," ucap Adam.


Gak papa lah dia berhenti menjadi CEO yang penting bisa bersama Kaila terus.


Setelah lama berbincang Dini dan Adam izin pamit kembali ke Jakrta.


"Hati-hati ya mah, pah," ucap Kaila memeluk mereka bergantian.


"Iya kamu juga jangan cape-cape kasih tahu kita kalo ada kabar baik," ucap Dini mengelus perut rata Kaila.

__ADS_1


Revan hanya tertawa pelan, sedangkan Kaila nampak bengong, dia bingung melihat mama dan papa nya tergelak.


Kaila pun menoleh ke arah Revan seolah bertanya sedangkan Revan malah mengangakat bahu nya seolah tak tahu.


"Sudah gak usah di pikirkan, mama sama papa pamit ya." ujar Dini. Mereka mengantarkan Dini dan Adam sampai ke depan pintu.


Setelah melihat mereka pergi Kaila pun lantas bertanya."Apa sih maksud mama tadi?"


"Aku gak tahu," jawab nya tanpa menoleh masih asyik memangku leptop di pangkuan nya.


"Isst dasar nyebelin," ujar nya menghentakan kedua kaki nya lantas dia pun pergi ke dapur untuk mengambil minum.


"Kai bikinin aku minum," teriak Revan.


Kaila pun mendelik kesal kenapa gak ambil sendiri aja sih dia kan juga lagi diem pikir nya.


Kaila pun mengambilkan satu gelas besar air putih dan menyimpan nya di meja dekat tempat duduk Revan.


Sedangkan diri nya membuat jus jeruk, kebetulan di dalam kulkas banyak buah-buahan segar, lantas ikut duduk di sofa namun agak jauh dari Revan.


"Yang bener aja dong, kamu tuh niat gak sih bikinin minum buat suami kamu," ujar nya menekan kan nama suami di belakang nya.


Revan pun beranjak dari duduk nya dan meneguk habis jus jeruk yang milik Kaila yang baru di minum sedikit oleh Kaila.


"Punya gue ihh kok di habisin sih dasar nyebelin," ucap nya kesal untung saja ponsel nya tak terlempar.


Sedangkan Revan hanya tersenyum seolah mengejek nya, dan duduk kembali di tempat nya tadi.


"Dasar nyebelin awas aja nanti gue bales," gerutu nya kesal.


"Hey kamu ngomong apa, jangan mengumpat aku masih bisa dengar," ujar nya tanpa menoleh.


Sedangkan Kaila nampak kesal dia mengerucut kan bibir nya sambil terus membalas pesan dari Desi.


"Kak kamar nya ada dua kan, gimana kalo kita pake kamar masing-masing," ujar nya.


"Kalo kamu mau ya silahkan bereskan, karna sudah lama tidak terpakai," jawab nya sedikit ketus.

__ADS_1


Dalam hati nya pun tersenyum bagai mana pun Kaila pasti gak akan mau tidur di kamar itu.


"Ya udah mana kuncinya?" tanya Kaila langsung berdiri.


"Gak di kunci kok lansung masuk aja," jawab nya.


Kaila pun melangkah menuju kamar sebelah, namun baru saja masuk dia harus melebarkan matanya.


"Kakak ihh yang bener aja loe ngerjain gue," ujar nya menutup hidung nya karna banyak sekali debu di dalam sana.


Sedangkan Revan hanya terkekeh."Kan aku gak nyuruh kamu buat tidur di sana, kamu yang minta yah," ujar nya.


"Isstt sebel benget.. loe tuh nyebelin," Kaila pun lantas masuk kedalam kamar dan menutup pintu nya keras.


Revan hanya menggelengkan kepala nya, namun bukan nya marah dia semakin tertarik dengan dengan gadis itu.


Malam hari nya Kaila memasak di dapur sedangkan Revan nampak duduk di kursi makan memperhatikan istri nya yang cekatan dalam memasak.


Dia pun tersenyum simpul melihat keahlian istri nya itu, sungguh bonus bagi nya memiliki istri yang serba bisa bahkan bisa di bilang sempurna.


"Ngapain liatin gue kaya gitu?" tanya Kaila menata makanan nya di meja.


"Kamu cantik," blus wajah Kaila memerah seketika namun dia berusaha menetralkan perasaan nya.


"Gak usah lebay deh loe semua cewek pasti cantik lah," jawab nya sedikit salah tingkah.


Mereka pun makan dengan lahap tanpa ada lagi yang mulai bicara hingga makan malam selesai.


Kaila pun menghampiri Revan di ruang tv, sambil membawa satu cangkir teh untuk dirinya.


"Kak.. gue boleh ngomong sesuatu gak sama loe?" tanya Kaila sedikit sungkan,walau pun mereka sudah di jodohkan dari dulu tapi meraka jarang sekali bertemu.


"Mau ngomong apa hmm?" tanya Revan mematikan layar Tv nya dan menatap lekat wajah Kaila.


"Itu.. apa gue boleh kuliah di sini?" tanya Kaila menundukan wajah nya takut bercampur malu.


Revan pun tersenyum setelah mengenal Kaila dia jadi berubah 180 drajat, tak ada perkataan pedas lagi keluar dari mulut nya.

__ADS_1


"Kamu beneran gak mau kuliah di jakarta?" padahal dia berharap Kaila ingin tinggal bersama dengan nya juga keluarga nya dan kuliah di sana.


"Gue gak mau jauh dari orang tua gue," memang benar Kaila adalah gadis yang manja kala di rumah namun berbeda 180 saat di luar tumah.


__ADS_2