Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Flas back


__ADS_3

Berbeda dengan Icha yang tengah bahagia, Ifa malah cemberut setelah menerima telpon dari Rey.


Pada saat di rumah Neneknya Zahra kemarin Rey terus saja mendekati Ifa, dan yang harus Ifa ingat kalo Rey tidak akan pernah mau putus sampai kapanpun.


"Isss kenapa sih ko jadi kaya gini,niatnya pengen menjauh ehh Dia malah terus nempel. "Gumannya.


Ifa pun menerawang hari kemarin yang sangat menjengkelkan baginya.


Flasback


Malam itu Ifa dan yang lain menginap di rumah Neneknya Zahra, di sana hanya ada 3 kamar Ifa dan kawan-kawan wanita tidur bertiga,sedangkan para laki-laki tidur ber 5 karna kasur cuma cukup berdua yaitu Rey dan Adit yang lain tidur di bawah beralaskan kasur lantai.


Pagi hari pun menyapa, mereka pagi sekali sudah bangun,para wanita membantu Nenek di dapur sedangkan para lelaki membantu Kakek ke kebun mengambil sayuran.


"Fa kamu tega ya sama aku, setelah aku move on darinya kamu malah bikin kita dekat. "Ujar Mita.


"Udahlah Mit kamu cuekin aja, ingat dulu aja waktu kamu ngejar-ngejar Dia, malah sengaja bikin kamu kecewa. "Seru Zahra membuat Mita semakin kesal.


"Hey Adit udah berubah,kalian jangan kaya gitu dong ,kita liat seberapa besar pengorbanannya kalo Dia serius. "Ucap Ifa dan Zahra pun mengengguk,Ifa sangat yakin kalo Mita masih mencintai Adit.


Setelah selesai masak mereka membawa nya ke tempat lesahan di belakang rumah Nenek mereka menyiapkan makan ,suasanya sangat sejuk di sana ada kolam ikan juga hamparan sawah yang mulai menguning.


"Fa lo kenapa sih kaya banyak pikiran? "Tanya Mita yang selalu peka.


"Ahh enggak pa-pa ko. "Jawab nya tersenyum canggung.


"Hay kalian udah datang. "Ujar Mita melihat para Lelaki baru saja pulang dari ladang.


"Iya lumayan cape, jalannya licin. " Jawab Sandi merangkul bahu Zahra, membuat semua orang geleng-geleng kepala dengan ke posesifannya.


"Ya elah manja lo. " Ucap Adit memukul kepala Sandi pelan.


"He he he biarin kalo lo mau tinggal ikutin aja wlee.. " balas Sandi sambil terkekeh.


"Udah ayo makan." Ujar Ifa pusing mendengar ocehan teman-temanya.


Mereka pun makan dengan lahap di iringi canda tawa, sungguh membuat Nenek dan kakek bahagia dengan ke adaan mereka.


Siang nya mereka berkeliling melihat kebun teh bersuka ria melihat pemandangan yang indah di mata, Ifa berusaha menjauh dari Rey, Dia sengaja menyibukan diri dengan teman-teman yang lain hingga senja pun tiba.


Kini mereka pamit pulang karna sudah mulai sore, setelah pamit mereka menaiki motornya masing-masing seperti kemarin Ifa berboncengan dengan Rey.

__ADS_1


Saat setengah perjalanan Rey menghentikan motor nya karna hujan deras menerpa, karna jarak dengan tenant temannya sangat jauh Ifa terpaksa berhenti di depan salah satu ruko yang tutup.


"Kita berteduh dulu di sini yah,nunggu ujannya reda. " Ucap Rey membuka helm nya,Ifa pun hanya mengangguk.


Ifa sengaja cuek agar membuat Rey ilfil padanya, namun yang Ifa lakukan membuat Rey gemas.


"Udah jangan marah terus dong, sini liat aku. " Membalikan badan Ifa agar menghadap nya,menggenggam tangan Ifa erat.


"Tatap mata aku, au gak pernah bohong sama kamu, aku benar-benar cinta sama kamu,jangan pernah dengarkan kata orang lain, aku dan Anggel dulu hanya dekat dan tak ada hubungan apa-apa karna dari dulu hanya kamu wanita satu-satu nya yang aku cinta." Ucap nya serius.


"Terus apa aku harus percaya sama kamu, sedangkan aku dengar sendiri mereka bilang begitu. "Ucap nya menghempaskan tangan Rey kasar.


"Plis percaya sama aku, jangan dengar kata orang lain,sampai kapan pun kita gak bakal putus. "


"Terserah, aku gak peduli. " Ujarnya membuat Rey prustasi.


"Ayo hujan udah reda, jangan sampai kita pulang kemalaman. " Ujar Ifa memekai lagi helm nya setelah melihat hujan sudah reda.


Rey pun menjalankan motornya dengan kecepatan sedang, karna jalanan sangat licin.


Hari pun mulai gelap akhirnya mereka sampai di depan gerbang rumah Ifa.


"Makasih. " ujarnya turun dari motor dan memberikan helm nya kepada Rey.


Rey pun bergegas pergi setelah melihat Ifa masuk ke dalam rumah.


Flas back Off


Pagi itu Ifa sengaja berangkat lebih pagi membawa motornya.


"Pagi Bu, ko sepi pada kemana. " Ucap Icha melirik kursi makan yang kosong.


"Bapa sudah berangkat kan mau keluar kota, sedangkan Ifa sudah berangkat." Icha pun mengangguk sambil mengunyah roti bakar nya.


"Icha juga berangkat sekarang ya, takut macet. " ujarnya seraya meminum habis susunya.


"Hati-hati ya nak. " Icha pun mencium tangan Ibu nya seperti biasa dan bergegas keluar setelah pamit.


Icha pun melirik kanan kiri karna mobil Abang belum keluar.


Icha pun keluar gerbang bermaksud menyusul tunangan nya itu, karna takut kesiangan, namun mobil Abang sudah terlihat akan keluar.

__ADS_1


Icha pun menunggu nya di pinggir jalan sambil mengotak atik ponselnya.


"Ayo. " Ajak Abang, namun Icha malah diam saja saat ada Nur duduk di sebelah Abang.


Melihat Icha diam, Abang pun keluar membujuk nya sedangkan Nur senyum puas melihat mereka bertengkar.


"Ayo, ko malah bengong, kita antar Nur ke kampus nya, maaf Dia merengek pengen duduk di depan, aku udah nolak tapi gimana Dia keras kepala. "Bisik nya membuat Icha kesal.


"Ya udah aku bawa mobil sendiri aja, kamu sana anterin Dia. "Ujar Icha meninggalkan mereka.


"Sayang jangan marah dong, aku minta maaf ya ini terakhir kali Dia bareng kita, " Ucap Abang memelas, hingga Icha pun mau tak mau duduk di belakang.


Mereka pun berangkat bersama, tak ada pembicaraan apa pun hany suara musik yang terdengan, Abang sesekali melirik kaca melihat Icha serius dengan ponselnya membuat Abang merasa bersalah.


Setelah mengantar Nur, kini Abang mengantai Icha ke kantor, Icha tetap duduk di belakang tanpa mau pindah ke kursi depan.


"Sayang jangan marah dong, maafin aku ya. " Bujuknya namun Icha hanya diam saja.


Akhinya sampai di kantor Icha pun bergegas keluar mobil tanpa berpamitan kepada nya, Abang pun menjambak rambutnya kasar, sungguh Dia bingung harus bagai mana.


Abang pun melajukan mobil nya ke kantor nya yang tak jau dari sana.


Di sisi lain Ifa sudah ada di rumah Mita, sengaja berangkat pagi sekali agar tidak bertemu dengan Rey.


"Masih pagi dan di sini aja lo. "Ujar Mita melihat Ifa sudah duduk di atas kasurnya.


"Gw lagi bt poko nya, malas ke kampus juga. "Ujar nya.


"Emang ada masalah apa sih?"


"Gak papa lagi males aja, apalagi Dosen kiler yang ngisi kuliah tambah pusing pala gw. "


"Terserah lo aja lah, gw ada kelas siang gimana kalo kita jalan biar lo gak pusing. "


"Oke, tapi gw tidur dulu bentar ya ngantuk banget rasanya. "


"Kebiasaan begadang lo gak pernah berubah bebz, semalam lo tidur jam berapa? "


"Jam 1 lah kira-kira, habis ada acara lamaran teh Icha, eh malah gw gak bisa ridur. "


"Ya udah tidur aja, gw mau ke dapur bentar. " Ujanya dan Ifa pun mengangguk dan merebaahkan tubuhnya di kasur empuk Mita.

__ADS_1


Sedangkan Rey di buat kesal karna saat Dia sampai di depan gerbang rumah Ifa, Ibunya Ifa mengatakan kalo Ifa sudah berangkat.


"Ah sial. " Ujarnya mengemudikan motor dengan kencang.


__ADS_2