Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Perhatian Clara


__ADS_3

Satu minggu berlalu kini Kaila sudah keluar dari rumasakit dan luka di tangan nya pun sudah mulai membaik.


Revan sangat perhatian sekali dengan istrinya itu apalagi Kaila masih mual di pagi hari.


Keluarga Revan pun sudah tahu kalo Kaila hamil begitu juga dengan orang tua Kaila, mereka semua sangat bahagia mendengar nya terutama Bunda Icha.


Bunda Icha berharap kandungan Kaila baik-baik saja dan bisa menjaga pola makan nya agar bayi nya tetap sehat.


Bunda Icha masih ingat sekali saat mengandung anak pertama nya itu dulu juga dia sama merasakan mual dan muntah-muntah selama 4 bulan kehamilan nya.


"Kamu kenapa sih Bun kok melamun, apa kamu masih kepikiran dengan Mba Dina yang udah bawa kabur uang kamu?" tanya suami nya Abang Zaenal bingung.


Apa mungkin Icha masih memikirkan apa uang nya yang hilang di tipu oleh Mba Dina, kalo di telusuri lebih lanjut Mba Dina itu adalah teman nya saat dia bekerja di perusahaan Mas Hermawan.


Dia tidak menyangka kalo Mba Dina benar-benar wanita yang licik bahkan Dina membuat beberapa tiruan hasil desain nya jujur Icha sangat kecewa dengan wanita itu.


Namun Icha berusaha tenang dan tidak pernah menunjukan kesedihan nya karna dia sangat hapal betapa gampang marah nya suami nya dan bisa saja Abang melakukan hal yang tak di inginkan.


"Enggak kok Yah, aku cuma kepikiran sama Kaila aja rasanya kangen aja udah lama gak ketemu," jawab nya tersenyum tipis.


Di sisi lain Kaila masih saja mual dan muntah jadi Revan berusaha membuat mood istrinya baik.


"Sayang mau sarapan apa biar Mas bikinin," ucap Revan.


Kini Kaila baru selesai mandi dan seperri biasa Revan yang akan melayani nya, beberapa hari ini mereka memang tinggal di rumah Mama Dini.


"Gak tahu Mas apa aja deh yang penting jangan bubur aku gak suka," ujar nya dan Revan pun mengangguk.


Revan keluar dari kamar nya sedangkan Kaila membuka pintu balkon, dia menghirup udara sedalam-dalam nya sambil menikmati sinar matahari yang baru saja bersinar.


Kaila duduk salah satu kursi dan menyandarkan tubuhnya, dia benar-benar sangat merindukan orang tua nya namun dia merasa malu jika harus bilang sama suami nya.


Saat sedang melamun tiba-tiba Revan datang membawa sarapan untuk nya dan juga susu hamil terlihat roti panggang berlapis coklat kesukaan nya.

__ADS_1


Kaila tersenyum, seperti itu lah suami nya meskipun sibuk bekerja dia selalu ada untuk nya.


"Mandi sana Mas udah siang nih, aku udah siapkan baju nya di atas tempat tidur," ucap nya.


Revan pun berjongkok mengelus perut rata istrinya sebelum mandi, udah jadi kebiasaan emang setiap hari elus-elus perut yang masih rata itu.


"Apa sih Mas geli tahu, " ujar nya namun Revan malah terkekeh mendengar nya.


Setelah melihat Kaila selesai dengan sarapan nya lantas dia harus mandi dan berangkat ke kantor pagi ini karna Sean tidak bisa masuk entah apa yang sedang di lakukan pria itu.


"Sayang Mas mau berangkat kekantor dulu ya kamu hati-hati di rumah jangan khawatir katanya Clara juga katanya gak akan kemana-mana dia akan menemani kamu di rumah," ucap nya dan Kaila pun mengangguk dia sangat tahu apa yang akan Clara lakukan.


Mereka pun turun kebawah seperti biasa Kaila akan mengantar suami nya sampi ke depan rumah.


Revan pun mencium kening Kaila sebelum pergi dan Kaila pun mencium tangan nya dengan takjim.


"Hati-hati Mas," ucap nya melambaikan tangan nya melihat mobil Revan mulai melaju meninggalkan halaman rumah.


"Ya Tuhan Clara kamu benar-benar bikin jantung gue mau copot," ujar nya memegang dadanya kesal.


Namun Clara malah cengengesan dia tak merasa bersalah sama sekali, Kaila pun memaklumi nya.


"Kai ayo masuk ke kamar gue ada yang mau gue tunjukin sama loe," ujar nya menarik tangan Kaila agar mengikuti nya.


Kaila pun hanya bisa pasrah dia mengikuti Clara dari belakang dia tidak tahu apa yang akan Clara tunjukan pada nya.


"Punya apaan sih adik canti gue ini," ucap Kaila mendudukan dirinya di kasur dan bersila.


Semenjak keluar dari rumasakit Clara benar-benar berubah menjadi sangat baik bahkan mereka menghabiskan waktunya untuk menonton drakor di kamar Clara.


Kemarin Clara juga mengajak nya jalan-jalan dan makan di luar agar Kaila tidak bosan di rumah terus.


"Kai gue udah dapet tiket konser nya Bts loe seneng gak bisa ketemu V?" tanya Clara antusias.

__ADS_1


Clara menunjukan dua tiga tiket ditangan nya, Kaila sampai membekap mulut nya mereka berdua adalah penggemar dari Bts k-pop asal korea selatan namun Kaila tidak percaya Clara udah dapet tiket nya.


Kaila pun berbinar dia sangat bahagia sekali akhir nya Clara bisa mendapatkan tiket itu dengan cepat.


"Loe serius Cla, cepet banget dapat nya," ucap Kaila.


Clara pun tersenyum dan menunjukan kalo dia bisa melakukan apapun dengan mudah.


"Clara gitu loh, tapi loe bakal di izinin gak nonton takut nya Kak Revan larang loe keluar besok malam," ucap nya.


Ya Kaila pun mulai mencari apa alasan yang akan dia katakan kepada suami nya, revan pasti gak akan izinin namun dia gak mau kehilangan kesempatan nonton k-pop paforit nya yang jarang sekali datang ke Indonesia.


"Udah loe tenang aja gue akan cari alasan nya yang penting udah dapet tiket nya," ucap Kaila setelah membahas tiket konser mereka pun lanjut berbincang.


.


Di tempat lain Naura sedang melamun di depan kolam renang sambil menggoyang-goyang kan kaki nya di dalam air dia masih memikirkan Sean yang hilang tak ada kabar.


Setelah malam itu Sean tidak pernah datang lagi kesana entah apa yang di lakukan oleh pria itu yang jelas Naura snagat cemas sekali.


Widya yang melihat hal itu pun tak kuasa menahan air mata nya dia tidak tega melihat Naura murung.


Widya pun menghampiri nya dan menepuk pundak nya pelan, dia berusaha baik-baik saja di depan Naura.


"Sayang kamu baik-baik saja kan?" tanya Widya dan Naura pun tersenyum manis.


"Aku baik Ma emang aku kenapa, tumben Mama gak kekantor?"


"Nanti siang saja Mama kekantor nya, gimana kalo kita jalan-jalan keluar?" ajak Widya dengan wajah memelas.


"Baik lah ayo, aku ngikut saja," jawab nya.


Widya pun menarik tangan Naura agar berdiri dan mengikuti nya.

__ADS_1


__ADS_2