
Tok.. tok.. tok..
"Ifa bangun sudah siang tumben di kunci segala kamar nya, " Teriak Bu Yani.
Ifa pun menggeliat melirik jam dinding sudah menujukan pukul 6 pagi.
Ifa segera bangun dan membuka pintu kamar nya ,terlihat Ibunya sudah berdiri di sana dengan wajah masamnya.
"Iya Bu ada apa? " Ujarnya sambil menguap.
"Ya Tuhan, akan gadis jam segini baru bangun yang benar saja Asifa kamu ini, " Ujarnya kesal.
"Emang kenapa sih Bu, Ifa kan gak kemana-mana kuliah juga kan masuknya siang, " Ujarnya.
"Sudah sana mandi, Ibu tunggu di ruang makan, " Ucap Ibu.
"Baik lah, " Jawabnya lemas.
"Ayo cepat gak pake lama Asifa, " Ucap nya tegas, Ifa mun melebarkan matanya mendengar Ibunya teriak-teriak.
Bu Yani pun pergi dari sana, Ifa pun segera masuk kamar mandi dan, membersihkan tubuhnya.
"Bagaimana Bu? apa Dia sudah bangun? " Tanya Bapa.
"Sudah kita tunggu sebentar ya, " ucap Ibu.
"Anak itu, kebiasaan semua serba lama ,anak gadis bangun siang terus gak takut rezeki nya di patok ayam, " Gerutu Pa Harun.
Akhirnya setelah 30 menit menunggu Ifa pun turun menemui orang tuannya.
" Duduk nak dengarkan Ibu, kami akan berangkat ke jakarta hari ini juga kamu hati-hati dirumah jangan kasih tau siapa pun apalagi kakak-kakak mu ya, kasian mereka biar nanti saja kami yang kasih tau, kami hanya sebentar di sana mungkin besok juga kami sudah kembali, " Ujar Ibu.
"Kalian tidak sarapan dulu? " Tanya Ifa melihat sarapan mereka masih utuh.
"Tidak sempat, biar kami sarapan di mobil saja, kami pamit ya hati-hati di rumah, " Ibu pun memeluk Ifa, tak lupa IFa juga mencium tangan kedua orang tuanya.
Setelah kepergian orang tuannya Ifa masuk ke dalam kamar, Dia membereskan tempat tidur nya.
"Sebaiknya aku menginap di rumah Zahra atau Mita saja, takut nya Rey kesini lagi kan bisa gawat apalagi Ibu sama Bapak gak ada di rumah, " Gumannya.
.
.
Di tempat lain Icha sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya di dapur.
__ADS_1
"Sayang... masih pagi udah ngilang aja, " Ujar Abang meraba kasur sebelahnya yang sudah kosong, Dia pun terbangun setelah melihat jam 8 pagi, mereka tertidur kembali setelah sholat subuh berjamaah.
Dia pun menghampiri istrinya di dapur, yang sedang memasak.
"Sayang kamu gak cape? ini kan masih pagi kita pesan makanan dari luar saja, " Ujarnya memeluk Icha dari belakang.
"Ishhh... geli tau A, sana duduk aku lagi bikin nasi goreng buat kita sarapan, sayangkan nasi yang kemarin tersisa banyak, " Ujarnya, mematikan kompor.
Abang pun duduk di kursi makan menunggu Icha mengambilkan sarapan untuknya.
Satu piring untuknya dan satu piring untuk suaminya, tak lupa Icha juga membuatkan teh hangat untuk suaminya juga susu hangat untuknya.
"Jangan ngopi ya ganti ini aja, " Ujarnya menyerahkan teh manis hangat.
"Siap, " Jawabnya.
Mereka pun makan dengan lahap, hingga tak terasa makanan pun habis.
Icha mencuci sekalian piring nya, sedangkan Abang masih duduk memperhatikan istrinya itu.
"Apa kita tidak ada kegiatan hari ini? " tanya Icha.
"Mau nya kemana? mending kita di rumah saja istrahat, " Ucap Abang mengerlingkan mata nya nakal.
"Ahh bukannya istirahat itu mah, ayolah A kita kemana gitu, " rengeknya.
Mereka pun bersiap, mereka mandi bersama di iringi canda tawa.
"Tu kan bukannya cepat malah tambah lama, Aa mah aneh, " Gerutunya kesal.
" Tenang saja lah sayang lagian mu keman sih? masih ada waktu dua hari sampe besok sore sayang , orang tua kita kan tau nya kita di bali, " Ujar Abang.
"Ah iya juga, kita juga harus beli oleh-oleh buat mereka tapi apa ya, " Icha pun segera memakai kerudung nya setelah memolas sedikit wajahnya.
"Sayang jangan cantik-cantik gitu lah aku gal suka orang lain liat kecantikan kamu, " rengeknya.
"Hhaa.. hhaa.. mulai deh, terus aku harus gimana A, biasa juga gini orang lain juga mana bisa gangguin aku kalo ada Aa yang selalu ada kemana pun aku pergi," Ucapnya terkekeh.
"Ya jaga-jaga aja lah, kita kan harus waspada sekarang mah banyak pebinor, yang kita ke puncak aya yuk, sambil liat Vila baru nya Ayah, " Ucap Abang.
"Ko kepuncak sih kejauhan atuh A, cari yang dekat sini aja lah biar gak cape, " Ucapnya.
"Kamu mau jalan-jalan kemana? mending di rumah aja atuh yang, "
"Gak tau lah ,kita muter-muter aja di Lembang biar gak nginep, " Ujarnya dan Abang pun mengangguk.
__ADS_1
"Kita bawa motor aja ya, mobil masih dirumah Bunda, gak papa kan? "
"Gak papa terserah Aa aja yang bawa ,aku mah tinggal naik, " Jawab Icha.
" Pake jaket yang dingin ke daerah sana mah, Aa ambil helm dulu di belakang, " Ujarnya Icha pun mengangguk.
Icha pun sudah siap, dengan sepatu kets putih nya, tak lupa menenteng jaket di tangannya juga tas gandong kecil di punggungnya.
"Ya Tuhan, kamu ko jadi kaya anak sekolah aja yang, " Ujar nya terkekeh, melihat tubuh kecil istrinya dari samping.
"Bisa aja, ayo udah siap kan, " Abang pun mengangguk dan mengeluarkan motor besar nya dari bagasi, Icha pun mengunci rumahnya juga gerbang.
Mereka pun melajukan motornya keluar komplek, membelah padatnya jalanan raya yang sudah mulai terik sinar mataharinya.
Mereka pun berjalan-jalan mengitari kota Bandung, hingga tak terasa mereka sampai di Lembang.
"Kita istirahat dulu di mesjid sana sekalian sholat, habis itu kita cari makan siang dulu ," Ujar Abang.
Mereka pun turun dari motor setelah memarkirkan motornya di depan masjid, mereka pun sholat berjamaah dulu setelah itu keluar mencari makan.
"Kita cari makan dulu yang dekat aja lah Aa dah laper, " Ucap Abang memakai kembali helm nya dan Icha pun mengangguk.
Setelah beberapa meter mengendarai motornya mereka pun berhenti di depan tempat makan.
"Udah sini aja makannya ," ujar Icha menunjuk tempat makan yang tak jauh dari sana.
"Iya ayo kita cari tempat parkir dulu, " Ujarnya.
Setelah memarkirkan motornya mereka pun masuk dan segera memesan makanan.
"Makan yang banyak, kamu tuh dari dulu gak gede-gede tetep aja segini, " Ucap Abang, memesan makanan untuk mereka.
"Emang udah kecil dari sana nya ihh, makan banyak juga gak ngaruh, " Jawabnya.
Beberapa saat menunggu makanan pun akhirnya datang juga.
"Aa pesen kelapa muda kamu mau gak? " Tanya Abang dan Icha pun menggeleng.
"Aku udah pesen Es jeruk, " Jawabnya.
__ADS_1
Mereka pun makan dengan lahap, sambil bercerita.