Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Vila


__ADS_3

"Sayang udah ya jangan nangis lagi, kamu harus ikhlas, " Ucap Abang mengusap bahu Icha yang bersandar di pundaknya.


"Aku masih merasa ini mimpi, ternyata benar pirasat ku dari pagi tidak enak hati karna ini, " Icha pun masih terisak.


"Iya kamu benar sayang, sekarang kamu harus samamgat Aa gak mau liat Icha cengeng, tunjukin sama anak-anak kalo tante nya itu kuat dan bisa menjadi bahu untuk mereka bersandar kelak, "


.


Ifa sudah siap akan berangkat ke Kampus, Dia terpaksa tidak pamit karna waktu sudah mulai siang.


"Langsung cus ajalah, Ibu sama Bapa pasti kecapean dan ingin istirahat, " Gumanya.


Ifa pun bergegas meninggalkan rumah, setelah beberapa menit Dia pun sampai di depan kampus, tak lupa memarkirkan mobilnya di sana.


Namun saat Ifa akan keluar dari mobil, Rey malah masuk ke dalam mobilnya dan menguncinya.


"Rey kamu ngagetin aku aja, " Ujar Ifa.


"Dari mana saja kamu semalam? aku ke rumah tapi tidak ada siapa-siapa? " Ujarnya mendekati wajah Ifa.


"Rey kamu mau apa? aku semalam menginap di dumah Zahra, " Jawabnya gugup.


Rey pun hanya mengelus rambut Ifa yang sedikit berantakan dan memundurkan lagi badannya, Dia bersandar di tempat duduknya di sebelah Ifa.


Ifa pun mengeluarkan nafas nya lega, melihat Rey tidak terlalu dekat dengannya.


"Maaf Rey untuk semalam aku benar-benar lupa, orang tuaku kemarin keluar kota dan aku gak bisa kemana-mana tanpa izin dari mereka, " Ucap nya sendu, Ifa menyesal karna telah mengecewakan Rey.


"Sudahlah lupakan, kapan orang tuamu pulang, aku akan minta izin pada mereka, "


"Orang tua ku sudah kembali tadi pagi, nanti saja ya aku pasti mau jalan kemana pun kamu mau tapi jangan sekarang,"Ujarnya


"Kenapa? apa kamu gak suka jalan sama aku? " Rey pun kesal, saat akan membuka pintu tangan Rey di pegang oleh Ifa.


"Aku minta maaf Rey, tapi aku mohon kamu bisa mengerti saat ini keluarga ku sedang berduka, " Ifa pun tak kuasa menahan tangisnya.

__ADS_1


" Jangan menangis Fa, aku gak marah ko aku cuma sedikit kesal, " Rey pun mendekati Ifa dan memeluknya erat.


Ifa juga membalas pelukan Rey, karna Dia pun butuh bahu untuk bersandar.


"Ayo ceritakan padaku apa yang terjadi?" Tanya Rey.


Ifa pun menceritakan semua nya pada Rey, tentang apa yang terjadi pada keluarga nya.


"Ya sudah kamu jangan banyak pikiran ya, aku tau kamu wanita yang kuat jangan nangis aku sedih liatnya, " Setelah itu Dia melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Ifa yang masih mengalir.


"Apa sebaiknya kamu izin saja hari ini, aku liat kamu seperti nya gak siap ketemu semua orang dengan wajah kaya gini ," Ujarnya dan Ifa pun mengangguk.


"Ayo kamu pindah biar aku yang nyetir, kita cari tempat buat nenangin diri kamu," Ifa pun menurut saja, Dia turun dari mobil dan pindah tempat, Sedangkan Rey Dia langsung pindah di kursi pengemudi.


Setelah Ifa memakai sabuk pengamannya Rey langsung tancap gas, Dia meninggalkan motornya di kampus.


"Kita mau kemana? "


" Kamu diem aja ya, nanti kamu bakal ngajak terus tempatnya yang bisa balikon mood kamu , Cocok buat nenangin pikiran kamu," Ujarnya.


Setelah berkendara selama satu jam akhirnya mereka sampai di sebuah Vila keluarga.


"Ko kita kesini? " Tanya Ifa heran.


"Udah ayo masuk, ini Vila keluargaku di sana juga ada Bibi dan Paman yang mengurus nya, kamu jangan takut, " Ucapnya Ifa pun hanya mengangguk.


Mereka pun keluar menuju Vila, Rey pun mengetuk pintu,tak lama kemudian seorang laki laki paruh baya membuka pintu.


"Siang paman Amin, " Sapa Rey.


"Ya Tuhan Den Rey, ayo masuk kirain Mamang siapa sudah lama tidak kemari ," Ucapnya sopan.


Mereka pun segera masuk, Ifa hanya diam saja dan ikut duduk di ruang tamu.


" Sebentar Mamang tinggal ya, sekalian nyuruh Bi Indah bikin minum untuk kalian, " Ucapnya.

__ADS_1


"Terimakasih Mang, " Ujar Rey tersenyum.


"Siapa? " Tanya Ifa.


"Mereka yang jagain Vila ini, ayo kita liat ke belakang sepertinya kamu suka, " Ujarnya Ifa pun mengangguk.


Mereka pun berjalan ke belakang Vila, terdapat taman yang luas, juga ada kwndang Kuda di sana.


"Apa mereka memiliki kuda di sini? " Tanya Ifa berbinar, karna Ifa sangat suka menunggang kuda.


"Ini Kuda Milikku, dan itu Kuda milik kakakku namun saat Dia umur 15 tahun Dia meninggal karna kecelakaan bersama Ayah, "


"Maksudmu aku tidak mengerti? " Tanya Ifa bingung.


"Ayo duduk, aku akan menceritakan tentang keluargaku, " Ucap Rey menepuk kursi kayu yang ada di sana.


Mereka pun duduk di sana sambil melihat hamparan taman bunga.


"Dulu Ibuku menikah dengan Ayah dan mempunyai dua anak yaitu aku dan kak Reno, mereka sama seperti kakak kamu yaitu kecelakaan pesawat dan hilang tidak di temukan, kejadian itu terjadi 15 tahun yang lalu saat itu aku masih betumur 6 tahun, dan belum mengerti apa-apa, Kami mempunyai kuda yang sama hanya warna nya saja yang beda, "


" Paman yang menjaga Kuda ini dari dulu sampai sekarang, "


"Kalo Ayah mu yang sekarang? "


"Dia Ayah tiriku, semenjak Ayahku meninggal Dia yang menjaga kami , namun semua nya berubah setelah Mamaku jatuh sakit, Ayah menikah lagi dengan wanita yang lebih muda ," Ucapnya.


"Maafkan aku Rey, ternyata kisahmu begitu menyedihkan, " Ucap Ifa.


"Sudah lah lupakan, kamu mau coba menaikinya? " Tanya Rey.


"Apakah boleh? " Rey pun mengangguk.


"Baiklah aku ingin menunggangi milik ka Reno, " Ujarnya dan Rey pun tersenyum.


"Paman cari-cari ternyata kalian di sini? " Ucap Paman, mereka pun mengangguk.

__ADS_1


Bi Indah pun membawa beberapa cemilan dan juga Minuman untuk mereka.


__ADS_2