
Setelah mandi dan bersiap Kaila pun pamit kepada Naura, tak lupa dia menyiapkan dulu makan malam untuk mereka yang di pesan nya dari go food.
"Kak aku tinggal bentar ya, jangan khawatir ada Cerry yang nemenin Kakak selama aku pergi," ucap Kaila.
"Kakak gak papa ko kamu tenang saja, kamu juga harus selesaikan masalah kamu Kai jangan begini gak baik," saran Naura.
"Iya Kak, aku pamit ya,"
"Iya hati-hati Kai," ujar nya.
Kaila pun lantas pamit kepada Cerry menitipkan Naura sementara.
"Iya loe tenang aja gue jagain Kak Naura, udah sana pergi udah mau jam 7 nih," ujar Cerry menggibaskan tangan nya.
"Jadi takut gue Cerr kok loe kaya ngusir gitu ya," ucap nya sedangkan Cerry hanya terkekeh.
"Ya udah asalamualaikum,"
"Walaikumsalam bebz hati-hati di jalan," ujar nya dan Kaila pun mengacungkan jempol nya.
Kaila pun keluar dari unit nya dan segera berjalan menuju lift sambil memainkan ponsel nya namun karna tak hati-hati dia menabrak orang.
"Aduhh..," ucap nya mengusap-usap kening nya yang terasa sakit menabrak punggung seseorang yang ada di depan nya.
Pria itu menoleh dan membalikan tubuh nya.
Deg
Dia melihat Kaila nampak menggerutu namun membuat nya tersenyum, Kaila belum menyadari kalo pria yang ada di depan nya itu adalah Revan suami nya.
"Sayang kamu gak papa?" tanya Revan.
Deg
Kaila langsung mendongkan kepala nya mendengar suara yang tak asing bagi nya dia pun menatap ke depan benar saja suami nya tersenyum manis pada nya.
"Loh ko loe ada di sini, perasaan gue gak nyebutin dimana gue tinggal," ujar nya.
Namun Revan malah tersenyum menarik Kaila masuk dan memencet tombol lift ke lantai 1.
"Kenapa hemm kaget aku udah tahu unit kamu jadi jangan marah lagi ya," tebak nya padahal dia tadi tidak melihat Kaila keluar dari unit yang mana.
__ADS_1
"Terserah gue gak peduli mau loe tahu atau enggak juga dan inget ya gue masih marah sama loe gue ngelakuin ini hanya gue menghargai Mama Dini," jawab nya dingin.
Sedangkan Revan nampak mencelos dia merasa menyesal karna telah membuat Kaila membenci nya, kalo waktu bisa di ulang dia ingin menikahi Kaila tanpa ada kebohongan.
"Iya aku tahu, makasih udah mau nurutin kemauan Mama," jawab nya sendu.
tring
Mereka pun sampai di lantai dasar, lantas mereka berjalan menuju besmant apartemen mengambil mobil.
Kaila pun langsung duduk di sebelah Revan dan mobil pun melaju meninggalkan tempat itu.
Revan nampak sesekali melirik istri nya yang semakin cantik apalagi sekarang penampilan nya berbeda Kaila nampak cantik sekali dengan dres selutut lengan panjang, dan rambut nya nampak tergerai indah di kerli bawah nya membuat Revan tambah cinta.
Hening tak ada pembicaaran antara mereka hanya suara bising mobil saja yang terdengar hingga suara ponsel Kaila berdering mengangetkan nya.
Kaila pun lantas mengangkat nya tanpa melihat raut wajah Revan yang sudah penasaran siapa yang menelpon istrinya itu.
[Hallo asalamualaikum Kak Remon]
[Walaikumsalam Kai, maaf ya tadi gue langsung pulang] ujar Remon di sebrang sana, namun karna suara nya kecil Revan tak bisa mendengar nya.
[Oh iya gak papa kok, makasih banyak yah]
[Oke nanti aku kasih tahu ya, salamin aja dulu sama Mama nya ka Remon]
[Ya udah gue tutup ya, mamingan dulu] ujar nya terkekeh.
[Oke sukses ya asalamualakum] jawab Kaila tertawa.
[Walaikumsalam]
Kaila pun memutuskan telpon nya dan melirik ke arah jendela, melihat keindahan malam.
Sedangkan Revan penasaran siapa sebenarnya Remon itu kenapa Kaila nampak bahagia menerima telpon dari dia.
Ingin bertanya namun dia masih malu, karma Kaila selalu ketus pada nya, sunguh Revan sangat rindu sikap manja Kaila rindu candaan-candaan nya.
Tak berapa lama mereka pun sampai di depan rumah besar milik mertua nya.
"Asalamualakum," sapa nya.
__ADS_1
Pintu pun terbuka."Walaikum salam non ayo masuk yang lain sudah menunggu di ruang makan," ucap bi Sumi.
"Ya bi makasih, sayang ayo cepetan kita telat," ucap Kaila membuat Revan melotot tak percaya mendengar Kaila bersikap lembut pada nya.
Tidak tahu saja kalo ini adalah rencana Kaila, dia tidak mau mertua nya curiga kalo mereka sedang bertengkar.
Mereka pun sampai di ruang makan ternyata benar Kaila dan Revan telat.
"Malam semua maaf ya tadi di jalan sedikit macet," ucap Kaila berbohong.
"Ga papa sayang ayo duduk," ujar Dini mempersilahkan mereka duduk.
Sedangkan Risa nampak kesal melihat kakak ipar nya itu yang sangat berbeda,jujur dia akui dalam hati nya kalo Kaila nampak cantik sekali malam ini.
Semakin iri saja dia."Jangan sampai Kak Remon melihat dia seperti ini, bisa bisa dia ngejar ngejar wanita sial*n ini, gue harus bikin pengumuman kalo dia sekarang kakak ipar gue biar gak ada yang dekatin dia." batinnya.
"Risa makan sayang kenapa cuma dia aduk-aduk saja, apa masakan nya tidak enak?" ujar Mama Dini heran.
"Enggak kok Ma, aku ngerasa masih kenyang aja," jawab nya tersenyum.
Sedangkan Kaila makan dengan tenang, terserah dia tidak ingin berkomentar tentang adik ipar nya yang kurang aj*r itu.
"Mama bawa oleh-oleh juga buat kalian, kalian menginap di sini kan Mama sudah simpan di kamar kalian," ucap Dini.
Namun Kaila seperti nya tak berminat untuk menginap di sana, apalagi harus tidur berdua dengan Revan.
Dia juga masih sayang dengan badan nya jika harus tidur di sofa yang tak terlalu besar itu.
"Maaf Ma, tapi kami harus pulang aku juga ada tugas kuliah yang belum di kerjakan," bohong nya.
"Besok kan hari minggu nak, kamu bisa mengerjakan nya besok, lagian kalian kan belum ketemu Oma, sayang sekarang Oma sudah tidur karna kelelahan jadi besok pagi kalian temui Oma ya," ucap Adam yang sedari tadi diam.
Sedangkan Revan sedikit menyunggingkan senyum nya, dia tidak akan menyia-nyia kan kesempatan ini.
Dia masih ingat pesan dari Sean tadi siang kalo ingin rumah tangga nya kembali baik Revan harus membuat Kaila hamil dan melahirkan anak mereka.
"Tapi...
"Iya Pah kami bakalan nginep di sini," jawab Revan mendahului Kaila bicara.
Dan itu membuat Kaila kesal, namun dia juga tidak mungkin marah di depan mereka.
__ADS_1
Setelah selesai makan mereka berbincang di ruang keluarga, Dini sangat antusias menceritakan tentang kegiatan nya selama di Semarang dan Kaila hanya mendengarkan saja.
Sedangkan Risa nampak masuk ke dalam kamar nya, mana mau dia berkumpul seperti itu bosan pikir nya lebih baik di kamar nonton drakor paforit nya.