
"Sayang kamu mau menggodaku ya, apa kamu udah gak sabar mau aku Unboxing? " Ucap,melihat Icha duduk di meja rias mengeringkan rambutnya, masih memakai handuk.
Abang pun mendekatinya, Dia juga hanya memakai handuk saja di lilitkan di perutnya.
"Koper mana sih, aku nyari-nyari dari tadi ko gak ada, " Ujarnya meletakan hairdryer.
"Loh bukannya tadi sore di sini ya? gak usah di carilah gak pake baju juga gak papa biar lebih gampang," Ucap Abang tersenyum nakal.
Icha pun berdiri Dia membuka lemari namun tidak ada koper mereka di sana.
"Isssh siapa sih yang ngelakuin ini, apa gunanya coba bawa-bawa koper kita, gak tau apa aku kan kedinginan, masa semalaman harus pake handuk, " Gerutunya kesal, Icha pun mengingat tadi sore kalo adiknya yang keluar duluan dari kamar nya.
"Masasih gak ada, perasaan tadi di sini apa coba kamu tanya Ifa siapa tau Dia yang simpan, "
Setelah beberapa kali menghubungi adiknya Dia pun menyarak karna no tidak aktip, Icha pun melirik beberapa kado di sana, mungkin Ifa yang meletakan nya di sana.
"Gimana? "
"Gak aktip, mungkin sudah tidur trus kita gimana masa gini sampe pagi?"
"kita buka kotak-kotak ini siapa tau ada baju di dalamnya, " Ujar Abang, kasian melihat istri kecilnya itu.
Icha pun membuka kotak berwarna hitam di bantu suaminya, siapa tau baju tidur atau dres yang penting Dia bisa pakai baju pikirnya.
Icha pun membuka kotak pertama. " Eh apa nih? " Ujar nya menyerahkan pada Abang.
Abang pun membaca tulisan di atas nya lantas Dia meremasnya.
pelan pelan sob, apalagi loe dan Icha pertama kalinya, jangan main kasar kasar ya, jangan lupa minum obat itu. Iqbal
"Sial s Iqbal ngapain juga kasih kita ini, gak pake ginian juga gue masih kuat kali. " Gerutunya kesal, sedangkan Icha hanya terbahak.
"Ya mungkin aja Iqbal ngira kamu gak sekuat itu hhaa... " Tawa Icha pun pecah.
"Sayang kamu tuh ya ngeraguin aku banget, perlu aku buktiin aku lebih perkasa dari Dia yang kerempeng itu, " Ucap nya mendekati Icha, dan Icha pun mundur sebari memegang kuat handuknya.
Abang memang suka nge gym jadi badannya kekar, berbeda dengan Iqbal yang sedikit kurus.
"Iya iya maaf aku cuma becanda, ayo kita buka yang lain."Icha pun membuka semua yang ada di sana, namun nihil tidak ada baju satu pun, hingga matanya tertuju pada dua kotak terakhir berwarna pink.
Mereka pun antusias membukanya, namun saat sudah di buka Icha malah menyembunyikan nya di belakang tubuhnya.
__ADS_1
"Apaan sih? " Ujarnya penasaran namun Icha menggelngkan kepalanya, pipinya merah seperti tomat.
siapa sih yang ngirim kado kaya gini, pasti Teh Irma , batinnya.
"Udah semua kan tuh tinggal satu, kmu boleh buka, " Ujarnya Icha pun menutup kembali kotak itu dan meletakannya di bawah.
Abang pun membuka kotak tersebut. "Sayang coba lihat deh ini bagus kaya nya, " Ujarnya mengangkat baju tersebut membuat Icha melotot tak percaya, kotak tersebut berisi baju tidur yang sama seperti tadi berbeda warna saja.
kotak pertama yang Icha sembunyikan, ternyata sama isinya dengan kotak yang Abang buk
kalo tadi dari Teh Irma lalu ini dari siapa? gak ada kado lain apa masa ngasih baju kaya saringan gini, bisa bisa gue masuk angin. batin Icha.
"Pasti dari teh Irma nih, tau aja kalo mau belah duren, ayo pake yang cocok banget kayanya, " Ujarnya terkekeh sedangkan Icha memerah pipinya.
"Udah ahh tidur udah malam, aku beneran ngantuk banget, liat tuh udah jam 1 malam Kamu enak tadi siang bisa tidur dulu lah aku lelahh sayang, " Icha pun menyembunyikan ke gugupannya, sungguh perasaannya tak menentu.
Icha pun menarik kimono handuk di lemari, lumayan lah pikirnya dan memberikan satu kepada Abang.
"Nah sayang, malam ini kita pake ini yah, jangan protes oke, " Ujarnya tersenyum.
Setelah itu mereka merebahkan tubuhnya di kasur dan menarik selimut.
"Ya udah selamat malam sayang, mimpi indah, " Ujarnya mencium kening Icha yang sudah terlelap Dia pun memeluk Icha namun ada yang menegang di bawah sana.
Dia pun mengatur nafas nya agar bisa mengendalikan diri, sampai satu jam kemudian Dia pun akhirnya tertidur.
Pagi hari pun menyapa, terdengar suara Adzan berkumandang Icha pun mengerjapkan matanya menggeliat dalam pelukan Abang, Dia tersenyum melihat suaminya masih terlelap Dia memberanikan diri mengelus pipinya.
"Ganteng banget sih suami gue, apalagi kulit nya lembut banget ,"
Saat akan mengambil tangannya Abang malah membuka matanya, mambuat Icha kaget .
"Suami kamu ini memang ganteng sayang, emang kamu baru sadar ya? " Ujarnya mengerlingkan matanya.
"Isstt.. narsis, udah bangun yuk kita sholat subuh dulu keburu siang, " Ujarnya, saat Icha akan terbangun Dia malah menarik tangannya.
Icha pun terjatuh ke dalam pelukannya, lantas Dia mencium gemas pipinya.
"Ayo bangun ihh, udah siang,"
"Iya iya ayo mau sekalian ke kamar mandinya? "
__ADS_1
"Ehh.. enggak, aku duluan lah. "
Icha pun segera bangun dan berlari kekamar mandi, sedangkan Abang malah terkekeh.
"Habis ini siap-siap aja sayang, " Ujarnya tersenyum nakal.
Setelah beberapa menit Icha pun keluar dan segara memakai mukena nya, untung saja ada kain samping untuk membalut tubuhnya .
Abang pun juga memakai baju koko yang Ia pake kemarin, dan mereka pun sholat berjamaah meskipun telat.
Icha pun meraih tangan Abang dan mencium nya, sedangkan Abang membalas nya dengan mencium keningnya.
"Bimbinglah aku agar menjadi istri yang baik untukmu, semoga Tuhan memberikan berkah dalam rumah tangga kita, "
"Aamiin, kita sama-sama belajar menjalani hidup yang baru ini, semoga di berikan kelancaran dan kemudahan dalam segala hal. " Icha pun tersenyum, saat Abang mendekatkan wajahnya Ponsel Icha pun berbunyi .
"Issstt.. ganggu aja siapa sih pagi-pagi gini udah telpon? " gerutu Abang kesal, membuat Icha terkekeh dan berjalan mengambil ponselnya di atas nakas.
"Ya udah angkat sana Aa mau ke kamar mandi dulu. "
Icha pun mengangkat telpon itu, ternyata adiknya yang menelpon.
"Hallo Ifa, ada apa? " Ucap nya di telpon.
"ini buka pintunya, Ifa di depan kamar teteh cepetan. " jawab Ifa di sebrang sana.
Setelah menutup ponselnya Icha pun segera membuka pintu kamar, terlihat adiknya itu tersenyum berdiri di sana membawa dua koper.
"Ada apa? "
"Nih koper nya, sorry Ifa lupa semalam malah bawa ini ke kamar," ujarnya cengengesan.
"Bagus ya, teteh nyariin malah kamu bawa, "
"Maaf hehe... "
"Ya udah sini, " Ucap nya kesal.
"Teh semua keluarga udah mau pulang ke rumah pagi ini, kata Ibu kalo teteh di sini aja dulu gak papa kalo masih cape, "
"Iya, paling nanti habis sarapan teteh pulang mau beres-beres dulu. "
__ADS_1
"Nih kado dari Kak Rama, semalem Ifa lupa gak bawa ke sini sama ini kunci mobil dari Adit, kasih ke Abang sekalian, "
Ifa pun langsung pergi, Icha pun langsung masuk membawa koper itu.