Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
kekesalan Revan


__ADS_3

Revan nampak diam mencerna apa yang Dito katakan namun dia bingung harus menjawab apa.


Kaila yang sedari tadi mendengarkan pun pura-pura membantu bi Sum agar Dito tidak curiga setelah Dito pergi Kaila pun menghampiri suami nya.


"Mas pulang yuk udah sore," ajak Kaila.


"Kita nginep aja lah di sini," ucap Revan lesu seperti nya Revan tidak semangat.


Kaila tidak tahu apa yang mereka bicara kan tadi namun dia bisa melihat Revan sedang menahan emosi nya.


"Apa kamu ada masalah Mas sama pria tadi?" tanya Kaila.


Ya Kaila baru ingat kalo pria tadi yang ada di poto dan mungkin poto wanita itu adalah Bianca.


"Aku gak papa kok sayang cuma sedikit kesal," jawab nya menyandarkan kepalanya di bahu Kaila.


"Oya Mas apa Dito itu teman kamu, seperti nya kalian sangat akrab," ucap Kaila.


"Itu dulu sekarang dia bukan teman ku lagi," jawab nya ketus.


Kaila hanya menganggukan kepala nya dia malu kalo harus bertanya lebih dulu mungkin nanti Revan juga akan bercerita sendiri.


Revan menatap Kaila dia bisa melihat kalo istri nya itu penasaran dengan apa yang terjadi dia pun semakin mendekat kan wajah nya semakin dekat dan


Tok


Tiba-tiba Oma datang mengetok kepala Revan dengan tongkat nya.


"Dasar cucu kurang ajar ngapain kamu hemm," ucap Oma melihat Revan akan mencium Kaila.


Sedangkan Revan nampak meringis."Aww sakit Oma," ujar nya memegangi kepalanya.


Kaila sendiri menahan tawa nya jujur saja itu pasti membuat kepala Revan ngilu,namun Kaila juga harus berterima kasih karna selamat dari suami mesum nya itu.


"Ayo sayang ikut Oma kita ke depan, jangan dekat-dekat sama dia nanti kamu bisa keracunan kamu masih terlalu kecil," ujar nya membuat Revan melebarkan mata nya.


Apa-apaan Oma nya itu selalu saja membuat nya kesal lagian wajar saja Kaila kan sudah sah menjadi istri nya.

__ADS_1


Kaila pun mengikuti Oma dan mau tak mau Revan juga mengikuti nya dari belakang.


"Kai kamu tadi ketemu sama Dito?" tanya Oma.


"Iya Oma ketemu, emang nya kenapa?" tanya Kaila heran.


"Menurut kamu dia ganteng gak?" ujar nya sambil tersenyum tipis membuat Kaila mengeryitkan dahi nya kenapa Oma bertanya seperti itu.


Kaila menengok ke belakang melihat Revan sudah mengepalakan tangan nya sambil. komat-kamit gak jelas.


"Ya ganteng lah Oma, emang kenapa sih kok tanya gitu?" tanya Kaila.


"Kalo kamu gak betah sama Revan dia pasti mau ko sama kamu, lumayan kan kamu punya cadangan dia bailk loh," ujar nya membuat Kaila melebarkan matanya.


Apa-apaan Oma ini ada -ada saja pikir nya.


Sedangkan Revan sudah memerah menahan kesal nya dengan nenek tua itu.


"Oma aku dengar ya apa yang Oma katakan, jangan pernah pengaruhi Kaila yang macam-macam Oma," ujar nya kesal.


Sedangkan Oma Sarla menahan tawa nya, dia sangat suka sekali menggoda cucu nya itu, karna dia masih ingat perkataan Revan satu tahun lalu kalo dia gak bakalan suka sama Kaila.


Kita liat apa yang bakal Oma lakukan kepada cucu nakal nya itu, Oma sudah merencanakan sesuatu bahkan dia meminta Dini tidak memberi tahu siapa pun tentang pernikahan mereka.


Karna Oma akan menguji ketulusan cinta Revan, dia tidak mau kalo Revan sampai menyakiti Kaila cucu kesayangan nya.


"Oma hanya bertanya saja kepada Kaila kenapa kamu marah," ucap nya.


"Aku tahu ya Oma pasti merencana kan sesuatu, aku minta jangan ganggu aku sama Kaila Oma," ujar nya membuat Oma terkekeh.


Sedangkan Kaila nampak bingung melihat perseteruan mereka.


"Sayang besok ada pesta di kediaman Atmaja kamu bisa temenin oma kesana kan sayang?" tanya Oma memelas.


"Ngapain sih Oma ajakin Kaila biasa nya juga Oma pergi sama Mama," ucap Revan protes.


"Mau ya sayang kamu jangan dengerin dia, oma mau nya pergi sama Kamu bukan sama Dini," ungkap nya.

__ADS_1


Kaila pun tak bisa berbuat apa-apa dia melirik Revan yang sedang cemberut namun dia juga tak tega melihat Oma nya memelas.


"Baik lah Oma aku akan temani Oma besok," jawab nya membuat Revan mengguyar rambut nya kesal.


Mau ngapain sih sebenar nya oma nya itu bikin kesal saja pake ajak Kaila segala.


Revan sangat tahu pasti di sana banyak pria yang akan menggoda istri nya itu.


Namun bagaimana cara nya dia menggagalkan agar Kaila tak jadi ikut oma nya itu.


Mereka pun sampai di ruang tamu ternyata tamu nya sudah pulang di sana hanya ada Dini dan Adam saja.


"Kalian dari mana?" tanya Mama Dini mengajak mereka duduk.


"Dari belakang Ma ada apa emang?" tanya Revan.


"Gak papa Mama cuma mau kalian bujuk Clara agar mau menerima perjodohan ini, apalagi Kiala kamu perempuan kamu pasti bisa membujuk nya umur kalian sama pasti pemikiran nya juga gak beda jauh." ujar nya membuat Kaila menggelengkan kepala nya.


"Maaf kan aku Ma, seperti nya aku gak bisa biar Mas Revan saja ya yang kasih tahu aku gak enak," ucap nya lirih.


Kaila mana bisa bicara baik baik dengan adik ipar nya yang nyebelin itu, jangan kan untuk bicara serius hanya se hay saja sudah terlihat Clara itu membenci nya.


"Iya Ma nanti Revan akan bicara sama dia," ucap Dini tersenyum.


"Din besok kamu gak usah temenin Mamih ke pesta nya Atmaja biar Mamih di antar Kaila saja, Mamih mau mengenalkan Kiala kepada mereka," ujar nya.


"Ya sudah kalo itu mau Mamih lagian Dini juga ada acara sama Mas Adam mungkin pulang nya akan sedikit malam," jawab nya.


Sedangkan Revan nampak kesal mendengar nya, Adam yang tahu akan nya merajuk pun malah semakin membuat nya kesal.


"Di rumah Atmaja itu banyak pria muda, kamu jangan jauh-jauh dari Oma ya Kai takut nya nanti kamu ada yang nyulik dan kamu jangan baper kalo liat Oppa-oppa korea kamu ada di sana," ujar nya membuat Kaila bingung.


Ya iya lah Opa- opa tua orang pesta nya juga kan pesta orang tua, kenapa sih dengan Papa Adam ini aneh -aneh saja.


"Itu loh sayang keluarga Atmaja kan keturunan Korea jadi wajar kalo nanti bnayak cowok korea di sana," jelas dini.


Setelah mendengar penjelasan Mama Dini Kaila tersenyum lebar sungguh dia baru mengerti apa yang Papa Adam katakan.

__ADS_1


"Oh gitu ya Mah," Dini pun mengangguk.


__ADS_2