
Satu minggu berlalu kini Kaila sudah memasuki libur semester dia sangat bersyukur karna nilai nya lumayan bagus.
"Loe jadi liburan di Bandung kai?" tanya Cerry.
Kaila pun menggelengkan kepala dia lupa belum izin sama suami nya takut nya Revan tak mengizinkan. Apalagi akhir-akhir ini Revan lagi banyak pekerjaan tak jarang Revan juga sering pulang telat karna lembur.
"Ikut gue aja kalo gitu.Gue mau ke Semarang," ucap nya.
Cerry memang mempunyai saudara di sana dan juga Nenek dan kakek nya pun berasal dari sana.
"Semarang?"
"Iya Semarang, kan Nyokap gua asli dari sana biasanya kalo lagi liburan gua selalu main kesana," ucap nya.
Kaila pun hanya ber'oh ria, dia malas kemana ingin nya tidur di rumah.Gak tahu kenapa badan nya lemas benget udah beberapa hari ini bawaan nya males ngapa-ngapain.
"Kalo mau ikut nanti kabarin gua Kai, siapa tahu loe berubah pikiran pingin ikut," ujar nya dan Kaila pun mengangguk.
"Ya udah gua balik deh, tuh laki loe udah jemput," ucap Cerry menunjuk mobil Revan yang tak jauh dari mereka.
Mereka memang sedang berada di depan kampus Cerry sengaja menemani Kaila di sana sebelum di jemput oleh suaminya.
Sedangkan Cerry sendiri sudah terbiasa membawa mobil sendiri, karna semenjak Remon mulai magang di perusaahan Cerry sudah jarang bertemu dengan kekasih nya itu.
"Ya udah gue cabut ya, makasih banyak udah nemenin," ujar nya tersenyum.
"Iya hati-hati," jawab nya melambaikan tangan.
Kaila pun masuk ke dalam mobil tak lupa dia juga melambaikan tangan meninggalkan Cerry.
"Maaf ya kamu pasti nunggu lama," ucap Revan melajukan mobil nya.
Kaila yang sedang memakai seatbelt nya pun menoleh sambil tersenyum.
"Gak papa kok Mas kan ada Cerry yang nemenin," ujar nya.
Revan pun mengangguk dan masih menatap lurus kedepan,dia teringat akan Mama nya yang tadi menelpon nya menyuruh mereka menginap di rumah.
Dia bingung mau bicara dengan Kaila takut nya dia masih belum mau di ajak ke sana apalagi ada Clara di sana.
__ADS_1
Semenjak hari itu Kaila belum pernah masuk lagi kerumah itu, dia benar-benar malas bertemu dengan adik ipar nya itu.
"Sayang emm.. Mama minta kita nginep di sana, kata nya mau ada acara makan-makan," ujar nya dia bisa melihat raut wajah Kaila.
Kaila nampak diam tak berkata apa-apa dan Revan sangat tahu mungkin Kaila masih belum mau bertemu dengan adik ny walau bagaimana pun Clara tinggal di sana.
Kaila pun menghembuskan nafas kasar dia benar-benar tidak mau pergi kesana namun gimana ngomong nya.
"Mas aku-"
"Gak papa kok sayang Mas ngerti kamu pasti belum siap kan pergi kesana, nanti biar Mas kabari Mama lagi kalo kita gak bisa pergi kesana," ujar nya.
Kaila pun diam dia bingung, gak tahu sama perasaan nya kenapa dia jadi pendendam begini biasa nya kalo ada masalah dia akan cepat melupakan nya tapi kenapa kalo sama Clara tuh rasanya beda.
Sesampai nya di unit apartemant Kaila masih saja diam, dia langsung masuk kedalam kamar mandi membersihkan dirinya.
Melihat Kaila hilang di balik pintu Revan pun menghela nafas kasar bagaimana cara nya membuat mereka baikan dan bisa berteman.
Revan ingin istri dan adik nya itu berhubungan baik tanpa ada masalah lagi.
.
"Ayo lah makan yang banyak sayang," ujar Mama Dini.
Kaila pun tersenyum canggung sambil menundukan kepala nya, ingin sekali dia pergi dari sana apalagi harus satu meja dengan Clara gadis menyebalkan yang ingin dia hindari.
Genggamana tangan hangat memberikan nya semangat, Kaila sangat tahu kalo suami nya sangat khawatir kepada nya.
"Apa rencana kamu sayang selama liburan berlangsung?" tanya Dini sambil mengunyah makanan nya.
Kaila nampak bingung dia menatap suami nya sebentar ingin meminta izin tapi dia takut jali Revan tak mengizinkan nya.
"Aku belum ada rencana kemana-mana Ma, " jawab nya.
Dini pun mengangguk dan melirik ke arah Clara yang sedari tadi dia diam saja tidak terganggu dengan pembicaraan orang tua nya.
"Clara sayang bukannya kamu mau berlibur ke Bali bagaimana kalo kamu ajak Kaila, mungkin kalian bisa lebih dekat bila bersama-sama," ucap Dini.
"Tidak mau," jawab keduanya serempak.
__ADS_1
Kaila pun menatap Clara dengan tatapan kesal nya sedangkan Clara menatap Kaila tajam seolah ingin memakan nya.
"Kalian kenapa sih kok kaya orang yang lagi berantem saja," ujar nya bingung padalah selama ini Dini berharap Clara bisa dekat dengan Kaila.
Seperti dirinya dan Icha dulu mereka berteman dekat bahkan sempat mencintai laki -laki yang sama hingga terjadi salah paham.
"Gak papa kok Ma aku mau ada acara sama Cerry dan kak Naura ko," bohong nya dan Dini pun mengangguk.
Clara pun tersenyum sinis pada nya dia tahu mana mungkin Kaila mau pergi bersama nya.
Namun Kaila tak menghiraukan nya terserah saja apa mau nya gadis sombong itu karna Kaila tidak peduli.
Sarapan pun selesai, Dini dan Adam pamit untuk bekerja mereka ada metting siang ini dengan klien dari luar negri.
Sedangkan Kaila melangkahkan kaki nya menaiki tangga menuju kamar Revan.
Kaila berdiri di depan jendela dan membuka pintu balkon dia bisa merasakan sirar matahari menembus wajah nya.
"Sayang kamu kok gak ngasih tahu kalo mau berlibur bersama Cerry," tanya Revan memeluk tubuh nya dari belakang.
Kaila pun tersenyum sambil mengelus tangan yang melingkar di perut nya.
"Apa sih Mas, aku cuma becanda kok gak serius juga, lagian Cerry kan mau liburan ke rumah nenek nya," ucap nya.
Revan pun melepaskan pekukan nya dan membalikan tubuh istri nya agar menghadap nya.
"Terus tadi maksud nya apa hmm?" tanya Revan bingung.
Sedangkan Kaila nampak terseyum melihat suami nya yang kebingungan.
"Aku tadi cuma salah ngomong aja habis nya gak ada yang ngajak aku berlibur," ucap nya cemberut.
Revan pun akhirnya mengerti dengan apa yang Kaila katakan tadi dia masih ingat apa yang terjadi antara mereka.
"Terus kamu mau nya liburan kemanan hemm?" tanya Revan mengemus rambut Kaila dengan sayang.
"pengen nya sih ke Bandung tapi kalo Mas sibuk gak papa kok biar nanti saja ke sana nya liburan kan masih panjang," ujar nya.
Revan pun menunduk, ingin rasanya dia menuruti keinginan istri nya itu namun Revan masih banyak pekerjaan.
__ADS_1