
Revan pun segera mengantar Kaila pulang, sungguh dia sangat panik melihat Kaila yang menggigil kedinginan ingin rasanya dia membawa Kiala ke rumasakit namun Kaila menolak dan ingin segera pulang.
Tak lama kemudian dia pun sampai di depan rumah Kaila, dia pun langsung turun dari mobil.
Icha dan suami nya yang sedari tadi menunggu di ruang tamu pun keluar mendengar suara mobil berhenti di depan rumah nya.
Icha nampak kaget melihat Kaila berada dalam gedongan Revan, Abang yang melihat pun langsung mengambil alih Kaila dan mengendong nya membawa ke kamar.
Mereka mengikuti dari belakang Icha yang cemas melihat wajah Kaila yang pucat pun lantas bertanya."Sebenarnya Kaila kenapa?"
Revan pun merasa sangat bersalah karna dia yang mengajak nya bertemu akhirnya Kaila jadi seperti ini.
"Maaf tante seperti nya dia demam, apa tidak di bawa kerumasakit saja?"
Icha pun nampak berpikir dan segera menghubungi sepupu nya yang seorang dokter, biasa nya Rita belum tidur jam segini pikir nya.
Rita masih ada di rumah Mega dan menginap di sana bersama suami nya, setelah Rita mengangkat telpon nya Icha bisa bernafas lega karna Rita bisa segera ke sana.
"Tante sudah telpon dokter sebentar lagi sampai, kamu tenang ya ayo tante buatkan kamu teh dulu, tante bener-bener berterimakasih sama kamu." ujar nya.
Revan pun hanya menganggukan kepala nya dia masih khawatir dengan Kaila jadi dia memutuskan untuk menginap di rumah Icha malam ini.
Tak lama kemudian Rita datang bersama Syam suami nya, tadi siang mereka sempat bertemu dan melepas rindu karna sudah lama mereka tidak pulang ke Bandung.
Namun kini mereka memutuskan bekerja di Bandung setelah belasan tahun merantau, Rita di karuniai satu orang putra yang masih kecil umur nya baru 10 tahun.
"Gimana keadaan nya?" tanya Icha, sungguh Icha sangat khawatir sekali.
Rita pun tersenyum."Gak papa cuma demam biasa aku udah kasih obat penurun panas, pasti dia kehujanan ya?" dan Icha pun mengangguk.
Rita sudah tahu dari dulu kalo Kaila sangat rentan terbahap air hujan.
__ADS_1
Sedangkan Syam nampak asyik berbincang dengan Abang di ruang tamu, ada Revan dan Aldian yang ikut duduk di sana.
Icha juga mengenalkan Revan kepada mereka, Rita sangat mengenal baik orang tua nya Revan karna dulu saat Icha masih sekolah mereka sering main ke kampung halaman nya.
Setelah itu Rita dan Syam pun kembali ke rumah Mega, karna mereka meninggalkan anak nya di sana.
Revan pun masuk ke dalam kamar, sejak kemarin Revan memang tak tinggal di rumah om nya melainkan di Apartemant yang baru di beli nya beberapa hari lalu.
Revan sengaja membeli nya agar bisa leluasa keluar malam karna kalo tinggal di rumah om nya dia merasa malu.
Apalagi setelah mendengar Andra di jodohkan dia semakin tidak nyaman saja harus mendengar pembicaraan mereka.
Kaila nampak mengerjapkan mata nya saat merasakan kering ditenggorokan nya, dia melihat bunda nya tidur di sebelah nya sambil menempelkan kain di dahi nya.
Kaila pun berkaca-kaca, memang seperti itu kalo dia sakit bunda nya akan begadang menjaga nya semalaman.
Kaila pun turun dari ranjang dan mengambil air putih yang ada di nakas, setelah minum dia kembali tidur.
***
Sedangkan Kaila hari ini izin tidak masuk sekolah, untung saja masih ada waktu istirahat sebelum ujian di mulai.
Icha pun membuatkan bubur untuk anak nya itu."Ayo makan dulu nanti minum obat nya biar cepet sembuh,"
Kaila pun menuruti kata bunda nya dia menghabiskan satu mangkuk bubur dan segera minum obat nya.
"Istirahat lah bunda juga gak ke kantor hari ini kalo ada apa-apa panggil bunda ya," ucap Icha mengelus rambut Kaila.
Kaila pun mengangguk,Icha pun segera keluar dari kamar dan menutup nya rapat.
Sebelum berangkat kerja Abang pun nampak melihat dulu keadaan anak nya namun seperti nya Kaila kembali tertidur setelah minum obat.
__ADS_1
Icha pun mengantar suami nya sampai ke teras tak lupa mencium tangan suaaminya."Ayah berangkat dulu bun, hati-hati di rumah kalo ada apa-apa telpon ayah ya," pesan nya mencium kening istri nya.
Icha pun mengangguk dan setelah Abang pergi dia baru masuk kedalam rumah, rumah nampak sepi karna Aldian juga sudah barangkat sekolah hanya ada art yang membantu nya bersih-bersih.
Kaila pun terbangun karna sudah merasa mendingan dia duduk menyandarkan punggung nya di ranjang, sambil mengotak atik ponsel nya yang di ambil dari atas nakas.
Terlihat beberapa chat dari teman sekolah nya termasuk Shovia dan Desi, ada juga dari Satria namun Kaila tak menemukan chat dari Andra.
Dia pun menghela nafas, ternyata Andra benar-benar melupakan nya, Kaila berniat menghampiri Andra di rumasakit sore ini.
Kaila nampak heran melihat beberapa chat dari Revan yang nampak menanyakan kabar nya dan juga nampak khawatir terhadap nya.
"Sebenarnya apa sih rencana dia pake so baik kaya gini, apa jangan jangan ngerencanain sesuatu agar gue simpati pada nya setelah itu dia ninggalin gue kaya di film film yang gue tonton." batinnya.
Kaila pun menggelengkan kepala menghilangkan pikiran negatip terhadap Revan, mungkin saja Revan berubah seiring berjalan nya waktu.
***
Di sisi lain Revan sedang duduk di depan jendela Apartemant nya dia masih menghawatirkan keadaan Kaila yang masih sakit,ingin rasanya dia berada di samping nya namun Revan juga malu dengan Icha dan suami nya.
Revan menatap bingkai poto yang lumayan besar yang ada di sana, terlihat poto Kaila dari samping sedang tersenyum manis.
Poto iti dia dapat kan dari akun sosial media milik Kaila, ada juga beberapa poto kecil yang dia curi saat bertemu Kaila dulu.
Dari awal Revan sudah menyukai Kaila apalagi sekarang Kaila sudah menginjak remaja, tubuh nya pun tinggi hanya berbeda sedikit dengan nya.
Badan nya pun nampak ideal seperti nya Kaila rutin olah raga, bahkan payudara nya pun terlihat besar berbeda dengan saat pertama kali bertemu.
Dua tahun lebih tak bertemu membuat Revan semakin cinta kepada Kaila, dia menggerutuki perlakuan nya yang dulu sempat kasar kepada Kaila.
Dia terpaksa melakukan itu agar Kaila menjauhi nya, karna dia tahu kalo Kaila sudah punya pacar.
__ADS_1
"Gue berharap loe yang akan menjadi jodoh di masa depan Kai, karna cuma loe yang mampu menggetarkan hati gue selama ini."Batinnya.