Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Bertemu Sean


__ADS_3

Di kediaman Widya sedang ada Sean dia sengaja mengunjungi Naura, dia ingin tahu siapa orang tau Naura yang sebenar nya.


Ivan nampak mengeryitkan dahinya dia bingung siapa pria muda yang berkunjung itu sedangkan dia belum pernah melihat pria itu.


Ivan pun langsung bertanya siapa yang di cari pria itu.


"Maaf mas cari siapa ya?" tanya Ivan.


Kebetulan Ivan baru datang dia habis belanja dari minimarket yang tak jauh dari sana.


"Saya mau cari Naura, apa benar dia tinggal di sini?" tanya Sean bingung takut nya alamat yang Kaila berikan itu salah.


"Iya benar, mas siapa ya?" tanya Ivan.


"Saya Sean, apa bisa bertemu Naura?" tanya Sean.


Ivan pun mengangguk namun dia harus bicara dulu dengan anak nya takut nya Naura tak mau bertemu dengan pria ini.


Ivan memang tak siapa Sean namun dia harus berjaga-jaga takut nya itu orang suruhan Ronal.


"Mari masuk dulu saya panggilkan anak saya," ujar nya.


Sean pun langsung masuk dan duduk di sofa dia menunggu Naura sambil memainkan ponsel nya, sedari tadi dia menelpon wanita itu namun tak juga diangkat.


Tiba-tiba pelayan datang memberikan minum untuk nya, Sean pun hanya tersenyum canggung.


"Di minum dulu Mas, katanya Mba Naura sedang mandi tunggu sebentar ya," ujar nya.


Sean pun mengangguk, namun dia masih serius dengan ponsel nya.


"Ada apa sih Pah kok nampak bingung gitu?" tanya Widya heran melihat suami nya yang nampak bingung.


"Itu loh Mah di luar ada yang nyariin Naura Papa takut dia suruhan nya Ronal, aku nyuruh bibi untuk panggil Naura namun katanya Naura sedang mandi," ujar nya.


"Gak mungkin lah Pah, Ronal kan gak tahu kalo Naura tinggal di sini apalagi setelah Mama mencabut semua aset milik Naura dia tidak bisa berbuat apa-apa," ucap Widya.


Benar saja namun Ivan masih saja bingung apa Naura selama ini mempunyai teman selain Remon pikir nya.


"Ya sudah kalo Papa penasaran mendingan papa tanya aja pemuda itu sambil menunggu Naura keluar kamar," ucap Widya.

__ADS_1


Ivan pun mengangguk mereka pun keluar kamar menemui Sean di ruang tamu.


"Maaf menunggu lama nak Sean," ucap Widya ramah.


"Gak apa-apa kok tante," jawab nya sambil memasukan ponsel nya ke saku kemeja nya.


"Kenalkan saya Widya dan ini suami saya Ivan kami orang tua kandung Naura," ujar nya.


Belum sempat Sean menjawab Naura sudah datang, dia nampak kaget melihat Sean ada di sana bersama orang tua nya.


"Loh Sean ngapain kesini?" tanya Naura, dia sangat malu sekali dengan orang tua nya.


Semoga saja orang tua nya tak curiga kalo dia begitu dekat dengan Sean.


"Aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja Ra," jawab nya.


"Sayang kamu bisa jelaskan dia siapa?" tanya Ivan, dia bingung kenapa Naura bisa kedatangan tamu pria.


"Dia teman aku Pah, nama nya Sean," jawab nya.


Namun Sean mendelikan mata nya seolah tak terima dengan pernyataan Naura pada papa nya.


"Dari mulai kuliah kami bareng dan setelah Naura menikah saya tak pernah bertemu dan baru satu minggu yang lalu saya bertemu lagi dengan Naura," ucap Sean menjelaskan.


Mereka pun mengangguk Ivan bisa menebak kalo pemuda itu ada rasa kepada anak nya.


"Ya sudah kalo begitu kami masuk dulu," ujar Widya mengajak suami nya masuk.


Sedangkan Ivan nampak bingung kenapa Widya mengajak nya masuk ke kamar.


"Apa yang Mama pikir kan?" tanya Ivan melihat istri nya tersenyum-senyum sendiri.


"Mama yakin mereka bukan cuma berteman," ucap Widya dia duduk di tempat tidur.


"Papa juga berpikir seperti itu, apa Sean tahu kao Naura sudah bercerai?" tanya Ivan.


"Mama juga tidak tahu,mungkin nanti kita akan tahu setelah Naura menjelaskan semua nya," ucap Widya dan Ivan pun mengangguk.


Mereka tidak mau Naura salah memilih pasangan nya seperti Ronal.

__ADS_1


Di ruang tamu Naura nampak mencerca Sean dengan beberapa pertanyaan.


"Sean apa yang kamu lakukan di sini, aku kan sudah bilang jangan menemui ku sebelum aku resmi menjadi janda, aku takut mereka salah paham bisa-bisa mereka berpikir kalo aku selingkuh dari Mas Ronal," ujar nya.


"Sudah lah Ra kamu gak perlu memikirkan orang lain aku akan segera menikahi mu secepat nya," ucap Sean membuat Naura membulat kan mata nya.


Yang benar saja apa tadi yang di katakan nya, mana bisa dia menikah dengan status nya yang masih gak jelas seperti itu.


"Sean aku tidak bisa menikah denganmu," jawab nya membuat Sean menatap nya tajam.


"Jadi kamu tidak mau menikah dengan ku, apa kamu sudah tak mencintaiku lagi," ucap nya sedikit kecewa.


Namun Naura menggelengkan kepalanya, dia bingung harus menjelaskan kepada Sean.


"Sean maafkan aku bukan maksud ku sudah tidak mencintaimu tapi kamu tahu kan status ku belum jelas belum lagi masa idah ku, mungkin kamu harus menunggu dengan waktu yang lebih lama,"


Sean pun bernafas lega ternyata Naura menolak nya karna alasan itu.


"Aku bisa menunggu mu Ra, jangan kan cuma beberapa bulan saja beberapa tahun pun akan ku tunggu," jawab nya.


Naura pun tersenyum mendengar nya, mereka pun lanjut berbincang.


.


Malam hari nya Kaila sudah cantik dia sengaja di ajak ke salon terlebih dulu oleh Oma Sarla agar penampilan nya lebih fres walau pun waktu nya mepet namun Om Semy bisa membuat nya tampak sempurna.


"Oma tuh benar-benar bikin kesal, ngapain juga dia ajak kamu ke acara itu," gerutu nya kesal.


Sedangkan Kaila nampak terkekeh mendengar suami nya yang dari tadi mengomel.


"Udah lah Mas ngapain juga kamu marah-marah lagian kenapa kamu gak ikut aja?" ujar Melati namun Revan nampak menggelengkan kepala nya.


"Kamu tahu kan Oma bagaimana mana mungkin aku bisa ikut bersama kalian, apalagi sudah lama sekali aku tidak pernah ikut ke pesta, malas sekali di sana itu sangat membosan kan," ujar nya sendu.


Kaila pun nampak kasihan melihat suami nya itu, namun dia juga tak bisa apa-apa


"Sudah lah Mas aku tidak akan macam-macam kok kan ada Oma juga di sana." ujar nya.


Setelah pamit dengan suami nya Kaila pun pergi bersama Oma diantar oleh sopir.

__ADS_1


__ADS_2