Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Naura tahu semua nya


__ADS_3

Icha nampak diam mengingat kenangan puluhan tahun lalu, dia pun menggelengkan kepala nya pelan dan tak kerasa air mata nya pun mengalir deras.


"Sayang hey kamu kenapa?" tanya Abang Zaenal menepuk pundak istrinya itu.


Icha pun tersadar dari lamunan nya dan segera menatap Naura yang baru saja bergabung dengan mereka, Naura habis dari dapur mengambilkan minum untuk tante Widya dan suami nya.


"Ada apa ini kok malah pada nangis?" tanya Naura heran.


"Cha plis aku mohon jujur, aku tahu kamu o pasti tahu kan gimana kejadian nya," ucap Ivan sedangkan Naura nampak bingung ada apa kenapa mereka menangis.


"Naura ya anak nya Kak Aulia, emang dia anak siapa?" ucap Icha mengepalkan tangan nya dia tidak bisa berbohong dia menundukan wajah nya.


"Naura sayang boleh tante pinjam kalung kamu sebentar sayang," ucap Widya namun Naura melirik ke arah tante nya dan Icha pun menggelengkan kepala nya.


"Tapi tante buat apa?" tanya Naura heran.


"Sebentar aja ya nanti tante balikin lagi sama kamu ya sayang," bujuk nya namun Naura masih ragu.


"Naura kasih liat nak tante Wiwid penasaran sama kalung kamu yang unik itu," ucap Abang Zaenal.


"A'..?" ucap Icha menggelengkan kepala nya namun Abang menggenggam tangan nya erat seolah semua baik-baik saja.


Naura pun membuka kalung nya dan. memberikan nya kepada Widya.


Widya pun langsung mengambil nya dan menggenggam nya erat dia memperlihat kan kalung itu kepada Ivan.


"Kamu ingat ini Pah?" tanya Widya dan Ivan pun mengangguk.


Ivan sangat tahu karna kalung itu dia yang membeli nya kalung itu di pesan oleh Ivan dari teman nya di luar negri dan hanya ada satu di Indonesia.


"Cha kamu tahu kalung ini di pakai Naura dari kecil?" tanya Widya dan Icha pun mengangguk.


Naura pun masih penasaran apa yang terjadi dengan kalung nya itu kenapa suasana menjadi tegang.


"Apa kamu pernah melihat isi dari liontin ini?" tanya nya lagi.

__ADS_1


Icha pun menggelengkan kepala nya karna dia tidak tahu soal kalung itu, karna yang dia dengar hanya tentang Wiwid saja saat Ibu dan Kakak nya berbincang.


Naura juga penasaran dengan apa yang di katakan Oleh Widya karna setahu nya liontin itu tidak bisa di buka.


Widya pun melepaskan kalung yang di pakai nya dan berbadul gantungan kunci kecil sekali.


Dia membuka liontin Naura dengan badul dari kalung nya dan liontin itu terbuka.


Naura dan Icha pun melebarkan matanya begitu juga Abang Zaenal yang tak tahu apa-apa.


"Nah kamu bisa liat apa isi nya sayang," ucap Widya memberikan kalung dan liontin itu ke tangan Naura.


Naura yang penasaran pun langsung melihat nya namun dia bingung karna bukan poto Papih dan Mamih nya yang ada di sana.


"Ini siapa kok bukan poto Mamih sama Papih?" tanya Naura heran.


Icha yang sudah tahu Wiwid ibu nya Naura pun hanya diam dia tidak tahu harus bicara apa.


"Ateu apa ini maksud nya jelasin sama aku," ucap Naura berkaca-kaca.


"Maksud nya apa aku gak ngerti," ucap Naura bingung.


"Papih dan Mamih kamu bukan orang tua kandung kamu sayang," ucap Icha.


Jedar....


Naura pun nampak membisu dan menggelngkan kepala nya."Ateu jangan becanda ini gak lucu," ujar nya.


"Ateu serius sayang maafkan Ateu," ujar nya.


"Ateu pasti bohong kan, aku anak Papih sama Mamih kan," ucap nya bergetar menahan tangis.


"Sayang...," ucap Widya memeluk Naura erat dia sangat tahu pasti Naura terpukul mendengar berita besar ini.


"Ini pasti bohongkan tante, kalo aku bukan anak Mamih sama Papih lalu aku anak siapa?" tanya Naura di sela isakan nya.

__ADS_1


Sedangkan Abang Zaenal nampak menenangkan Icha yang terisak di dada nya.


"Sayang biarkan Naura tahu yang sebenar ny dia sudah dewasa sekarang, kamu sebagai pengganti orang tua nya wajib memberi tahu nya," bisik Abang di telinga Icha.


Icha pun mengusap air mata nya dengan tisu dan duduk tegap menghadap mereka.


"Maaf kan aku Mba Wiwid aku memang egois tak memberi tahu kan yang sebenar nya kepada Naura, namun sekarang sudah terlajur Naura juga harus tahu semua nya," ucap Icha.


Naura pun menatap Icha dengan menahan tangis nya."Aku sudah siap menerima kenyataan apa pun itu, aku tidak mau ateu bohong pada ku, dan katakan yang sebenar nya,"


Icha pun menarik nafas dalam dan menghembus kan nya kasar ini adalah keputusan yang harus dia lakukan demi kebaikan Naura dan juga ibu nya.


"Naura sayang kamu memang bukan anak kandung Kak Aulia dan poto itu adalah orang tua kandung kamu, tapi kami sangat menyayangi mu sayang," ujar nya.


"Siapa orang tua ku Ateu, dalam poto itu hanya ada sepasang laki-laki dan perempuan tapi aku tidak tahu siapa mereka," jawab nya.


Saat Icha akan berbicara Widya pun akhirnya berkata jujur."Itu poto kami saat muda dulu," ucap Widya lirih.


Naura pun menatap intens wajah di samping nya itu lalu menatap poto yang ada di dalam liontin memang itu sangat mirip sekali.


"Lalu siapa ayah ku?" tanya Naura menatap ibu kandung nya itu.


"Mas Ivan," jawab nya sendu.


Membuat Icha melebarkan mata nya."Jadi dia pria brengsek yang meninggalkan Mba Wiwid saat hamil Naura?" tanya Icha kesal.


"Iya, tapi itu juga bukan sepenuhnya salah mas Ivan karna saat itu dia tidak tahu aku hamil dan aku yang memutuskan hubungan kala itu, saat aku tahu aku hamil ternyata Mas Ivan sudah kembali ke Kalimantan ke rumah orang tua nya, aku ingin mencari nya namun keadaan yang tak memungkin kan karna selama hamil aku di kurung tak bisa kemana-mana," ucap Widya panjang lebar.


Icha pun hanya bisa diam untung saja Ivan tak jadi dengan sepupu nya Rita kalo sampai itu terjadi kasian dengan Rita harus menanggung kesalahan Ivan di masa lalu apalagi Rita sangat menyayangi Naura sedari kecil pasti Rita sangat kecewa dengan Ivan.


"Tetap saja dia pria brengsek untung saja dia tak jadi menikah dengan sepupu ku," ucap Icha kesal dia memukul Ivan dengan bantal sofa.


Sedangkan suami nya nampak menggelengkan kepala, kenapa sekian lama jadi wanita yang manis kok sekarang datang lagi bar-bar nya.


"Ampun Cha aku udah tobat setelah aku pisah dengan Rima aku menikah dengan Widya untuk memperbaiki semua nya, aku juga menyesal telah meninggalkan Widya kalo aku tahu dari awal dia hamil aku tak akan pernah meninggalkan nya," ucap Ivan.

__ADS_1


Sedangkan Naura tersenyum melihat tante nya itu dia bahagia bisa memiliki orang tua lagi.


__ADS_2