Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Masih kesal


__ADS_3

Icha pun merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Harusnya gue lagi heppy-heppy di sini, " Ujarnya mengusap bantal sebelahnya dan tak terasa air mata nya tak tertahan, Dia pun menangis segukan.


Tiba-tiba ponselnya berdering, namun hanya nomor saja tidak ada namanya.


"Siapa sih, malam-malam telpon?" Gumannya, Dia pun segera bangun dan mengangkatnya.


"Hallo Asalamualaikun siapa ini? " tanya Icha.


"Walaikum salam ini Icha bukan? saya Alex, maaf menggangu waktunya saya yang tadi ketemu di Restoran masih ingat? " Ujar Alex di sebrang sana.


"Iya saya Icha tapi ada apa ya?" Tanya Icha heran.


"Ini dompet kamu tadi jatuh saya menemukannya di Restoran, kamu mau ambil ke sini atau saya yang ke tempat kamu? "


"Bentar... " Icha pun mengambil tas nya dan mengeluarkan semua isi nya ternyata benar dompet nya tidak ada.


"Hallo..? apa masih di sana? "


"Ah iya maaf, Mas nya masih di restoran? "


"Saya sudah mau pulang apa rumah kamu jauh dari Restoran tadi? "


"Dekat, nanti saya ke sana saja bisa tunggu sebentar ?"


"Baiklah saya akan tunggu, "


"Terimakasih sebelumnya, asamualaikum, "


"Walaikumsalam, " jawabnya.


Icha pun mematikan ponselnya lantas Dia pun menyambar gamis mengganti baju tidurnya, setelah selasai Dia pun memakai kerudung instan biar cepat pikirnya tak lupa memakai kardigan.


"Ada-ada saja, semoga tidak terjadi Fitnah aku menemui laki-laki lain tanpa suamiku, " Ujarnya.


Icha pun berjalan kaki dari hotel itu, karna Restoran tak jauh dari sana saat sampai di sana Alex sudah menunggu nya di depan Restoran.


"Maaf menunggu lama, " Ucap Icha melihat dompetnya di pegang Alex.


Alex pun melihat dari atas hingga bawah, cantik sekali pikirnya.

__ADS_1


"Sepertinya Dia habis menangis, sebenarnya apa yang terjadi padanya. batin Alex.


"Hallo Mas, dengar saya, " Ucap Icha menyadarkan lamunan Alex.


" Ah iya tidak apa-apa, santai saja, ini dompet kamu lain kali hati-hati ya untung saya yang menemukannya, " Ujarnya tersenyum.


"Terimakasih Mas, maaf sudah merepotkan, "


"Sama-sama, kenalkan nama saya Alex, dan maaf saya lancang membuka dompet kamu, " mengulurkan tangan, namun Icha hanya mengantupkan tangannya di depan dada.


"Tidak apa-apa malah saya yang berterimakasih,maaf bukan muhrim, " Ucapnya.


Alex pun tersenyum melihat Icha yang tak mau bersentuhan dengannya.


"Saya juga asli dari Bandung, kapan-kapan teraktir saya makan siang ya, " tawarnya.


"Maaf tapi... "


"Tidak ada tapi-tapian, anggap saja ini tanda terima kasih kamu kepada saya, " Ujarnya, namun Icha tersenyum masam.


"Ya sudah kalo begitu, saya permisi terimakasih banyak, " Ucap Icha.


"Gimana kalo saya antar?" Ucap Alex.


Alex pun pergi menaiki mobilnya, karna Icha kekeh tidak mau di antar, setelah kepergian Alex, Dia pun kembali ke Hotel.


Icha pun segera masuk ke dalam kamarnya, dan segera ganti baju Dia pun merebahkan tubuhnya yang sudah lelah.


Di sisi lain Alex sampai di Apartemannya, melihat Abang sedang rebahan di sofa.


"Baru pulang loe Lex, tadi ada kurir antarin gue makanan tuh udah gue abisin, " Ucap Abang melirik bungkusan di meja.


"Gue sengaja pesenin buat loe, takut nya loe kelaparan, " Ucapnya terkekeh.


"Yang benar saja loe, gue bisa masak kali kalo gak ada makan gue liat kulkas loe penuh, " Jawabnya.


"Haha... bisa aja loe berapa lama loe di sini? " Tanya Alex.


"Gak tau, mungkin dua atau tiga hari lah, " Jawabnya asal.


"Sebenarnya loe kesini mau ngapain sih?liburan? "

__ADS_1


"Niatnya sih gitu tapi gue gak mood, jadi gak tau meski ngapain, "


"Gimana kalo loe nikmatin hari libur loe lumayan mungpung di sini gue siap antar loe kemana pun, "


"Gue males kamana-mana, " jawab Abang, Dia pun duduk dan bersandar.


"Sebenarnya ada masalah apa sih loe bro, kaya nya berat, mungkin gue bisa bantu, " Ujar Alex.


"Biasalah masalah rumah tangga, " Jawabnya.


"Yang benar saja loe nikah aja belum masa udah mikirin rumah tangga aja aneh banget loe, " Ucapnya terkekeh.


"Gue serius lex, gue udah nikah satu minggu yang lalu gue juga undang loe,"


"Ah gila loe, terus bini loe mana? apa jangan-jangan loe ninggalin Dia karna Dia selingkuh kaya di film-film, "


"Ya enggak lah loe tuh kalo ngomong seenak nya aja, " Ujarnya kesal.


"Sorry bro gue cuma becanda, jangan marah oke, loe bisa jelasin ke gue masalah loe, "


"Gue lagi kesal aja sama Dia jadi gue ninggalin Dia sendiri di Hotel, gue takut hilang kendali bro loe tau kan gue suka gak bisa nahan emosi, " Jawabnya.


"Yang bener aja loe pulang sana kasian bini loe, tega amat loe? " Ucapnya.


"Biarin gue nginep satu malam di sini, gue masih sedikit kesal, " Ujarnya.


"Baiklah terserah loe, tapi kalo ada apa-apa sama bini loe jangan bawa-bawa gue, " Ujarnya.


"Iya loe tenang aja gue tau bini gue kaya apa, " jawabnya sedangkan Alex hanya geleng-geleng kepala.


"Nih gue punya ini, mungkin bisa sedikit ngilangin rasa kesal loe, " Ujarnya mengeluarkan satu botol minuman dari lemari.


"Tau aja loe, " Jawabnya.


"Loe boleh minum tapi jangan banyak-banyak gue tau loe gak bisa minum minuman kaya gini, " Ucapnya menenggak satu gelas kecil, Abang pun ikut meminumnya.


Setelah beberapa teguk Abang pun merasakan pusing dan terkapar di atas Sofa.


"Udah gue bilang jangan banyak-banyak dasar loe nyusahin gue dah kalo gini, " Gumanya mengangkat tubuh Abang membawanya ke kamar tamu, setelah Abang tertidur Dia masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan diri.


"Icha loe cantik banget sih, apa loe udah punya cowok? loe pake guna-guna ya Cha gue sampe gak bisa tidur kebayang wajah cantik loe, " Gumannya.

__ADS_1


Setelah meracau tidak jelas Alex pun tertidur.


__ADS_2