Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Akhirnya Kaila sadar


__ADS_3

"Sean ngapain kamu di sini?" tanya Naura dia sangat takut kalo orang tuanya akan melihat mereka.


Sean malah tersenyum dan menarik Naura kedalam kamar lalu di menutup pintu balkon.


"Aku sangat merindukan mu Ra," ucap nya memeluk Naura erat dan menciumi pucuk kepalanya.


Sean sangat merindukan wangi tubuh Naura sudah satu bulan ini dia tidak pernha bisa memeluk kekasihnya itu karna setiap datanga berkunjung dia tidak punya kesempatan berduaan dengan Naura karna orang tuanya selalu ada di sekeliling mereka.


"Kamu ngapain sih kesini? apa kamu manjat?" tanya Naura heran kenapa Sean sudah ada di atas saja.


Sean pun menggaruk kepala nya yang tak gatal dia mengingat tadi saat keluar dari rumah Naura.


"Cerita nya panjang sayang," ucap nya melepasakan pelukanya dan segera munutup semua gordeng di dalam kamar Naura.


Lalu dia mengajak Naura duduk di sofa dan menceritakan semuanya.


~Flasback~


"Sayang kamu mau kemana?" tanya Ibu Siwi melihat Sean memberhentikan mobilnya tak jauh dari rumah Naura.


"Aku ada perlu sebentar ibu pulang duluan sama Pa Agus ya biar aku nanti naik taxi aja," ujar nya.


Bu Siwi awal nya curiga apa yang akan Sean lakukan namun Sean menjelaskan bahwa dia hanya ingin bertemu teman nya yang ada di daerah sana.


"Aku sudah janjian dengan Deni di Cafe depan, ibu bisa lihat kan tuh Deni sudah sampai," ucap nya menunjuk seorang pemuda yang sedang duduk di depan Cafe itu membelakangi mereka.


"Ya sudah kalo gitu,Ibu pulang duluan ya kamu pulang nya jangan terlalu larut," ucap Bu Siwi dia membiarkan Sean pergi menemui teman nya itu dan mobil pun melaju meninggalkan nya.

__ADS_1


Namun Sean bukannya masuk kedalam Cafe tapi dia malah balik lagi ke rumah Naura dia tidak tahu siapa yang duduk di Cafe itu dia hanya ngasal saja agar ibu nya percaya.


"Pak buka sebentar pintunya, ada yang ketinggalan," ucap nya memanggil security yang berjaga.


Security pun lantas membukanya dan membiarkan Sean masuk kedalam.


Sean nampak bingung kemana dia harus mencari jalan asal bisa ke kamar Naura, dia tidak mau Naura memutuskan nya begitu saja.


Sean berjalan kesamping dia ingat kalo ada pohon mangga yang bisa dia panjat agar bisa sampai di balkon Naura.


Dengan tekad yang kuat dia pun memanjat dengan bantuan tangga yang dia temukan di dekat kolam renang, Sean pun akhirnya sampai dengan perjuangan yang berat apalagi banyak semut yang menggigit nya.


"Akhirnya sampai juga," gumannya menepuk-nepuk tangan nya yang kotor dia mencuci dulu tangan nya dengan air keran yang ada di balkon itu.


Setelah itu dia mengintip di kaca yang belum tertutup oleh gordeng dia melihat Naura baru keluar dari kamar mandi sepertinya dia baru selesai mengganti baju nya dengan daster pendek tanpa lengan.


~Flasback Off~


"Kamu bela-belain majat cuma karna gak mau kehilangan aku, astaga Sean kita kan bisa membahas nya besok lagi. Aku tadi bilang gitu juga gak serius kok aku cuma ingin Mama tahu kalo aku juga sedih dengan keadaan kaya gini," jawab nya.


Sean pun tersenyum bahagia dia benar-benar tidak menyangka kalo Naura hanya pura- pura saja.


"Makasih ya sayang kita pasti bisa lewatin semua ini aku tahu kamu sangat mencintaiku dan kamu jangan tanya cinta pada ku karna dari dulu sampai saat ini hatiku hanya untukmu aku cinta sama kamu dari dulu sekarang hingga maut memisahkan kita," ucap nya dan Naura pun tersenyum dia memeluk Sean erat Naura sangat nyaman sekali dalam pelukan Sean.


Sean pun mendekatkan wajah nya dia mencium bibir wanita itu dengan lembut dan ******* nya Naura pun langsung membalas nya, dengan membuka mulut nya.


Ciuman yang awal nya lembut kini menjadi panas dan membuat kedua nya bergairah walau pun Naura sudah pernah menikah namun dia tidak pernah di sentuh sama sekali oleh Ronal.

__ADS_1


Sean pun sama dulu sebelum pergi keluar negri dia hanya pernah melakukan nya dengan Naura dan bahkan itu terbilang sering karna Sean sering menginap di rumah Naura dan sampai sekarang dia tidak pernah berhubungan dengan siapapun karna hanya Naura yang membuat nya candu.


Setelah sekian lama mereka pun akhirnya melakukannya lagi, Sean memang sengaja melakukan itu dia berharap Naura hamil dan orang tua nya bisa merestui mereka.


Setelah melakukan olah raga itu mereka pun tertidur saling berpelukan entah apa yang besok akan terjadi yang jelas Naura tidak peduli dia hanya ingin Sean tidak mau yang lain.


.


Di rumasakit Kaila sudah terbangun dan sadar, Revan dan Clara pun bernafas lega karna Kaila tidak kenapa -napa hanya luka di tangan nya saja yang sedikit parah dan bahkan harus menerima beberapa jaitan di tangan kirinya itu.


"Gimana keadaan kamu sayang?" tanya Revan menghampiri Kaila dan duduk di samping nya.


Dia mengelus tangan nya pelan sungguh dia merasa bersalah dan tidak bisa menepati janji nya karna Kaila terluka lagi.


"Aku gak papa kok, aku kan kuat," jawab nya sedikit menahan kantuk karna obat yang dokter berikan.


"Iya kamu memang kuat makasih banyak udah baik-baik saja," ucap nya ingin sekali dia memeluk istrinya itu namun dia takut mengenai lukanya.


"Kai maafin gue yah, gue udah bikin loe kaya gini, dan makasih banyak untuk bantuan nya gue gak tahu nasib gue bakal kaya gimana kalo gak ada loe," ucap Clara yang ada di belakang tubuh Revan dia merasa gugup sekali baru kali ini dia merasa menyesal.


Kaila pun tersenyum dia senang nelihat Clara tidak kenapa-napa, semoga ini menjadi pelajaran yang berharga bagi Clara.


"Gue udah maafin loe kok, loe kan udah gue anggap adik sendiri jadi jangan sungkan udah menjadi kewajiban gue membantu loe dalam kondisi apapun dan maafin gue kalo selama ini membuat loe kesal," ucapnya.


Clara pun semakin terisak kenapa hati Kaila baik sekali, rasanya dia sangat malu telah berburuk sangka padanya dia sangat menyesal dengan apa yang terjadi padanya.


"Kai kenapa loe baik sama gue, padahal gue udah bikin loe celaka bahkan kata-kata gue sering kasar sama loe," ujar nya masih terisak.

__ADS_1


Revan bisa melihat kesedihan dimata adik nya itu, semoga saja setelah ini Clara bisa berubah dan bisa menerima Kaila menjadi anggota keluarga mereka.


__ADS_2