Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
bikin kesel aja


__ADS_3

Setelah sampai di kantor Icha segera masuk ke ruang kerjanya, sungguh mood nya sangat buruk pagi ini membuatnya tidak semangat.


"Kenapa cemberut aja, gak semangat banget kaya nya. "Ujar Ivan yang baru saja datang,membuyarkan lamunan Icha.


"Iss kak Ivan ngagetin aja,untuk aku gak punya penyakit jantung. " gerutu nya kesal seraya mengerucut kan bibirnya.


"Ha ha ha, gak usah marah dong."


"Mana berkas yang harus di kerjakan,bikin tambah bt aja ahh, " Ujarnya mengambil kertas di tangan Ivan.


"Jangan marah dong, nanti cantik nya ilang. " Ivan pun makin terkekeh melihat Icha yang tambah kesal.


" Udah ya jangan ganggu, pergi sana udah selesai kan. " Usirnya, Ivan pun tergelak dan pergi dari sana sambil enggelengkan kepala.


"Lagi pms kaya nya, galak banget. " Batin Ivan meninggalkan Icha sendirian.


Di sisi lain Ifa malah baru bangun tidur, itu pun di bangunkan oleh Mita.


"Fa bangun ihh dah siang tau,"Ujarnya.


"Jam berapa sih ini? "


"Jam 10, kamu beneran ngantuk ya bules banget tidur nya. "


"Ahh gila gw tidur sampe tiga jam," Ifa pun bangun dan bersandar di ranjang.


Sedangkan Mita, sedang berdandan dan siap berangkat.


"Gw ke kamar mandi bentar ya,tunggu bentar ya. " Ujarnya bergegas dan Mita pun menganggukan kepala.


Kini mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan, Ifa sengaja tidak masuk kuliah karna malas, sedangkan Mita ada kelas jam 1 nanti.

__ADS_1


"Mau beli apa sih? dari tadi kita muter-muter aja,"Ujar Ifa melihat sahabatnya tak membeli apa-apa.


"Biasa lah gw nyari diskon. " Ucap Mita terkekeh.


"Alah kebiasaan lo,nyokap lo gak ngasih uang saku sama lo? "


"Ya ngasih lah, cuma gw ngirit aja ha ha ha,lagian juga usaha gw dagang online lumayan. "


"Yw udah cepetan gw laper,"


"Oke,kita makan dulu biar lo gak cemberut terus. "


Mereka pun makan di salah satu resto di sana,mereka memesan nasi dan chiken wing, tak lupa minuman yang lagi viral boba.


"Lo sebenarnya kenapa sih Fa, kaya nya masalah lo banyak deh,"Ujar Mita seraya mengunyah makanan nya.


"Hmm keliatan ya? padahal gw udah pasang muka ceria, lo emang yang paling peka Mit, "Ujar nya menghembuskan nafas kasar.


Ifa pun menceritakan semua masalah nya dengan Rey, sungguh Mita tidak menyangka kenapa ini terjadi sama sahabatnya itu.


"Lo yang sabar ya, gw yakin Rey cowok yang baik dan semoga ini cuma salah paham aja dan segera ada jalan keluarnya. "Seraya mengelus punggung Ifa, dan Ifa pun tersenyum seraya memeluk sahabatnya itu.


"Makasih banyak Mit, lo emang terbaik, dan jangan kasih tau siapa pun. " Mita pun mengganggukan kepala.


Setelah itu mereke bergegas meninggalkan Resto karna sudah mulai siang Mita harus masuk kuliah, namun pada saat akan keluar dari Mall mereka melihat Rey bersama dengan Angel masuk ke toko perhiasaan.


"Fa lo ga papa kan? " Ujar Mita melirik sahabatnya yang hanya diam saja.


"Gak papa ayo pergi, lagian gw kan udah putus sama Dia, jadi gak ada urusan. " Ucap nya tersenyum kaku dan Mita pun melihat itu, Mita yakin kalo Ifa sangat sedih.


Mita pun sampai kampus naik taxi sedangkan Ifa kembali ke rumah Mita naik motor nya, karna rumah Mita sepi orang tuanya bekerja sampe sore hari, jadi Ifa leluasa di sana hanya ada Art saja.

__ADS_1


Sedangkan Icha di sibukan dengan beberapa pekerjaan hingga Dia sampai tidak sempat makan siang, seharusnya Dia sudah pulang namun,Dia pun harus ikut metting sore ini.


Abang pun seperti biasa sudah ada di depan kantor untuk menjemput Icha, namun 30 menit menunggu hingga kantor sepi Icha tak muncul-muncul, Abang pun semakin gusar hingga Dia pun menelpon Icha hingga lima kali panggilan baru di angkat.


📲Dimana ko lama banget. " ucapnya.


📲Maaf aku baru saja selesai Metting, kamu pulang duluan aja aku biar naik taxi aja karna aku lagi di luar gak Metting di kantor. " Ucap Icha di sebrang sana.


📲Aku jemput kamu dimana? "


📲Di restoran Xx."


Setelah tau Icha dimana Dia pun segera menghampiri nya, Niatnya ingin mengajak Diner romantis malah gagal karna kesibukan Icha.


Abang pun sampai di sana setelah sholat magrib dulu, terlihat Icha pun baru saja keluar dari sana bersama Hermawan dan juga Ivan, tak lupa dua Orang laki-laki, mungkin klien pikir Abang.


Icha pun pamit kepada mereka setelah melihat mobil sudah ada di sana.


"Cepat banget jemputnya. " ucap Icha,duduk di samping Abang dan memakai sabuk pengamannya dan Abang pun menancap gas meninggalkan Restoran.


" Kenapa? gak boleh gitu biar kamu bisa deketan sama cowok iya. " ucap Abang ketus, sungguh Dia sangat kesal melihat Icha tertawa dan dekat dengan Ivan.


"Maaf bukanya gitu , kamu udah makan? " Icha pun mengalihkan pembincaraan saat melihat raut wajah Abang yang tak bersahabat.


"Lain kali jangan terlalu dekat dengan laki-laki siapa pun itu. " Ujarnya lembut, seraya menggenggam tangan Icha.


"Maaf, aku janji gak bakal kaya gitu lagi. " Icha pun menundukan wajah nya.


"Ya sudah jangan sedih gitu dong, aku gak marah ko,sekarang senyum ya. "Abang pun tak tega melihat Icha sedih, Dia sangat merasa bersalah karna cemburu buta.


Akhirnya mereka pun sampai di rumah, Icha pun segera masuk rumah.

__ADS_1


__ADS_2