Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Kedatangan orang tua Kaila


__ADS_3

"Naura kalung nya bagus sekali beli dimana?" tanya Widia, sedari tadi dia memperhatikan kalung yang di pakai Naura.


"Oh ini peninggalan almarhum Mamih saya, kalo gak salah sih dari kecil aku dah pake kalung ini," ujar nya menyentuh kalung berliontin love itu.


Kalung berwarna putih itu sangat indah di lehar Naura, apalagi liontin nya bermata indah membuat nya lebih cantik.


Entah mengapa Widya semakin penasaran dengan sosok Naura itu, apalagi saat melihat kalung itu.


Dokter pun datang dan mengecek kondisi Naura dan itu membuyarkan lamunan Widya yang entah sedang memikirkan apa.


Naura pun akhirnya bisa pulang sore ini, Mama Remon juga mengajak Naura tinggal sementara di rumah nya namun Naura menolak dengan lembut.


"Maafin aku tante mungkin kapan-kapan aku main ke rumah tante," ujar nya merasa tak enak.


"Gak papa sayang yang penting kamu sehat ya," ujar nya.


Kaila pun membantu Naura berjalan, dan mereka pun berpisah di tempat parkir.


Remon membawa mobil nya dan pulang bersama Mama nya sedangkan Naura pulang bersama Cerry dan Kaila mereka kembali ke apartement nya Cerry.


"Hati-hati bawa mobilnya," ucap Widya dan Cerry pun mengangguk.


Mobil Remon pun melaju meninggalkan mereka, dan Kaila pun membantu Naura naik ke mobil.


"Makasaih banyak ya kalian sudah membantu kakak dan buat Cerry maaf kakak ngerepotin kamu terus," ujar nya.


"Gak papa kak aku gak merasa di repotin kok, aku malah seneng biasa nya aku diam terus di rumah jadi ada kegiatan," jawab nya tersenyum.


"Udah kakak jangan banyak pikiran, kami senang bisa membantu kakak" ujar Kaila.


Mobil pun melaju meninggalkan rumasakit, setelah sampai di apartemen Kaila langsung menyuruh Naura istirahat, sedangkan Kaila dan Cerry nampak duduk sekonjoran di sofa.


"Gila cape banget gue, kaki udah pegel banget," ucap Cerry.


Kaila pun mengangguk apalagi dia sedari tadi menahan sakit di inti nya lumayan perih.


"Sama gue juga, semoga ini semua cepat berakhir," ujar nya Kaila memejamkan mata nya.


"Si Clara langsung blokir no gue tahu gak masa dia gak percaya sama vidio yang gue kirim," ujar Cerry kesal.


"Kan gue udah bilang biarin aja lah orang kaya gitu mah jangan di ganggu malah kita juga kan yang kena marah," ucap Kaila.


Sebenarnya Kiala juga kasihan kepada adik ipar nya itu namun dia tidak mau menambah masalah, apalagi Clara terang-terangan tak menyukai nya.


Biarkan saja Clara sendiri yang membuktikan kebusukan teman-teman nya itu.


Ternyata Icha sedari tadi menghubungi Kaila namun tidak aktip, dia pun langsung ke rumah sahabat nya yaitu Dini.


Terlihat rumah sepi, apa tidak ada orang pikir nya.

__ADS_1


"Apa Dini dan anak-anak gak ada dirumah ya A'?" tanya Icha ragu untuk mengetuk pintu.


"Ketuk aja dulu kita udah terlanjur ke sini," ujar nya.


Icha pun memencel bel dan pintu pun terbuka terlihat wanita paruh baya yang membuka nya.


"Cari siapa ya bu?" tanya Bi Sumi.


"Dini nya ada?" tanya Icha.


"Ohh ada Bu silahkan masuk, saya panggil dulu Nyonya Dini," ujar nya.


Icha pun mengangguk dan masuk mengikuti Bi Sumi."Duduk dulu Pak, Bu saya ke belakang dulu panggil Nyonya," ujar nya.


Icha pun duduk bersama Abang menunggu Dini datang.


"Kira-kira ada masalah penting apa ya A' bunda cemas banget takut Kaila kenapa-napa," ucap Icha tak tahu kenapa perasaan nya tidak tenang.


Tiba-tiba Dini datang bersama Adam."Cha ko mau kesini gak ngasih kabar dulu, kan aku bisa masak kesukaan kalian," ucap Dini memeluk sahabat nya.


"Maaf ya Din kita dadakan ke sini nya gak tahu kenapa Kaila nyuruh kita kesini, apa anak-anak baik-baik saja?" tanya Icha melepas pelukan sahabat nya itu.


"Loh kok Kaila gak bilang apa-apa ya sama aku, semalem mereka memang menginap di sini tapi tadi mereka kembali ke apartemen kata nya mau jalan," ucap Dini yang tidak tahu apa-apa.


"Aku sudah menghubungi Kaila puluhan kali tapi ponsel nya tidak aktip," jawab nya.


"Ya sudah kalian tenang aja nanti biar Dini yang hubungi Revan, biar nanti mereka yang ke sini," ucap Adam.


Di tempat lain Revan nampak gelisah karna dari tadi menelpon Kaila tapi ponsel nya tidak aktip malah Mama nya yang menelpon nya.


[Hallo Ma asalamualaikum]


[Hallo sayang walaikumsalam kamu dimana? ini ada mertua kamu katanya mau ketemu Kaila] ujar Mama Dini di sebrang sana.


Deg.


"Apa bener yang di katakan Mico tadi ya kok Bunda sama Ayah sampe ke sini segala, ya Tuhan ada apa ini apa mereka tahu yang sebenar nya."batinnya.


[Hallo Revan kamu denger Mama gak?]


[Iya Ma denger aku lagi di tempat vutsal ini mau pulang kok] jawab nya sedikit gugup


[Ya sudah kamu ajak Kaila kemari ya bilang orang tua nya sudah datang, mereka menanyakan ada hal penting apa? Mama juga bingung apa kalian ada masalah?]


[Enggak kok Ma semua baik-baik saja, ya sudah Revan tutup ya mau kasih tahu Kaila biar dia siap-siap] ujar nya.


[Ya sudah kalo gitu Asalamualaikum]


[Walaikumsalam] jawab nya.

__ADS_1


Setelah sambungan terputus Revan meminta izin pulang duluan kepada Sean.


"Bang gue balik duluan ya ada urusan," ujar nya.


"Ada masalah?" tanya Sean.


"Enggak kok gue duluan ya bye," ucap nya berlari meninggalkan lapangan.


Sedangkan Sean nampak diam dan kembali bermain ke lapangan.


Revan pun segera melajukan mobil nya menuju apartement, dia berharap Kaila ada di sana.


Hanya sepuluh menit Revan sudah sampai di basmen apatemant nya dia langsung memarkirkan mobil nya dan berlari menuju unit nya.


Sedangkan Kaila baru saja terbangun dia segera membersihkan diri tak lupa dia pun sholat magrib terlebih dahulu.


Setelah itu membangunkan Cerry karna hari sudah mulai gelap, sepulang nya dari rumasakit mereka tak sengaja ketiduran di sofa.


"Cerr bangun udah gelap nih sholat dulu," ujar Kaila menggoyangkan kaki Cerry.


Cerry pun mengerjapkan mata nya dan segara bangun dan duduk menyandar sambil mengucek mata nya.


"Loe udah mandi Kai mau kemana?" tanya Cerry heran melihat Kaila sudah rapi.


"Gak kemana-mana kok, gue mau nungguin kak Naura aja, sholat dulu sana," ujar nya.


Cerry pun masuk ke dalam kamar, segera membersihkan diri dan sholat.


Sedangkan Naura masih berzikir di kamar sebelah, sambil menunggu waktu isya tiba.


"Kai gue pulang ya gak papa kan kalo gue tinggal," ujar nya tak enak namun Cerry juga sudah janji akan makan malam di rumah nya.


"Gak papa kok loe tenang aja," jawab nya.


Cerry pun mengangguk dia berlari ke kamar mandi untuk mencuci muka sebelum pulang.


"Gue balik ya loe hati-hati yah," ujar nya merapihkan baju dan rambut nya yang sedikit kusut.


"Hati-hati yah," ujar nya mengantarkan sampai ke pintu keluar.


Setelah kepergian Cerry Kaila pun segera mengunci lagi pintu nya.


Namun saat Kaila sudah menjauh dari pintu, bel berbunyi.


"Siapa sih namu jam segini apa jangan-jangan kak Sean lagi," ujar nya.


Kaila pun segera membuka pintu dan dia terkejut melihat suami nya ada di depan unit, dia lupa kalo tadi kesana bersama Revan.


"Loh kok malah kesini pulang nya?" tanya Kaila heran, belum tahu saja dia kalo unit nya bersebelahan.

__ADS_1


Revan masih memakai baju olah raga nya, keringat bercucuran membasahi wajah nya.


Kaila pun nampak heran, sebenar nya ada apa dengan Revan ini datang-datang ngos-ngosan seperti habis di kejar setan saja.


__ADS_2