
Keesokan harinya Kaila mengajak Shovia ke toko sepatu untuk membeli sepatu baru untuk nya.
"Kai ko malah diem sih bukanya kamu mau beli sepatu?" tanya Via heran melihat Kaila malah diam saja.
"Loe pilihin deh yang kira-kira bagus, gue bingung pilih nya," ujar Kaila berbohong padahal diri nya sengaja ingin Via memilih sesuka hati nya.
"Ko malah nyuruh aku sih kamu mah aneh-aneh aja, aku kalo harus milih pasti bingung menurut aku semua nya bagus harga nya juga lumayan," jawab nya.Dia melirik sepatu nya yang sudah mulai rusak tapi mana mungkin Dia bisa membeli sepetu seperti itu dalam kondisi seperti ini.
Ibu nya sakit dan harus bolak balik ke rumasakit sedangkan Ayah nya cuma seorang karyawan biasa tak mungkin memanjakan nya.
"Udah pilih yang mana aja Via, selera kita sama kok pasti apa yang loe pilih sama dengan yang gue suka," ucap Kaila tersenyum.
Shovia pun memilih sepatu yang sangat bagus, untung saja ukuran sepatu mereka sama jadi Kaila tidak perlu bingung harus berbohong lagi.
"Ini kaya bagus deh buat kamu hampir mirip kan sama sepatu kamu itu,"
"Ya udah gue ambil yang ini aja deh kalo gitu," ujar nya.
"Kamu gak liat dulu harga nya terlalu malah Kai,"
"Udah loe tenang aja gue udah siapin duit nya," ujar Kaila mengambil lembaran merah dalam saku baju seragam nya
Kaila sengaja memilih toko itu karna semua barang nya bermerk jadi Dia tahu pasti barang nya juga akan awet saat di pakai.
Setelah membayar Kaila mengajak Via ke Mini market sebentar sebelum pulang.
"Ini udah sore Kai aku harus segera pulang," ujar nya menolak ajakan Kaila.
"Udah loe tenang aja nanti gue anterin loe pulang," ujar nya.
Shovia pun tak bisa menolak ajakan sahabat nya itu Dia hanya mengangguk pasrah.
Kaila memberi satu keresek besar makanan dan menyimpan nya di depan motor metik nya.
"Loe bawa dulu sepatu nya ya susah soal nya kalo di bawa di depan," ujar Kaila memberika paperbag itu kepada Via.
__ADS_1
"Kai ngapain sih beli sembako segala apa bunda kamu sengaja nitip ini sama kamu?" tanya Via melihat Kaila membeli berbagai sembako termasuk minyak dan juga gula putih ada juga deterjen dan sebagai nya.
"Udah ahh yuk balik," ujar Kaila menyerah kan helm kepada Via.
Mereka pun meninggalkan tempat itu menuju rumah shovia.
Hanya 10 menit mereka pun akhirnya sampai di sebuah rumah yang terlihat sederhana, namun halaman nya lumayan luas.
"Ayo mampir dulu Kai, Mama nanyai kamu katanya kangen udah lama gak ketemu," ajak Via menyerah kan helm nya.
Kaila pun membawa kresek besar itu dengan susah payah.
"Loh kok di bawa ke sini sih Kai, bukannya itu pesanan bunda kamu?" tanya Via heran.
"Bukan ini sengaja gue beli buat loe dan keluarga dan sepatu itu juga buat loe, sorry gue bohong sama loe kalo gue jujur loe pasti bakalan nolak," ujar nya.
"Kai kenapa sih loe baik banget sama aku dan keluarga aku, aku benar-benar gak bisa nerima ini semua," jawab nya jujur Dia sudah terlalu sering merepotkan sahabat nya itu baru beberapa bulan lalu Dia di bayari SPP sekarang apa lagi.
"Udah jangan nangis gue malah seneng kok bisa bantu loe," jawab nya mengelus pundak Via yang nampak bergetar menahan tangis.
"Loh kalian, Via kenapa nangis nak?" tanya Amanda ibu nya yang baru saja keluar memakai kursi roda.
"Ayo nak Kaila masuk, kebiasaan emang Via kalo ada tamu suka di biarin di luar,"
Kaila pun masuk dulu sebentar sebelum akhirnya pamit karna sudah mau adzan magrib.
Shovia menceritakan semua nya kepada Mama nya kalo Kaila membeli kan bahan makanan dan juga sepatu untuk nya.
"Makasih banyak ya nak, tante benar-benar gak enak sama kamu apalagi sama Mama kamu yang terus-menerus memberi uang kepada kami,"
Iya setelah Kaila menguras tabungan nya Icha curiga dan Kaila pun berkata yang sejujur nya Icha pun senang melihat anak nya yang mau membantu orang lain.
Icha pun ikut memberikan uang setiap bulan untuk Shovia, meskipun Icha tak pernah bertemu dengan orang tua nya Via,tapi Icha yakin mereka orang yang baik.
"Gak papa kok tante jangan merasa begitu saya dan Mama saya senang bisa membantu, nanti kapan-kapan saya akan ajak mama saya main kesini, seperti nya tante seumuran dengan Mama saya," ujar nya.
__ADS_1
Setelah itu Kaila pun langsung pamit meninggal kan mereka berdua,karna papa Via akan datang jam 7 malam.
***
Bulan bulan pun berlalu kini Kaila sudah naik ke kelas 12, hari ini Dia akan menengok ibu nya Shovia yang kembali sakit, bulan-bulan yang lalu sudah operasi namun masih harus rawat jalan.
Hubungan nya pun dengan Andra semakin baik dan tidak pernah ada masalah, semua nya baik-baik saja.
Andra sekarang sudah lulus dan masuk iuniversitas ternama di sana, tak jarang Dia juga sering mengajak Kaila jalan -jalan berdua.
Sedangkan dengan Revan sejak malam itu Dia tidak pernah bertemu lagi, kemana pria itu entah lah Dia tidak mau ambil pusing.
Hari ini hari libur mereka bisa bersantai, Satria semalam menginap di rumah nya karna orang tuanya sedang pergi ke Jogja.
"Kai loe jadi jenguk mama nya Via?" tanya Satria, karna dari semalam mereka sudah berencana akan menjenguk ibu nya Shovia yang baru pulang dari rumasakit.
"Ya jadi lah bukannya loe juga mau ikut?" tanya Kaila heran.
"Iya, tapi gue ada perlu dulu loe duluan nanti tunggu gue di sana yah,"
"Oke kalo gitu, gue telpon Desi dulu," ujar nya.
"Gue cabut sekarang yah, nanti kabarin gue," ucap Satria melajukan motor nya
Tak menunggu lama Desi pun datang memerkirkan motor nya di depan rumah Kaila.
"Cepet banget loe dah nyampe di sini aja, ayo masuk dulu" ujar Kaila menarik tangan Desi agar mengikuti nya.
"Lohh bunda bukan nya mau pergi kok belum siap-siap?"
"Gak jadi katanya Ayah mau mancing di ajak sama Kakek, gak mungkin kan bunda ikut mereka," jawab nya.
"Iya juga sih gimana kalo bunda ikut kita aja ke rumah Via, jenguk Mama nya," ujar Kaila.
"Iya tan ikut yuk udah lama loh kita gak jalan bareng tante, lumayan kan kalo tante bawa mobil kita gak kepanasan bawa motor," timpal Desi.
__ADS_1
"Kamu tuh bisa aja ya, ya udah bunda siap-siap dulu yah," ujar nya.
Icha pun akhirnya ikut bersama mereka menuju rumah Via, ini pertama kali nya Dia akan bertemu dengan keluarga Via karna Dia sangat sibuk tak pernah ada waktu bertemu.