Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Kecemburuan Revan


__ADS_3

warning 21+


Kaila menatap suami nya yang sedang duduk di atas kasur."Mau anterin gak kalo enggak aku balik ke sana sendiri,"


"Kok gitu sih, ini masih pagi sayang atau jangan-jangan kamu udah janjian lagi sama cowok itu?" tanya Revan.


Kaila yang tak mengerti pun mengkat alis nya."Cowok siapa udah deh jangan mengada-ngada aku males berdebat sama kamu,"


Revan pun menarik tangan Kaila yang sedang berdiri tak jauh dari nya dan Kaila pun terjatuh kepangkuan nya."Jangan pura-pura gak tahu siapa si Remon itu aku tahu kamu sedang dekat sama dia,"


"Kamu tuh apa-apaan sih?" tanya Kaila menarik dari agar bisa lepas dari pangkuan nya.


"Gak semudah itu sayang kamu milik ku sampai kapan pun kamu adalah milikku," ujar nya mencium leher Kaila.


"Lepas kamu tuh apa-apa sih?" ucap Kaila, namun Revan yang cemburu dan juga nafsu melihat istri nya itu tak membiarkan Kaila pergi.


Dia membawa Kaila ke dalam pelukan nya dan mengurung tubuh nya di kasur, dengan posisi Revan berada di atas tubuh Kaila.


"Lepasin kamu mau ngapain?" tanya Kaila ketakutan jantung nya terasa ingin melompat daru dada nya dia memukul-mukul dada Revan.


Namun Revan tak bergeming dia tersenyum melihat wajah kaila yang menggemaskan, wajah Revan berada tepat di atas nya hanya berjarak beberapa inci saja, bahkan deru nafas nya pun terasa hangat menyapu wajah cantik nya.


Cup


Kaila terdiam saat merasakan benda kenyal menyentuh bibir nya, Revan yang merasakan Kaila tak memberontak pun langsung ******* bibir indah itu.


Kaila pun tersadar dan mendorong tubuh Revan, namun tenaga nya sia-sia karna badan Revan yang tegap dan berisi.


"Brengsek loe ya, itu ciuman pertama gue," ujar nya mengusap bibir nya dengan kasar tak sadar kalo dia sedang berkata jujur.


Revan pun menyeringkai sambil menatap wajah Kaila yang memerah entah karna malu atau apa dia pun tak tahu.


Hampir saja tangan Kaila mendarat di pipi Revan, namun Revan segera menangkap nya."Jangan kasar dong aku kan suami kamu jadi wajar kalo aku minta hak aku sebagai suami, atau kamu mau minta lebih?" tantang Revan dengan mengerlingkan sebelah mata nya membuat Kaila bergidik ngeri.


Deg

__ADS_1


Kaila pun tidak bisa menolak karna memang benar yang Revan katakan itu.


"Oke-oke loe emang suami gue tapi plis lepasin gue, gue buru-buru," ujar nya memelas dia belum siap menjadi istri seutuh nya.


"Mau kemana ketemu pria si*lan itu, apa kamu gak puas punya satu suami," ucap Revan kesal dia mencium lagi bibir Kaila dengan penuh nafsu dia melu**t dan mengg*git bibir Kaila agar dia bisa mengabsen mulut gadis canti itu Revan sedang marah karna cemburu buta.


Sedangkan Kaila nampak kesal dia memukul-mukul punggung Revan agar melepaskan nya namun sayang Revan malah sengaja bergelirya turun ke bawah sana, meremas dan menekan kuat gund*kan da** Kaila.


Tubuh Kaila memanas dia merasakan ada hal yang aneh pada dirinya dan tak terasa leguhan keluar dari mulut Kaila saat merasakan itu."Eeggh...,"


Mendengar itu Revan semakin bersemangat tangan nya masuk ke dalam kemaja yang di pakai oleh Kaila.


Dia sengaja membuka semua kancing nya dan tempampang lah dua gundukan kembar yang mengambul masih terbungkus bra.


Revan tak menyangka kalo dada Kaila sebesar itu karna Kaila selalu memakai baju yang longgar.


Dengan tak sabar dia merem*s gunduk*n itu dia pun membuka semua pakaian Kaila dan membuka handuk yang di pakai nya.


Kini mereka sama sama polos tak memakai apapun, melihat Kaila yang tampak pasrah dia pun melanjutkan aksi nya.


"Sabar ya sayang ini akan sedikit sakit," bisik nya membuat Kaila menggeleng pelan.


Kaila hanya bisa menangis dalam diam walau pun dalam hati nya terus mengumpat dan mnyumpahi suami nya itu.


Setelah beberapa saat Revan mencapai puncak nya dan meneriaki nama Kaila.


Dia mencium kening Kaila dan menyeka air mata Kaila yang basah di pipi."I love you sayang," bisik nya dan dia pun ambruk di samping Kaila mereka sama- sama terengah nafas nya memburu.


Kaila pun nampak diam ingin sekali dia marah namun bagaimana pun Revan adalah suami nya dia berhak atas dirinya.


"Maafkan aku sayang, aku khilaf aku gak mau kamu pergi dengan pria mana pun aku cemburu sayang liat kamu sama pria lain," ujar nya meremas rambut nya kasar.


Kaila pun sadar kalo selama ini Revan sangat perhatian pada nya tulus, namun dia bingung harus bagai mana sekarang.


Mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing hingga Kaila pun tak sadar dia tertidur lagi.

__ADS_1


Di tempat lain Naura sudag terbangun dia memasak untuk dirinya, ingin menelpon Kaila tapi dia tidak ingin menggangu pasti sepupu nya itu sedang bersama keluarga baru nya.


Dering ponsel membuat nya kaget tertera nama Cerry di sana Naura langsung mengakat nya.


[Hallo asalamualaikum Cerry]


[Walaikum salam kak, gimana kabar nya maaf semalam aku menginap di rumah] ucap Cerry di sebrang sana.


[Tidak apa-apa Kakak kan sudah bilang jangan khawatir] jawab nya.


[Aku ada urusan keluarga dulu sebentar, nanti aku mampir ke sana]


[Oke jangan pikirkan aku santai saja] jawab nya.


[Ya sudah kak aku tutup ya telpon nyah, asalamualaikum ]


[Walaikum salam] jawab nya.


Naura pun ingat kalo Kaila dan Remon sudah mendaftar kan cugatan cerai ke pengadilan agama, dia bingung karna tidak punya uang untuk menyewa pengacara.


"Aku harus bekerja dari mana aku punya uang kalo diam di rumah terus," guman nya.


Dia pun mencari-cari lowongan kerja di media sosial nya, sudah lama sekali dia tak aktip di sana begitu banyak dm yang masuk termasuk dari keluarga nya ada juga dari Nabila yang terus menanyakan kabar nya.


"Maaf kan aku, mungkin nanti aku akan kembali pada kalian jika aku sudah bisa berdiri di kaki ku," lanjut nya.


Revan sedang sarapan dengan orang tua nya dan juga Oma, namun Kaila tak ikut serta karna dia masih tidur.


"Apa Kaila sakit, kenapa dia tidak ikut sarapan dengan kita?" tanya Mama Dini heran.


Sedangkan Clarisa sudah pergi olah raga bersama kedua teman nya.


"Iya Ma, seperti nya dia sedikit demam," bohong Revan padahal dia yang membuat Kaila seperti itu.


"Kenapa gak di bawa kedokter, kasian kan dia," timpal Oma khawatir.

__ADS_1


"Iya nanti aku bujuk dia, sekarang dia sedang istrirahat," jawab nya.


Sengguh Revan tidak tahu harus memberi alasan apa pada keluarga nya itu, jadi alasan itu seperti nya lebih baik.


__ADS_2