Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
kedatangan teman lama


__ADS_3

Revan mengerjapkan matanya dia terbangun dari tidur nya dan melirik jam di atas nakas ternyata sudah dua jam dia tertidur.


Dia pun bangun mencari keberadaan Kaila terlihat Kaila tertidur di atas sofa sambil menggengam ponsel nya.


Revan pun duduk di sebalah nya dan mengambil ponsel yang ada di tangan di atas perut nya.


Revan membuka ponsel Kaila ternyata Kaila lupa mengeluarkan dari aplikasi Ig nya Revan melebarkan mata nya saat melihat ratusan komentar di salah satu poto yang Kaila posting.


Rata-rata yang berkomentar itu laki-laki, dan itu membuat nya kesal dan naik darah.


Terdapat puluhan Dm di sana namun tak satu pun yang Kaila balas, Revan bisa tenang melihat nya.


Dia menatap Kaila intens dan merapih kan rambut nya yang menutupi wajah.


"Kamu manis sekali kalo sedang tertidur seperti ini," ujar nya.


Dia pun meletakan ponsel nya di atas meja dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi dia membersihakan diri nya setelah mandi dia pun membangunkan Kaila.


"Sayang bangun ashar dulu sudah mau jam 4," ujar nya.


Kaila pun mengerjapkan matanya lalu meregangkan otot otot nya dan segera bangun.


Dia pun menguap sambil menutup mulut nya."Mas udah sholat?" tanya Kaila.


"Belum kan nungguin kamu," ungkap nya.


Namun Kaila malah menggelengkan kepala nya dia mengambil sesuatu di dalam laci.


"Aku lagi gak sholat Mas," jawab nya menunjukan pembalut yang di ambil nya di dalam laci.


"Maaf sayang Mas lupa," ungkap nya membuat Kaila terkekeh.


Revan pun memutus kan sholat dulu sedangkan Kaila masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Beberapa menit berlalu Kaila sudah selesai mandi, dia juga sudah rapi sedangkan Revan sedang duduk di sofa dengan wajah yanh di tekuk.


"Kenapa sih Mas cemberut terus ada masalah?" tanya Kaila heran.


"Aku kesel sama kamu sayang kenapa sih harus apload poto kamu segala aku gak suka kecantikan kamu di nikmati banyak orang," ujar nya.


Ya Revan memang tak menghapus poto Kaipa tapi dia menonaktifkan komentar.

__ADS_1


Dia gak mau banyak pria memuji istri nya, dia benar-benar kesal sekali.


Sedangkan Kaila mendelik dia juga ingin tertawa mendengar suami nya yang terus menggerutu.


"Maaf kan aku nanti aku hapus, sekarang kita turun yuk Mama sama Papa kaya nya sudah pulang deh," ajak Kaila.


Revan pun berdiri mengikuti Kaila dia menggenggam tangan Kaila erat.


"Ya Tuhan Mas ngagetin aja aku kan lagi gak mau nyebrang kenapa harus di peganging segala," ucap Kaila.


"Udah kamu diem aja yah," ungkap nya.


Mereka pun turun ke bawah menghampiri orang tua Revan yang sedang berbincang di ruang tamu bersama tamu nya.


"Sayang sini," ucap Mama Dini melambaykan tangan nya.


Mereka pun berjalan barengan menghampiri nya, selain mertua nya Kaila bisa melihat laki-laki paruh baya dengan seorang pria dewasa seumuran suami nya di sana.


"Revan kok kamu gak sapa temen kamu sih?" tanya Mama Dini.


Sedangkan pria itu tersenyum menatap Kaila membuat Revan kesal.


"Sore Om Surya, sore juga Dito bagaimana kabar kalian?" ucap Revan berusaha ramah.


"Kami juga sangat baik," jawab nya sambil melirik kearah Dito terpancar sekali aura permusuhan diantara mereka membuat Kaila tak berani bertanya.


"Oyah siapa gadis cantik ini, apa dia teman nya Clara?" tanya Om Surya.


"Ohh bukan Mas, dia tunangan anak saya," ucap Dini membuat Revan membulatkan matanya.


Sedangkan Kaila hanya tersenyum hambar, jadi dia benar-benar tak di anggap menantu oleh Dini pikir nya.


"Mah..," ucap Revan ingin protes namun Kaila meremas tangan Revan agar diam.


"Apa nak?" tanya Mama Dini.


"Tidak jadi," jawab nya.


Sedangkan Adam bisa melihat kekecewaan di mata Revan karna Dini tidak mengatakan yang sebenar nya.


Mereka pun nampak berbincang, lebih tepat nya orang tua sedangkan anak nya saling diam.

__ADS_1


Ternyata mereka membahas perjodohan Clara dengan Dito, Kaila bisa mendengar apa yang di inginkan mertua nya itu ternyata demi bisnis semata karna perusahaan Adam sedang ada masalah.


Kaila bisa merasakan bagaimana perasaan Clara jika dia tahu apa yang terjadi.


Kini Revan dan Dito berada di belakang rumah Revan menatap Dito tajam seolah meminta penjelasan.


Ya tadi Dito izin ke toilet dan Revan mengikuti nya dan mengajak nya berbincang di belakang rumah.


Kaila yang penasaran pun mengikuti nya namun dia melihat nya dari jauh, karna tak sopan bagi nya bila dia ikut ke sana.


"Apa maksud loe nerima perjodohan ini hemmm?" tanya Revan menarik kemeja Dito sedangkan Dito hanya terkekeh.


"Revan Revan kenapa sih dari dulu loe curigaan terus jadi orang, loe kan tahu gue," ujar nya.


"Gue gak pernah percaya sama loe dan inget gue belum maafin loe sampai hari ini," ucap nya.


"Loe masih dendam sama gue semua itu masa lalu dan itu kecelakaan bukan sepenuh nya salah gue, lagian dia juga udah tenang di alam sana Van," ucap Dito.


Namun Revan masih saja belum melepaskan Dito amarah nya belum bisa mereda.


"Ingat ya kalo loe sakitin adik gue loe berurusan sama gue, ingat loe," ujar nya menghempas kan Dito hingga terhayung ke belakang.


"Gue tahu loe masih marah sama gue Van tapi itu kan masalalu kenapa loe dendam banget sih, di sini gue gak salah Van loe nya aja yang buta cuma gara-gara cewek sialan itu," ujar nya kesal.


"Jaga ya mulut sialan loe itu Bianca teman kita dan apa maksud loe jelekin dia hemm," ucap nya membuat Dito tambah kesal.


"Loe itu bego atau bodoh sih gak bisa liat mana yang baik sama yang pura-pura baik gue sama Miko udah ingetin loe berapa kali kalo Bianca dan Derry ada hubungan kenapa loe tutup mata akan hal itu,"


"Dan asal loe tahu saat kecelakaan itu Derry yang ngebut bawa motor nya bukan gue yang ngejar dia dan kecelakaan itu udah takdir mereka yang hianatin loe bukan gue sama Miko," ucap nya kesal.


Dito pun langsung pergi meninggalkan nya saat di dapur Dito bisa melihat Kaila sedang membantu membuat makan malam bersama bi Sumi.


Senyum nya sangat manis membuat Dito menyunggingkan senyum nya.


"Kenapa gadis cantik kaya loe mau sih sama moster kaya si Revan itu," batinnya.


Dia pun kembali ke ruang tamu bergabung dengan yang lain.


"Kamu dari mana kok lama,kita harus segera pulang," ucap Surya.


"Tadi aku berbincang dengan Revan sebentar," jawab nya.

__ADS_1


Setelah berbincang Surya pun pamit meninggalkan kediaman Dini.


__ADS_2