
"Apaa... ??"
"Biasa aja kali Cha, gak usah lebay gitu ,emang kamu harus tau dari sekarang biar nanti kalo ada pertemuan kamu gak grogi. "
"Ohh gitu yam hmm, Emang udah lama ya bekerja sama dengan BR Grup??
"Sekitar dua tahun yang lalu,sekarang Prusaahan itu di kelola oleh Desta jadi kamu harus sabar kalo nanti ketemu lagi sama Dia, kamu harus propesional Cha. " Ucap Hermawan hati-hati.
"Oke Mas tenang aja, lagian aku juga kenal dekat ko sama istrinya jadi terserah ahh. "
"Intinya gak boleh baper, dan teteh harap kamu gak pernah ungkit masalah kalian yang dulu, anggap aja kalian gak kenal gitu Cha. "
"Iya teteh tenang aja, aku akan berusaha propesional." Jawabnya.
Setelah lama berbincang Icha pun kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya.
Terdengar ponsel Icha bergetar,terlihat beberapa pesan masuk .
Icha pun mengambil ponselnya dan lekas membuka Chat.
Abang 💖
\=Sayang lagi apa, kebiaasaan deh gak angkat kalo di telpon.
\=Jangan begadang, tidur lebih awal biar di kantor gak ngantuk.
Icha pun segera membalasnya.
\=Iya selamat istirahat sampai jumpa besok.
Setelah pesan terkirim Icha pun bergegas tidur.
Pagi pun menyapa, Icha pun seperti biasa bangun pagi dan menyiapkan bekal untuk Abang dan juga untuknya,setelah beberapa saat berkutat di dapur Icha pun langsung bersiap.
" Cha kamu sudah siap nak, ini masih pagi. " Seru Pa Harun yang sedang sarapan,melirik jam tangannya baru jam 06.35.
"Iya Pak, kan ka Awan keluar kota Icha harus hendel semua." jawab Icha dan pak Harun pun hanya mengangguk.
Icha pun pamit setelah meminum susu nya." Icha pamit ya, Asamualaikum. " Seru nya seraya menenteng paper Bag di tangannya.
"Walaikumsalam. " Jawab mereka.
Abang pun sudah menunggu Icha di depan gerbang, mereka pun berangkat bersama seperti biasa perjalanan pun tak terasa karna di iringi dengan canda tawa keduanya.
Icha pun akhirnya sampai di kantor, sedangkan Abang bergegas lanjut ke kantornya.
Icha pun segera masuk ke ruangannya setelah menaiki tangga karna lief di sana sedang di perbaiki.
"Gila kalo tiap hari kaya gini, gempor ni kaki, lagian ada-ada saja lief nya pake mati segala." gerutunya kesal.
Icha pun merebahkan tubuhnya di kursi sambil menyenderkan kepalanya di atas meja, sedikit bernafas tenang karna begitu banyak pekerjaan yang akan di lakukannya.
Icha pun mengerjakan beberapa file yang di kirimkan Ivan padanya membuat kepala ICha terasa akan pecah.
"Ahh ka Ivan, bener-bener bikin gw lumbur." Icha pun dengan malam berusaha semangat.
__ADS_1
Dan akhirnya makan siang pun tiba, Icha yang sudah kelaparan pun bergegas meninggalkan ruangannya.
Namun ada yang berbeda saat Icha melewati Resepsionis dia melihat wanita paruh baya yang sedang berdebat di sana.
"Saya ingin bertemu dengan Hermawan." Ucapnya lantang.
" Maaf Bu, Bapa nya sedang tidak ada di kantor dan kami harap Ibu berjanji dulu dengan beliau kalo ingin bertemu. " Ucap mereka sopan.
"Kenapa harus janji segala, saya adalah mertuanya Hermawan, gak perlu susah-susah bikin janji biasanya juga tinggal datang saja. " jawabnya sedikit memaksa.
Namun wanita paruh baya itu ngotot ingin masuk,Icha pun bergegas menghampirinya karna kantor tanggung jawabnya selagi Hermawan tidak ada.
"Maaf bu, ada yang bisa di bantu. " Tanya Icha ramah.
"Ini gimana sih, masa saya harus nunggu dulu padahal mereka tau kalo saya mertuanya Hermawan. " Gerutu Ibu itu kesal.
"Maaf bu tapi beliau sedang keluar kota, kalo ada perlu sampaikan saja pada saya nanti saya sampaikan pada beliau. "
"Kamu bilangin sama dia, masalah anaknya belum selesai sekarang Sakira di rawat lagi di rumasakit Dia malah enak-enakan sama istri barunya, gak tau malu sekali."
"Ibu, tenang ya sebaiknya Ibu pulang dulu jangan bikin kehebohan disini yah. " Ucap Icha membujuk seraya menuntun Ibu itu agar keluar dari sana.
Namun wanita itu malah menghempaskan tubuh Icha hingga kepalanya membentur meja, semua orang di sana panik melihat Icha yang tersungkur,langsung membantu Icha berdiri.
Beberapa security datang menghampiri mereka, dan segera menyeret wanita paruh baya itu dengan kasar, namun wanita itu terus meronta dan berteriak.
Icha tidak habis pikir kalo sampai Irma yang bertemu apa yang akan terjadi, Icha pun bergidik ngeri.
"Ibu ga papa??" Tanya beberapa karyawan di sana.
"Ahh engga, saya gak papa sebaiknya kalian istrahat dulu saya juga mau makan siang di luar. " Jawab Icha seraya memegang kepala nya yang sedikit pening, namun apa boleh buat dia sudah berjanji mau makan siang dengan Abang di Caffe depan.
"Ini kemana sih kok lama. " guman Icha duduk di salah satu kursi seraya mencari-cari ponselnya di dalam tas.
"Sial. " batinnya.
Disaat waktu seperti ini ada saja yang membuatnya kesal, mau tidak mau Icha pun memesan makanannya walau pun hanya memekannya sedikit karna sudah tak nafsu lagi makan.
Icha pun bergegas membayar makanan dan minum nya ke kasir, namun Mba kasir malah bertanya.
"Teh itu kening nya berdarah. " Seru pelayan Caffe.
"Ah masa sih Mba, boleh saya pinjam cermin?" tanya Icha.
Pelayan pun memberikan cermin yang di ambil dari saku baju nya. " Silahkan." Ucapnya sopan.
Icha pun meneliti memar itu dan ada sedikit darah yang sudah mulai mengering.
"Makasih ya Mba." Memyerahkan kembali cermin itu dan segera membayar nota nya.
Icha pun kembali ke kantor dengan tergesa, untung saja lief nya sudah berpungsi dengan baik jadi Icha tidak perlu naik tangga lagi.
Icha pun duduk di ruangannya memerikas ponselnya ada beberapa panggilan tak terjawab juga beberapa chat masuk ke dalam ponsel Icha yang baru saja Icha buka, dengan hati-hati Icha membuka satu persatu.
Abang 💖
__ADS_1
\= Sayang maaf gak bisa makan siang bareng soalnya aku ada meeting dadakan, kamu makan sama temen-temen kamu dulu ya nanti pulang nya aku jemput.
Icha pun menghela nafasnya panjang saat panggilan masuk dari Ivan.
Ka Ivan Calling..
📲 Asamulaikum ?" Suara di sebrang sana
📱Walaikumsalam. " jawab Icha.
📲 Cha,cepet kirim file yang kemarin aku kirimin soalnya ini ada yang beda sama yang kemarin, cepet ya Cha waktunya mepet. "Seru Ivan yang terdengar panik.
📲 Bentar aku kirim dulu ke email ka Ivan. " Seraya mengotak atik komputernya.
📲Gimana udah belum. " Tanya Ivan.
📲 Udah kakak tinggal cek.
📲 Oke Cha makasih bye. " Serunya seraya memutuskan panggilan.
"Huhh kebiasaan deh, kalo ada maunya minta cepet-cepet kalo udah dapet main putusin aja, geje emang. " Gerutu Icha kesal.
Icha pun mengobati luka nya dengan Obat merah dan segera membungkusnya dengan plester, rasa pening di kepala nya semakin menjadi, hingga Icha pun tidak pokus mengerjakan pekerjaannya.
Dan tak terasa wqktu pun berjalan dengan cepat akhirnya Dia bisa pulang ke rumah, rasanya ingin cepat-cepat merebahkan tubuhnya di kasur.
Ponsel nya pun terus berdering,Icha pun segera mengangkat nya.
Abang💖 Calling..
📲 Iya bentar otw. " Seru Icha setelah mengangkat telponnya.
📲 Sayang maaf aku gak bisa jemput, kamu naik taxi gak papa kan, aku masih banyak kerjaan kayanya harus lembur. " Ucapnya merasa bersalah.
📲Ya udah deh, gak papa. " Jawab Icha sedikit lesu.
📲Oke hati-hati di jalan. "
📲Iya bye. " Jawab Icha langsung mematikan panggilannya.
Icha pun berjalan ke depan kantor dan menunggu taxi yang di pesannya di sana, namun saat Icha menunggu hujan deras pun tak terhindarkan Icha pun mundur agar tidak basah dengan air hujan.
"Aduh malah hujan lagi,sial banget sih. " Gerutunya kesal.
Tiba- tiba sebuahTaxi berhenti di depan Icha, Icha yang masih sibuk menggerutu pun kaget saat seorang memberikan payung padanya.
"Mba Icha ya, maaf lama menunggu. " Ucap pemuda Itu.
Icha pun menoleh agak sedikit bingung dan tak lama Icha pun mengangguk,dan segera masuk ke dalam taxi itu.
"Maaf ya Mba sekali lagi, saya tadi harus mengantar Ayah saya jadi agak lama. " ucapnya sopan.
"Gak papa ko mas, santai saja. " seru Icha.
"Kaya nya Mba baru ya di kota ini, soalnya saya sering ngantar atau jemput ke kantor ini. "
__ADS_1
"Iya Mas. " jawab Icha seraya menunduk.
Beberapa menit kemudian akhirnya Icha sampai di depan rumahnya, setelah membayar Taxi Diapun bergegas masuk ke dalam rumah.