Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
nomor siapa


__ADS_3

Keesokan hari nya Kaila sudah bangun terlebih dulu, hari minggu biasa nya Kaila akan lari pagi bersama Revan, namun kali ini dia memutuskan untuk di rumah saja.


Karna Revan belum juga bangun, mungkin karna terlalu lelah pikir nya.


Kaila sudah selesai membuat sarapan, kini dia bersiap untuk mandi.


Namun saat masuk ke kamar ternyata Revan sudah bangun dia sedang mengecek ponsel nya.


"Mas sudah bangun? aku kira belum, aku mandi dulu kalo gitu," ujar nya namun Revan diam saja seperti nya dia tak menyadari keadaan Kaila.


"Apa aku terlalu pelan menyapa nya sehingga dia diam saja," batinnya.


Kaila pun tak ambil pusing, dia segera masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya sedikit kencang dan itu sukses membuat Revan melonjak kaget.


"Hah suara apa itu," gumannya dia langsung terbangun dan mengetuk pintu kamar mandi.


"Sayang kamu gak papa?" teriak Revan sambil mengetuk pintu.


"Diam lah aku sedang mandi," teriak Kaila.


Revan pun bernafas lega, dia duduk di atas tempat tidur sambil mengotak-atik ponsel nya.


Namun saat dia melirik ke atas nakas tak sengaja melihat ponsel Kaila berkedip.


Dia yang penasaran pun membuka nya, ya dia sudah tahu pola dari ponsel itu karna sempat melihat saat Kaila membuka nya.


"Siapa pagi-pagi udah nga chat aja," gumannya.


Ada banyak sekali pesan yang masuk dari teman-teman kampus nya namun ada pesan yang membuat nya kesal namun tak ada nama nya.


Revan pun penasaran dia membuka chat dari nomer tersebut.


Ada sebuah poto Kaila saat keluar dari kampus, ada juga saat dia di depan aparteman.


Revan pun melihat chat itu kemarin, dan sekarang mengirim chat lagi.


[Pagi manis, aku selalu merindukanmu]


Begitu lah pesan pesan yang di kirim nomer tersebut, Revan pun mengepalkan tangan nya.


"Sia**n siapa sih berani-berani nya ganggu bini gue," guman nya, wajah nya merah padam menahan amarah.


Juga mata nya menyorot tajam, sehingga saat Kaila keluar dari kamar mandi pun dia tidak menyadari nya.


"Mas kenapa sih?" tanya Kaila menggosok rambut basah nya dengan handuk.

__ADS_1


Revan pun mendongkakan wajah nya menatap Kaila tajam seolah-olah ingin memakan nya.


Kaila sudah rapi dengan swetir rajut juga celana jeans cut bray, nampak pas sekali di badan Kaila badan nya yang kecil namun berisi.


Kaila nampak bingung kenapa sih dia pikir nya.


"Mas kenapa sih kok diem aja, mas sakit?" tanya Kaila mendekati nya.


Namun Revan malah menarik nya dan Kaila pun jatuh dalam pelukan nya.


"Apa sih Mas pagi-pagi kaya gini, mandi sana," ucap nya segera bangkit namun Revan menahan nya membiarkan Kaila duduk di pangkuan nya.


"Jelaskan siapa yang sering mengirimi chat ini sama kamu?" tanya Revan.


Kaila pun mengambil ponsel nya dan melihat chat itu namun dia hanya mengankat bahu nya orang dia juga tidak tahu.


"Jawab Kaila jangan membuat aku marah, aku sudah mengontrol emosi ku tapi kamu selalu saja membuat ku kesal," bentak nya dan itu sukses membuat Kaila kaget.


"Aku gak tahu mas, lagian kenapa sih pake marah segala, aku gak suka di bentak," ujar nya.


Baru kali ini dia melihat Revan begitu marah dan membentak nya, Kaila pun langsung berdiri dan pergi begitu saja meninggalkan Revan.


Kaila tak kuasa menahan tangis nya dia masuk ke dalam kamar tamu dan mengunci nya.


Sedangkan Revan baru saja tersadar apa yang dia lakukan dia mengusap wajah nya kasar dan segera menyusul Kaila.


Dia mengetuk pintu kamar namun Kaila seperti nya enggan membuka pintu itu.


"Sayang buka pintu nya kita harus bicara, maaf tadi mas hilaf,"


"Sayang ayolah maafin mas ya, mas gak sengaja bentak kamu tadi," ujar nya sambil terus menggedor-gedor pintu.


"Sayang Mas mohon buka ya pintunya ayo kita bicara,"


Namun seperti nya Kaila enggan membuka pintu nya, ya maklum saja Kaila kan masih labih di usia nya yang masih sangat muda masih belum bisa mengontrol emosi.


Revan pun duduk di sofa berharap Kaila akan membuka pintu nya namun seperti nya tak ada tanda -tanda Kaila akan keluar.


Revan pun meraih ponsel Kaila yang tadi di bawa nya dari kamar.


Dia melihat chat dari Cerry pagi ini.


[Kai loe udah siap-siap belum kita mau ke rumah baru nya kak Naura]


[Loe mau di jemput gak nanti biar Kak Remon yang jemput loe]

__ADS_1


[Kai loe kamana sih gak biasa nya gak ales pesan dari gue]


Cerry heran melihat pesan nya sydah centang dua biru namun tak ada tanda-tanda Kaila mengetik balasan.


Sedangkan pesan itu hanya di baca oleh Revan tanpa niat membalas nya namun dia kesal ada pesan masuk lagi dari nomer tadi.


[Hy manis tumben gak ikut joging pagi ini]


Melihat pesan itu Revan semakin murka ingin melempar ponsel Kaila namun dia takut Kaila tambah marah.


Dia pun langsung memblokir nomer itu.


"Gue gak akan biarin siapa pun masuk ke rumah tangga gue," ujar nya.


Kaila sudah satu jam mengunci diri di kamar tamu dia pun merasakan haus melihat sudah hampir jam 8 pagi dia lupa kalo hari ini mau berkunjung ke rumah baru nya Naura.


Kaila pun membuka pintu dan celingukan mencari keadaan Revan, seperti nya tidak ada aman batinnya.


Namun baru juga satu langkah Revan sudah melingkar kan tangan nya di perut Kaila dia memeluk nya dari belakang.


"Maafin aku sayang aku janji gak akan bentak kamu lagi," bisik nya terasa hembusan nafas di pundak Kaila membuat Kaila meremang.


"Lepas," ucap Kaila berusaha melepaskan tangan Revan dari perut nya.


"Sayang plis maafin aku," ujar nya memelas.


Kaila pun menghala nafas nya dia berusaha menjadi dewasa."aku maafin tapi lepas ya," ucap nya.


Revan pun menyunggingkan senyum nya dia mengikuti Kaila masuk ke dapur, ternyata Kaila mengambil satu gelas air minum di meja dan meneguk nya hingga tandas.


Revan melihat ada dua nasi goreng di sana membuat nya tersenyum.


"Ayo sarapan kamu sengaja bikin sarapan buat kita kan," ucap Revan.


Kaila pun mengangguk dan menyiapkan satu gelas susu untuk nya juga kopi untuk suami nya.


"Apa kamu mau pergi?" tanya Revan sambil mengunyah nasi goreng nya.


Kaila yang baru saja menyendok nasi nya urung menyuap."Iya mas apa Mas mau ikut dengan ku?" tanya Kaila.


"Maksud nya kamu mengajak ku?" tanya Revan berbinar.


Kaila pun mengangguk sambil tersenyum tipis."Tentu saja siapa yang akan mengantar ku kalo bukan suami ku, aku mau ke rumah kak Naura," ucap nya.


Revan pun tersenyum dan menggenggam tangan kiri Kaila dia sangat senang walau pun Kaila sedang marah tapi dia masih mau bareng bersama nya.

__ADS_1


__ADS_2