Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
kekesalan Nur


__ADS_3

Pagi hari itu seperti biasa Icha sudah siap berangkat kerja, namun yang berbeda pagi ini Icha membawa mobil sendiri.


Setelah pamit dari orang tuanya Icha pun bergegas masuk ke mobil dan melajukannya meninggalkan rumah.


Abang sendiri masih sarapan bersama orang tuanya juga Nur, Adit sendiri masih tidur.


"Bang, Bunda liat mobil Icha barusan keluar apa kalian tidak berangkat bersama? " Tanya Bunda Cici.


"Masa sih Bun,Kok Icha gak ngasih tau ya kalo mau berangakat sendiri? " Jawabnya bergegas menyelesikan makannya dan berdiri.


"Abang mau kemana? ko buru-buru? abisin dulu sarapan nya" Tanya Bunda kesal dan Ayah Abang pun hanya geleng-geleng kepala.


"Maaf Bun, aku udah telat langsung pamit ya, Asamualaikum, "Ujarnya seraya mencium tangan orang tuanya bergantian.


"Walaikumsalam, " Jawab mereka,setelah melihat kepergian Abang.


Sedangkan Nur menatap nya kesal, karna lagi-lagi Dia harus kecewa karna Abang tak meliriknya, niat hati bangun pagi ingin berangkat bersama, namun Abang malah pergi dengan tergesa.


"Sudahlah Bun, mungkin Abang memang sibuk kita jangan ganggu Dia, dan buat kamu Nur jangan ganggu lagi Abang, Uda tau apa yang selama ini kamu lakukan, Uda harap kamu mengerti kalo kamu gak bisa mengerti sebaiknya kamu kembali ke kampung dan tinggal bersama Ibu," Ujar Ayah Abang tegas setelah selama ini diam saja.


Nur pun menelan ludahnya kasar sungguh sial batinnya, Dia pun menunduk dan terpaksa memaksakan wajah manisnya di hadapan kakak angkatnya itu.


"Udah lah Ayah jangan marah ya, lagian Icha dan Abang kan sebentar lagi akan menikah dan setelah menikah mereka juga gak akan tinggal sini," Ujar Bunda Cici menenangkan suaminya.


"Maafin Nur, udah bikin kalian kesal,tapi harusnya kalian juga mengerti kalo Nur sudah mencintai Abang dari dulu, " Ujarnya seraya meninggalkan mereka.


"Nur mau kemana kamu? Uda gak main-main ya, kalo kamu bikin masalah terus, " Ayah pun berteriak namun Nur tidak menoleh sama sekali dan pergi begitu saja.


Ayah pun menggeleng melihat kepergian adik nya itu, sungguh Dia tidak tau harus bagaimana mendidik nya.

__ADS_1


"Maaf ya Bun bikin Bunda kecewa, " Ujarnya Ayah sangat menyesal menyetujui Nur kuliah disana, bukan karna biaya tapi karna kelakuannya yang bikin kesal dan tidak tau diri.


"Sudahlah gak usah di pikirkan,lagian Ayah tau kalo Nur suka gangguin Abang? "


"Ayah sengaja pasang sisi tv di ruang tamu, maaf gak ngasih tau sebelumnya,"


"Sejak kapan? ko bisa Ayah sampe ada ide begitu Bunda aja gak kepikiran, " Ujarnya terkekeh.


"Sejak beberapa hari Nur di sini, Adit yang cerita kalo Dia curiga sama tante nya itu, dan yang buat Ayah kesal kenapa Bunda gak cerita kalo Dia kaya gitu sama Abang?"


"Bunda gak mau bikin Ayah marah dan salah paham, Bunda tau Nur anak yang baik mungkin sekarang Dia sedang hilap, maaf Bunda juga pernah negur Dia ,"


"Gak papa Bun Ayah mengerti gak mungkin Bunda negur kalo Dia gak bikin masalah, Ayah sekalian pamit ya, " Ujarnya dan Bunda pun mengatar Ayah sampai ke teras.


Di sisi lain Abang telah sampai di kantor nya dan melamun di kursi kerjanya, Dia merasa bersalah karna tidak bisa menjaga Icha dengan baik, sungguh Dia sangat menyesal membiarkan Icha ke kantor sendiri.


"Aku harus gimana Cha agar kamu gak marah lagi, "Batinnya.


"Cha kamu udah teliti kan? "Ujar Ivan berbisik dan Icha pun mengangguk, saat melihat ada ketegangan di sana.


Saat ini mereka sedang membahas perusahaan dengan para pemegang saham.


Beberapa hari yang lalu ada sedikit masalah dengan perusahaan hingga Hermawan harus melibatkan pemilik saham dan petinggi perusahaan yaitu Ayahnya Hermawan sendiri.


Setelah satu jam berlangsung akhirnya mereka bernafas lega ,metting pun selesai dan Icha pun kembali ke ruangannya.


Icha pun mengecek ponselnya begitu banyak panggilan dan pesan dari Abang , Icha pun merasa kasian dengan kekasihnya itu.


Di sisi lain Ifa di kejutkan dengan berita heboh pertunangan Angel dan Rey di kampus yang membuat mood nya semakin parah,mereka menyangka Rey ada hubungan dengan Anggel sehingga menjadi gosip yang viral.

__ADS_1


"Lo gak Pa pa kan Fa, jangan ambil hati ya yang tenang kamu pasti bisa, ayo semangat, " Ujar Mita menyemangati nya.


"Gue gak papa loe tenang aja, gue masuk kelas ya, " Ucapnya lesu dan Mita pun mengangguk.


Saat Ifa masuk ke kelas banyak teman-temannya yang mengejeknya.


"Kalo gue sih malu dan gak akan kekampus, ngaku-ngaku pacaran sama Rey eh taunya malah di tinggal tunangan, " Ujar si A.


"Iya kasian banget sih, mungkin Dia cuma di jadikan pelampiasan aja, Ujar si B.


Dan banyak lagi kata-kata yang terlontar dari mereka,namun Ifa tidak mau ambil pusing Dia diam saja tak menghiraukan,hingga kelas pun akhirnya di mulai Ifa pun merasa lega akhirnya mereka diam.


-


Malam ini Dokter Syam datang ke Bandung menyusul Mega, Dia tidak menyangka kalo Ayah nya akan sepicik itu, sungguh Dia sangat menyesal karna telah menyuruh adiknya pulang.


"Bibi, paman maaf adik saya sudah merepotkan kalian, sungguh ini di luar kendali saya."ucap Syam merasa bersalah.


"Tidak apa-apa Mas, kami senang Mega di sini rumah jadi ramai. "Jawab Pamannya Iqbal.


"Put, Mas benar-benar minta maaf ya dek, sungguh Mas tidak tau kalo Ayah akan seperti itu, "Sesal nya, kini mereka telah duduk di ruang tamu ada Iqbal beserta BiBi dan Pamannya.


"Ga pa-pa Mas, memang jalannya mungkin harus seperti ini,Mita juga minta maaf karna sudah menyusahkan Mas, "Jawabnya,karna selain Iqbal dan keluarga Syam pun membantu membiayai pernikahan mereka.


"Maafin saya Mas telah lancang membawa Putri ke sini,karna Putri yang maksa ,saya juga berharap bisa berjumpa dengan keluarga besar dan meminta restu kepada mereka suatu hari nanti, " Ujar Iqbal, sungguh Dia pun bingung dan merasa jadi seorang pengecut karna membawa lari gadis orang.


"Sudahlah,bukan salah kalian Ibu sudah cerita kalo Beliau yang meminta kalian pergi jauh agar tidak di temukan oleh Ayah, sekarang kalian jangan banyak pikiran. " Syam pun berusaha menghibur mereka.


"Saya tidak bisa berbuat banyak, mungkin hanya acara sederhana resepsi pun tidak akan mewah,tapi InsyaAlloh saya sudah siap menjadi suami putri, dan orang tua saya juga baru akan ke sini besok pagi sebelum akad. "Ujar Iqbal, sunguh Dia sangat sibuk menyiapkan pernikahannya di bantu Paman dan Bibi nya karna orang tua nya sibuk sekali dan akan datang di hari H saja, Mega juga sedikit di bantu oleh Icha .

__ADS_1


"Tidak apa-apa yang penting kalian sah dulu dimata agama dan negara, resepsi bisa di adakan kapan saja, "


Syam sungguh merasa gagal menjadi kakak karna tidak bisa berbuat apa-apa karna Dia juga takut kepada Ayahnya.


__ADS_2