
"Sayang ko ga bangunin Aa sih?" ucap Abang melihat Icha baru saja selesai sholat.
"Aku liat Aa kaya nya kecepan jadi gak tega banguninnya," jawab Icha membuka mukenanya, biasanya kalo hari libur begini Icha akan lari pagi ke taman kota .
"Loh mau kemana?" tanya Abang.
"Mau jemur pakaian ke belakang, apa Aa butuh sesuatu?"
"Tidak ada," ucapnya, Icha pun segera ke belakang menjemur pakaiannya yang sudah setengah kering.
Setelah itu Dia menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Kamu ko gak makan sayang?" tanya Abang duduk di sebelahnya.
"Aku belum laper," jawabnya hanya minum air susu saja.
"Makan dong, kamu makin kurusan," ujarnya namun Icha tak menjawah Dia hanya menyunggingkan senyum.
"Semalam kemana gak jemput aku?" tanya Icha.
"Ya Tuhan maaf sayang, Aa lupa beneran kirain kamu bawa mobil, semalam Aa lembur iya lembur," ucap nya salah tingkah.
"Oh gitu ya, lain kali ponsel aktipin kalo ada apa-apa gampang menghubungi," ucapnya.
"Maaf sayang, apa kamu menunggu lama?"
"Tidak masalah aku sudah terbiasa," jawab Icha ketus.
"Aku benar-benar minta maaf sayang, jangan marah ya," ujarnya menggenggam tangan Icha, namun Icha hanya diam saja.
Icha pun masuk ke dalam kamar Dia bersiap mendampingi Hermawan menemui klien nya.
"Mau kemana bukannya sekarang hari libur?" tanya Abang melihat Icha sudah rapi dengan stelan kerjanya.
"Aku ada kerjaan ,hari ini ada Metting dengan klien dari luar kota harusnya kemarin cuma waktunya kemarin tidak cukup," ucap Icha.
"Aku antar ya sekalian ke Distro, Aa siap-siap dulu," ujar Abang.
"Gak usah aku bawa mobil sendiri aja, kalo Aa mau keluar juga silahkan aku gak akan ganggu," ucap Icha.
"Kamu kenapa sih sayang ko sensi gitu, oh mungkin kamu sedang datang bulan ya," Ujarnya namun Icha tak menjawab.
Icha mencium tangannya seperti biasa.
"Aku pamit ya, Asalamualaikum," ujarnya pamit.
Icha pun meninggalkan rumah mengendarai mobil nya, Dia segera pergi ke tempat yang Ivan kirimkan.
"Harusnya gue istirahat sekarang, kenapa sih tu orang datang di hari libur kenapa gak nanti hari senin aja ketemu nya ribet banget," gumannya.
__ADS_1
15 menit berkendara Icha pun sampai di sebuah Cafe, Dia menelpon Ivan menanyakan nya dimana.
"Kamu dah nyampe?" tanya Ivan yang juga baru sampai.
"Ihhh.. Kakak ngagetin aja mana Mas awan?"
"Belum datang, kita kaya nya kepagian deh ayo tunggu di dalam saja," ujar Ivan.
Mereka pun masuk ke dalam Cafe, dan segera memesan minuman, tak lama kemudian Hermawan sampai di sana.
"Kalian sudah di sini? apa mereka belum datang?" tanya Hermawan.
"Belum Pak," jawab mereka pormal.
"Ya sudah, Ivan kamu tanya asistennya sudah dimana?"
Ivan pun menghubungi asisten dari klien mereka.Tak lama kemudian mereka yang di tunggu pun datang .
"Selamat siang Pak Hermawan,apa kabar?" ucap Bagas.
"Selamat siang Bagas, selamat siang Pak Rama senang bertemu dengan anda,kabar kami sangat baik," ujar Hermawan mengulurkan tangannya.
Sedangkan Icha terdiam saat mendengar nama Rama di sebut, Dia pun melotot tak percaya kalo klien nya kali ini adalah Rama orang yang sangat di hindarinya.
"Selamat siang, saya juga senang bertemu dengan anda Pak," ucapnya tersenyum
"Icha apakabar?" tanya Rama, membuat Ivan bingung kenapa Icha bisa kenal dengan Rama.
"Mari kita mulai metting nya," ujar Hermawan, Bagas pun mengeluarkan berkas yang akan mereka bahas sedangkan Icha menyimak pembicaraan mereka dan juga mencatat poin-poin dalam kerja sama mereka.
Pembahasan pun akhirnya selesai setelah satu jam berdiskusi, mereka pun akhirnya menyepakati kerja sama.
"Terimakasih Pak atas kepercayaannya terhadap Perusahaan kami," ucap Hermawan.
"Sama-sama, semoga semua berjalan lancar," ujar Rama, setelah berjabat tangan mereka pun pamit.
Icha pun bernafas lega akhirnya semua selesai.
Tak ada pembicaraan di antara mereka hanya seputar bisnis saja.
Icha pun keluar lebih dulu menuju mobil nya, hari ini Dia akan periksa ke Dokter.
"Kamu mau langsung pulang?" tanya Ivan.
"Iya Kak kenapa emang?"
"Gak papa nanti saja lah aku nanya nya di kantor takut nya buru-buru," ujarnya, Icha pun tersenyum dan meninggalkan Ivan.
Icha pun sampai di rumasakit setelah menunggu beberapa saat Dia pun masuk keruang Dokter.
__ADS_1
"Selamat siang Bu ada keluhan apa?" tanya dokter cantik itu.
"Gini dok, setiap hari saya mual dan juga tidak nafsu makan," keluhnya.
"Mari berbaring biar saya periksa," ujarnya Icha pun menurut saja.
"Kapan terakhir menstruasi?" tanya Dokter Itu memeriksa perut Icha.
Icha pun berpikir selama menikah hanya satu kali Dia menstruasi, jadi terakhir kali bulan lalu karna terlalu sibuk kerja Dia sampai lupa.
"Saya lupa Dok kira-kira Dua bulan yang lalu," jawabnya dan Dokter itu tersenyum.
"Selamat Ibu hamil ada janin di perut Ibu, perkiraan 10 minggu," ujar Dokter itu.
"Dokter serius saya hamil," ucap Icha bahagia.
"Iya Bu, usia nya masih rentan jangan stres atau pun banyak pikiran," ucap nya memberikan resep vitamin pada Icha.
"Terimakasih banyak Dok, saya sangat senang sekali," ujarnya.
Setelah selesai periksa Icha pun menebus Vitamin terlebih dulu.
"Eh itu bukannya Abang sama siapa?" gumannya melihat Abang mendorong seorang wanita dengan bayi di gendongannya.
"Sus boleh tanya sesuatu?" tanya nya pada seorang suster yang lewat.
"Iya kenapa Bu?" ujarnya Ramah.
"Wanita itu apa baru melahirkan?" tanya Icha.
"Iya buk kemarin kalo gak salah wanita itu melahirkan di sini, dan itu suaminya mungkin karna Dia yang semalam menunggu di sini," ucap Suster itu.
Deg.
Dada Icha bergemuruh pikirannya melayanga saat mendapati Desta selingkuh beberapa waktu lalu.
"Bu.. Bu.. apa ibu tidak apa-apa?" tanya suster itu melihat Icha memegang kepalanya.
Tak lama kemudia Icha pun jatuh pingsan.
"Tolong Sus tolong saya," ujar suster itu meminta tolong sesama suster yang lain, mereka pun membawa Icha ke ruang rawat agar mendapat penanganan dokter.
"Ada apa Sus?" tanya Dokter Anisa yang baru saja keluar dari ruangannya, melihat Icha terbaring di atas berangkar.
"Gini Dok Ibu ini tadi pingsan saat sudah menebus obat," jawab suster itu.
"Ayo bawa masuk,saya akan memeriksanya," ujar Dokter cantik itu.
Icha pun segera di tangani dengan baik.
__ADS_1
"Sepertinya Dia sedang hamil apa Dia cuma sendiri ke sini?"
"Iya Dok coba Dokter tanya Dokter Tika soalnya tadi saya liat Dia keluar dari sana," ucap suster satunya dan Dokter Anisa pun mengangguk.