
Di sisi lain Icha baru saja tiba di apartement yang Kaila maksud, dia pagi-pagi sudah pergi ke sana bersama suami nya di antar oleh supir nya Dini.
Icha langsung memencet bel dan tak lama kemudian Naura pun membuka pintu nya.
"Asalamualaikum Ra," sapa Icha memeluk keponakan nya itu.
"Walaikumsalam," jawab nya."Ayo masuk Ateu, Om,"
Mereka pun mengekori Naura masuk ke dalam apartemant.
"Silahkan duduk, aku ambilin dulu minum buat kalian," ucap Naura meninggalkan mereka di ruang tamu.
"Apa ini milik Revan?" bisik Abang Zaenal ayah nya Kaila.
Namun Icha mengangkat bahu nya dia juga tidak tahu semalam hanya tahu alamat nya saja.
"Bunda lupa nanya yah, karna terlalu bahagia bisa ketemu Naura," ujar nya.
Naura pun membawa dua gelas minum untuk mereka setelah itu dia duduk bersama mereka.
"Ra ini apartemen milik siapa?" tanya Icha penasaran.
"Ini milik Cerry teman kuliah nya Kaila, dia yang ngasih pinjem tempat ini untuk sementara," jawab nya.
"Bukannya punya Revan juga di sini?" tanya Abang heran, karna jelas-jelas Dini juga mengatakan bahwa Revan juga tinggal di apertement yang sama.
"Punya Revan di sebelah unit ini jadi bisa di bilang tetanggaan," ujar nya dan mereka pun mengangguk.
"Ra Ateu kesini mau ajak kamu pulang ke bandung, Ateu udah cerita sama Ibu biar kamu tinggal di sana lagi," ucap Icha.
"Tapi gimana sama penceraian aku, kan masih proses?" tanya Naura sendu.
"Gak papa biar Rima saja yang urus semua nya nanti kamu tau beres saja, kami gak bisa ninggalin kamu di sini tanpa ada orang yang menjaga," ucap Abang.
"Tapi Om gimana kalo kita nunggu sampe aku selesai cerai aja nanti aku nyusul kalian ke Bandung," usul nya namun Icha kekeh tidak mau ambil resiko.
"Ateu gak mau ambil resiko takut nya ada apa-apa sama kamu, kita gak bisa jaga kamu tiap hari kalo di sini," bujuk Icha.
__ADS_1
"Baiklah kalo begitu, aku nurut aja gimana baik nya," jawab Naura sendu.
Di sisi lain dia juga berat bila harus berpisah dengan Sean, namun bila dia tidak menuruti keluarga nya dia takut semua terjadi seperti kejadian kemarin.
Setidak nya jika ada keluarga dia ada yang menjaga nya, kalo masalah jodoh mungkin dia serahkan saja sama yang di atas.
Saat sedang berbincang bel berbunyi, Naura pun mengerutkan alis nya siapa yang datang lagi ke sana, mana mungkin Sean atau pun Cerry sedangkan baru juga jam 11 siang.
"Apa kamu lagi nunggu lagi seseorang?" tanya Icha melihat Naura yang nampak bingung.
"Enggak ko, tapi siapa ya apa keluarga nya Cerry," ujarnnya sambil berjalan ke arah pintu.
"Asalamualaikum sayang," ucap Widya yang tersenyum manis pada nya.
"Walaikum salam tante, maaf saya kira siapa yang bertamu ayo silahkan masuk," ujar nya.
Namun dia nampak mengerutkan dahi nya melihat seorang pria paruh baya yang ada di belakang Widya.
Melihat kebingungan Naura Widya pun mengenalkan laki-laki itu yang ternyata suami nya yakni ayah tiri Remon.
"Nah sayang kenal kan ini suami tante nama nya Ivan," ujar nya dan pria itu tersenyum menyambut tangan Naura.
Mereka pun masuk ke dalam."Loh ada tamu rupa nya?" ucap Widya.
Icha dan Abang pun langsung berdiri menyambut tamu nya Naura, namun saat mata Icha menatap pria itu dia melebarkan mata nya.
"Kak Ivan?" ucap Icha melihat teman kantor nya dulu.
(Kalian ingat kan dulu Ivan adalah asisten nya Hermawan dan sempat berpacaran dengan Rita sepupunya Icha dari kampung, namun hubungan mereka harus kandas dan Rita menikah dengan Dokter Sam Arifin yang satu propesi dengan nya)
Mereka yang ada di sana nampak diam begitu juga Ivan ini pertama kali dia bertemu setelah 16 tahun berlalu, ya setelah Icha menikah dan punya anak dia memuruskan meneruskan bisnis peninggalan orang tuanya di Jakarta.
"Icha kamu masih ingat saya?" tanya Ivan dan Icha pun menganggguk.
Dia masih mengingat wajah ayu Icha yang tidak berubah dulu mereka sangat akrab saat bekerja di perusahaan Hermawan.
"Ya Tuhan tak di sangka kita bisa bertemu, bagaimana kabar mu?" tanya Icha.
__ADS_1
"Kabar baik gimana dengan mu dan keluarga, kenal kan ini istri saya," ucap Ivan.
Sedangkan Widya mengingat-ngingat nama itu mungkin saja itu orang yang sama pikirnya.
"Icha Natasya bukan yang adik nya Aulia yang meninggal karna kecelakaan pesawat?" tanya Widya tiba-tiba.
Dan itu sukses membuat semua orang yang ada di sana menatap nya, termasuk Naura yang bingung karna tak tahu apa-apa.
"Iya saya Icha, Mba kenal kakak saya?" tanya Icha heran karna sudah lama sekali kakak nya itu meninggal jadi dia sedikit lupa dengan teman-teman kakak nya.
"Tentu kami dulu satu kampus, bahkan aku sering menginap di kosan nya," jawab nya sendu dia tak kuasa menahan air mata nya.
"Kalian duduk dulu ya biar ngobrol nya lebih enak, saya tinggal bentar," ucap Naura dan mereka pun mengangguk.
"Mba Widya ini Mba Wiwid bukan sih saya tahu nya temen yang sering ke Bandung tuh itu, itu juga aku lupa bagaimana wajah nya?" tanya Icha mengingat-ngingat saat dia masih SD, kala itu Aulia memang kuliah di Jakarta dan sering pulang ke Bandung bersama sahabat nya Wiwid yang Icha kenal kala itu.
Namun Aulia menikah muda kala itu, baru satu tahun kuliah dia di nikahi seorang CEO dan menetap di Jakarta sejak itu lah Icha tak pernah bertemu lagi dengan sahabat Kakak nya itu.
"Iya saya Wiwid dulu sering ke Bandung ikut Aulia tapi semenjak dia menikah saya jarang bertemu apalagi Aulia punya anak dan cuti kuliah," jawab Widya sungguh dia sangat sedih mengingat sahabat nya itu.
Icha pun memberikan tisu kepada Widya, dia tahu bagaimana sedih nya saat di tinggalkan meninggal.
"Kalian tinggal dimana?" tanya Abang mengalihkan pembicaraan, dia tahu istri nya juga pasti sedih jika mengingat kepergian kakak nya.
"Kami tinggal di perumahan Nusa indah, kalian mampir dong ke rumah, aku udah lama gak ke Bandung sekarang giliran kalian yang silaturahmi ke rumah kami," ucap Ivan sambil mengusap punggung istri nya itu.
Dan Abang pun hanya mengangguk dia masih memperhatikan istri nya yang nampak sedih.
"Apa Naura anak nya Aulia?" tanya Widya di sela isakan nya dan Icha pun mengangguk.
"Pah..," ucap Widya menggenggam tangan Ivan erat dan Ivan pun mengangguk.
"Kamu pasti tahu kan Cha apa yang terjadi?" tanya Ivan membuat Icha mengeryitkan dahi sedangkan Abang hanya menyimak.
Icha bingung dengan apa yang Ivan katakan."Maksud Kak Ivan apa aku gak ngerti?" jawab nya.
"Apa Naura benar anak kandung Aulia?" tanya Ivan membuat Icha syok dan menutup mulut nya.
__ADS_1
Deg
"Dari mana kak Ivan tahu kalo Naura bukan anak kandung Kak Aulia? " batinnya.