
Revan nampak bernafas lega, setelah metting berakhir dengan lancar dan tanpa kendala dia di temani pak Burhan salah satu rekan kerja nya.
"Akhirnya selesai juga," guman Revan membereskan berkas-berkas yang akan di serahkan kepada asisten pak Arif alias paman nya.
"Ternyata lebih enak jadi CEO gak perlu panas panasan menijau proyek atau yang lain nya, cinta memang buta pengorbanan gue sangat besar buat loe Kai," batinnya.
Memang benar setelah menikah dengan Kaila dia menjadi karyawan biasa di perusahaan paman nya itu.
Revan makan siang dulu sebelum kembali ke kantor." Bapak liat apa serius sekali?" tanya Revan heran.
"Oh ini istri saya mengirimkan video anak saya sedang ada acara kelulusan di sakolah nya," ucap pa Burhan.
"Ohh, kenapa bapa tidak ikut menghadiri acara tersebebut bukannya harus orang tua lengkap?" tanya Revan sambil mengunyah makanan nya.
"Iya seharus nya begitu tapi bagaimana lagi saya juga harus fropesional jangan sampai Pa Arief kecewa karna say izin hari ini," ujar nya.
Revan dapat mengerti pak Burhan pasti menyayangi pekerjaan nya jadi tidak ikut menghadiri acara anak nya.
"Anak saya malah senang kalo saya tidak datang," jawab nya tersenyum mengingat obrolan nya tadi malam dengan anak nya.
"Loh kok bisa seperti itu?"
"Anak saya sangat nakal di sekolah sering sekali ibu nya kena tegur guru karna kenakalan anak saya, katanya dia malu kalo saya melihat dia di panggung,"
"Dia akan menjadi MC di acara itu, katanya hanya bapa yang membuat saya grogi gitu katanya," ujar pak Burhat terkekeh.
Walau pun Marvin anak yang nakal namun dia sangat takut kepada ayah nya itu bahkan dia tidak ada kebernian kalo ada ayah nya di sekeliling nya.
"Aneh-aneh saja ya anak bapa ini, biasa nya orang lain akan senang kalo ayah dan ibu nya hadir," timpal Revan.
"Ya begitu lah anak saya, ini anak saya yang pake jas warna hitam," ujar nya menunjukan ponsel nya kepada Revan.
"Wah anak bapa ganteng juga ya," puji Revan melihat Video yang berdurasi lumayan panjang itu.
"Ya kan pasti mirip saya, saya nya jug ganteng," timpal pa Burhan sambil terkekeh.
__ADS_1
Revan terus memperhatikan video tersebut sampai matanya menangkap sosok wanita cantik berbalut kebaya modern, siapa lagi kalo bukan istri bar-bar nya.
"Anak bapa sekolah di SMA X?" tanya Revan.
"Iya betul bapa ko bisa tahu, apa bapa juga dulu sekolah di sana?" tanya pak Burhan.
Bukan tanpa Alasan Burhan memanggil Revan dengan sebutan Bapak karna jabatan Revan lebih tinggi dari nya.
"Ahh tidak saya sekolah di jakarta, namun sepupu saya yang sekolah di sana," ya anggap saja yang Revan katakan itu Andra karna dulu Andra juga sekolah di sana.
Revan terus saja melihat video tersebut sungguh dia sangat menyesal tidak bisa melihat langsung acara tersebut.
"Bapak liat gadis manis itu, dia adalah anak teman saya Marvin sangat mencintai gadis itu namun gadis itu tidak menyukai anak saya," ucap pa Burhan menunjuk Kaila.
Revan langsung menoleh ke arah pa Burhan, apa benar yang di katakan nya barusan.
"Kenapa bapak bisa tahu kalo gadis itu tidak menyukai anak bapa, bukannya anak bapa juga tampan?" tanya Revan sambil menahan sesak di dada nya.
Ternyata banyak yang Revan tidak tahu tentang gadis itu.
"Marvin selalu cerita sama mama nya kalo dia suka dengan Kaila namun Kaila menolak nya beberapa kali, namun Marvin seperti nya tidak menyerah,"
Lantas Revan pun memberikan kembali ponsel pa Burhan dan meneruskan makan nya.
Di sekolah nampak riuh tepuk tangan bagai mana tidak Kaila tampil bagitu sempurna dia memainkan piano sambil bernyanyi.
Kaila menyanyikan lagu itu dengan penghayatan, mungkin bagi orang yang mendengar nya Kaila seperti nya sedang patahati.
Tetap dalam jiwa ~ Isyana saraspati.
Itu lah judul lagu yang Kaila nyanyikan siag tadi, Kaila memang menghayati lagu tersebut karna lagu itu mewakili perasaan nya saat berpisah dengan Andra dulu.
Saat memilih lagu kala itu Kaila saat itu sedang galau dengan hubungan nya dan Andra.
"Anak kamu memang hebat Cha," ujar Nazwa.
__ADS_1
"Iya Desi juga sangat sempurana siang ini," ucap Icha.
Mega juga sangat bangga dengan Satria yang menjadi murid teladan di sekolah nya bahkan Satria menjadi murid terbaik tahun ini dengan nilai paling tinggi.
"Ternyata di balik sikap nya yang acuh dia anak yang pintar ya pah," ujar Mega berkaca-kaca.
"Iya gimana juga papa nya, aku juga dulu kaya gitu," jawab Iqbal tersenyum.
"Alah gak percaya aku," kilah Mega sambil terkekeh.
Namun dia juga mengagumi suami nya itu, dia sudah tahu semua tentang Iqbal dari Icha, Iqbal memang sosok yang bijak meski kadang terlihat kocak bila bersama teman-teman nya.
Acara pun selesai Kaila ikut pulang bersama orang tua nya, malam ini ada acara bbq di rumah Icha syukuran kelulusan anak nya.
Untuk masalah resepsi pernikahan Revan tak mau ambil pusing dia menuruti kemauan Kaila saja kapan pun itu.
Yang jelas Kaila gak mau sekarang-sekarang nanti saja pikir nya.
"Des loe jangan lupa datang ya, bunda udah ajak om Alex sama tante Nazwa juga," ucap Kaila sebelum pulang.
"Siap bebz loe tenang aja pasti gue datang," jawab nya.
Kaila juga mengajak Shovia namun Shovia tidak bisa hadir karna Ibu nya sedang tidak sehat, mau bagaimana lagi kalo sudah seperti itu.
Setelah pamit dengan Desi dan Satria,Kaila naik mobil orang tua nya ikut pulang ke rumah.
"Sayang kamu beneran pinjem baju tante Mita?" tanya Icha.
Jujur saja Icha kecewa saat melihat Kaila memilih baju dari Mita dari pada baju yang dia belikan bulan lalu.
"Gak pinjem bun tapi tante Mita sengaja bawakan dari butik nyauntuk aku," jawab nya, Mita memang sayang sekali dengan keponakaan nya itu.
"Ya udah gak papa, gimana kabar Revan kalian baik-baik saja kan?"
Icha selalu kepikiran Kaila, dia merasa kehilangan walau baru satu minggu Kaila pindah.
__ADS_1
"Biasa aja bun, ternyata kak Revan baik kok orang nya dan menikah itu gak seseram yang Kaila pikir kan," jawab nya.
Entah lah Kaila baru satu minggu menikah mana tahu bagaimana rasa nya, dia seperti tinggal bersama orang tua nya saja hany tidur saja ada yang menemani.