
Kaila akhirnya sampai di kediaman keluarga Atmaja, mereka langsung keluar dari mobil menuju tempat acara yang di adakan di dekat kolam renang yang ada di belakang rumah.
Kaila dan Oma Sarla di sambut ramah oleh Bu Siwi yakni anak tertua dari Atmaja.
"Tante Sarla bagaimana kabar nya?" tanya Siwi tersenyum mereka pun cipika cipiki dan memeluk Oma Sarla sebentar.
Lantas dia pun melirik Kaila sambil mengulas senyum seolah bertanya.
"Ini cucu ku nama nya Kaila," ujar nya mengenalkan Kaila sebagai cucu nya bukan cucu mantu nya.
"Kamu cantik sekali sayang, kenapa tante baru membawa nya sekarang aku bisa mengenalkan nya kepada anak-anak ku," ujar nya tersenyum Kaila pun lantas mencium tangan tante Siwi.
Kaila pun hanya tersenyum canggung dia sangat bingung kenapa Oma tidak memberi tahukan yang sebenar nya kepada mereka.
"Ayo masuk, anggap saja rumah sendiri begitu kan tante?" ujar Siwi terkekeh.
Mereka pun masuk dan bergabung dengan tamu yang lain, acara nya lumayan meriah terlihat laki-laki paruh baya menyambut mereka dengan tersenyum.
"Ayah lihat siapa yang datang?" ucap Siwi membuat Atmaja terbangun dari duduk nya.
"Oh Sarla kamu sudah datang rupa nya," ucap Atmaja mengulurkan tangan nya menyambut kedatangan Oma Sarla
Dan itu mbuat Kaila menaikan kedua alis nya siapa pria tua itu seperti na genit sekali.
"Jangan menatapku seperti itu kita sudah tidak muda lagi, ingat umur," ucap nya terkekeh.
Mereka pun berjalan menuju meja bundar yang tak terlalu jauh dari kolam renang, Kaila yang di lupakan pun mengikuti meraka dari belakang.
Kaila sangat canggung berada di sana karna tak ada yang di kenal nya.
Sampai tepukan di pundak nya membuat nya kaget dan sigap menoleh.
"Astaga Kak Riko ngagetin aja, kenapa ada di sini?" tanya Kaila heran melihat kakak senior nya ada di sana.
"Seharus nya aku yang tanya kamu kok ada di sini?" tanya Riko.
__ADS_1
"Aku lagi nganter Oma di sini," ujar nya menunjuk Oma Sarla yang sudah duduk tak jauh dari mereka.
Riko terkesima melihat penampilan Kaila yang nampak berbeda dari biasa nya, Kaila nampak manis memakai dres selulut warna soft sangat indah di pakai oleh nya.
Jangan lupakan riasan wajah nya nampak natural namun cantik sekali apalagi rambut Kaila yang bisa nya di kuncir kini tergerai indah dengan jepit kecil rambut di sebelah kiri nya membuat Riko tak berkedip.
Riko heran kenapa dia tidak tahu kalo Kaila adalah cucu nya Oma Sarla karna yang dia tahu cucu nya adalah Clara dan juga Revan.
"Kak Riko kenapa sih kok diem aja?" tanya Kaila heran.
"Eh maaf Kaila kamu bilang apa tadi?" tanya Riko menggaruk tungkak nya yang tak gatal merasa malu karna kepergok perhatiin Kaila.
"Kakak di undang juga di acara ini?" tanya Kaila heran melihat Riko ada di sana.
"Oh itu.. aku salah satu cucu dari kakek tua itu," ujar nya menunjuk ke arah kakek Atmaja yang sedang berbincang dengan Oma Sarla.
"Oh..," cuma itu yang keluar dari mulut Kaila.
Kaila ingat kalo keluarga Atmaja memiliki tuan muda yang tampan-tampan bahkan seperti opa-opa korea.
'Pantas saja wajah kak Riko seperti itu ternyata keturunan dari korea,'batinnya.
"Kita keliling gimana kamu pasti bosan kan cuma berdiri di sini," ujar nya.
Kaila nampak ragu namun dia juga tidak mau di sana sendirian dia tak kenal siapa-siapa di sana sedangkan Oma Sarla sepertinya melupakan kehadiran nya.
Kaila pun mengangguk namun sebelum itu dia izin dulu kepada Oma Sarla takut nya nanti akan mencari nya.
"Bentar aku izin dulu takut nya Oma nanti nyariin aku," ucap nya dan Riko pun mengangguk.
Kiala pun mendekat ke dekat oma."Oma maaf mengganggu sebentar," bisik Kaila membuat Oma menatap nya dan dia menepuk jidat nya.
Dia lupa kalo membawa Kaila kesana bersama nya sedangkan Atmaja nampak menaikan sebelah alis nya sambil tersenyum tipis melihat Kaila.
"Maafkan Oma Kai," ucap nya tak enak hati. "Ini Kaila cucu ku," ujar nya mengenalkan nya kepada kakek tua itu.
__ADS_1
"Saya Kaila kek senang bertemu dengan anda," ucap Kaila meraih tangan kakek Atmaja dan mencium nya.
"Cucu mu sangat manis sekali, boleh kah dia menjadi cucu ku, aku hanya mempunyai cucu laki-laki," ujar nya membuat Kaila terkekeh ada-ada saja kakek tua itu.
"Dia cucu kesayangan ku tak mungkin aku memberikan nya padamu," jawab Oma Sarla.
"Bukannya cucu perempuan mu ada dua biarkan salah satu nya menjadi istri dari cucu ku, siapa tahu dari ketiga cucu ku ada yang akan dia pilih," tawar nya sambil terkekeh pelan.
Sedangkan Kaila melebarkan mata nya, apa-apaan kakek tua itu dia kan sudah menikah suami nya juga tampan untuk apa memilih salah satu dari mereka yang benar saja pikir nya.
Kaila pun bingung mau izin tapi Oma nampak nya sibuk berbincang.
Dia bingung harus bagaimana sehingga Riko pun ikut menghampiri mereka dan minta izin kepada Oma Sarla untuk mengajak Kaila berkeliling.
"Selamat malam Oma Sarla yang cantik," ucap Riko ramah.
Oma Sarla pun menatap siapa yang menyapa nya kemudian tersenyum.
"Malam juga Riko, bagaimana kabarmu nak lama tidak berjumpa?" tanya Oma melihat siapa yang datang.
"Kabar baik Oma, bagaimana dengan Oma?" tanya Riko basa basi.
"Seperti yang kamu lihat, Oma juga sehat," jawab nya.
"Syukur lah Oma, O-iya Oma boleh kan aku mengajak cucu mu berkeliling kasihan dia tidak ada teman di sini," ujar nya.
Oma pun mengangguk memang benar sedari tadi Kaila nampak bosan berada di sana.
"Baik lah, Kaila sayang ini Riko cucu nya kakeh Atmaja ikut lah berkeliling dengan nya kalian seperti nya akan menjadi teman yang baik," ucap nya mengenalkan nya kepada Riko.
Namun Kaila segera mencela ucapan Oma Sarla."Kami sudah kenal Oma Kak Riko senior aku di kampus," jawab nya membuat Oma tersenyum lebar.
"Itu lebih bagus lagi jadi kamu tidak perlu cangung, pergilah Oma akan terus berada di sini," ucap nya dan Kiala pun mengangguk.
Setelah izin mereka pun berjalan barengan dan tiba di sebuah meja yang kosong.
__ADS_1
Namun sedari tadi tanpa Kaila tahu ada seorang yang memperhatikan nya.
'Kamu tambah cantik Kaila, aku harus bisa merebut mu dari si brengs*k Revan aku gak mau kamu di miliki oleh dia,' guman nya sambil tersenyum tipis.