Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
28 jalan


__ADS_3

Icha sampai di rumah jam 2 siang, setelah mengantar Ifa ke kampus Icha segera pulang dansegera masuk setelah mengucap salam, sungguh Dia sangat lelah hari ini


Setelah Istirahat Icha pun membersihkan Diri ,melirik sudah jam 4 sore, untung tadi Dia Sholat Zuhur Dulu sebelum mengantar Ifa ke kampus.


Icha pun turun ke bawah menghampiri Ibunya di taman belakang, hari ini Dia ingin sekali berjalan-jalan mengitari komplek.


"Bu Icha ke mini market depan dulu ya, ada yang mau di beli. " ujarnya dan Ibu pun mengengguk dan melanjutkan kembali berkebunnya.


Icha pun berjalan kaki,sungguh Icha sangat rindu tempat-tempat itu karna sudah lama Dia tidak jalan kaki ke sana,dulu saat masih sekolah Dia setiap hari jalan kaki ke depan komplek memunnggu angkutan umum.


Icha pun melirik ke rumah yang dulu di tinggali oleh Hermawan dan keluarganya, rumah pun sangat sepi dan ada plang di depan "RUMAH AKAN DIJUAl.


"Kenapa di jual ya kan sayang,aku tanya teh Irma deh kalo gitu siapa tau aja mau di jual kurah. "gumanya.


Setelah mendapatkan apa yang di perlukannya Icha pun segera pulang karna langit sudah mendung takutnya hujan.


Diapun bergegas masuk ke kamar,Dia pun merebahkan tubuhnya setelah sholat Isya dan tak lama Dia pun tertidur.


"Dimana Icha bu, Bapa tadi seperti mendengar suaranya. " ucap Bapa di sela makannya.


"Tidur kaya nya tadi Ifa panggil gak nyaut nyaut. " jawab Ibu.


"Mungkin teteh kelelahan pak,tadi habis jalan-jalan sama Ifa. "Jawab Ifa.


"Oh begitu ya, kasian sekali Dia,Pak Edi katanya ingin makan malam besok malam minggu di rumah kita bu, Ibu jangan lupa bicara sama Icha ya agar ada persiapan. " Seru Pak Harun.


"Baik besok Ibu sampaikan."


"Dek, tadi ada teman mu kesini Ibu lupa baru bilang sekarang. "

__ADS_1


"Siapa bu? " Tanya Ifa penasaran.


"Gak tau, Ibu juga gak kenal tapi Dia nanyain kamu katanya satu kampus dan ada perlu Penting. "


"Cewek apa cowok bu?"


"Cowok pake motor besar. " Seru Ibu dan Ifa pun hanya mengangguk tidak tau siapa yag datang.


"Pak Bu, Ifa langsung kekamar ya banyak tugas." Ucapnya setelah selesai makan.


"Ya sudah sana, biar Ibu saja yang bereskan. "


"Siapa sih kira kira tamen gw? gumanya seraya masuk kamar.


Ponselnya pun bergetar beberapa chat masuk dan juga panggilan tak terjawab.


"Nomor siapa sih, ganggu terus dari tadi. " Ifa yang penasaran pun membuka chat itu.


"Kalo enggak gw ketuk pintu biar gw ketemu sama yokap bokap lo***. "


Ifa pun terpaksa keluar rumah setelah Izin keluar sebentar kepada Bapa dan Ibu yang sedang menonton tv.


"Astaga siapa sih, bikin gw kesel aja. " gumannya membuka gerbang.


Laki laki itu berdiri di depan motornya seraya membuka helm nya.


Ifa pun menyipitkan matanya dan melipat tangannya di dada melihat laki laki itu.


"Ngapain lo kesini, gak ada kerjaan banget emang, pulang sana gw mau istirahat. " Ujarnya kesal.

__ADS_1


"Santai dong, jangan marah marah gitu baru juga jam 8, mending kita jalan gimana? " Tanya pemuda itu menaik turunkan alisnya.


Lakilaki itu adalah Rey Pratama kakak seniornya anak dari pemilik Universitas tempat Ifa menimba ilmu, sungguh Ifa merasa menyesal berurusan dengan lakilaki itu.


"Maaf ya aku gak minat,mending kamu pulang oke. " Ifa pun membalikan tangan nya namun Rey mencekal tangan Ifa agar tidak pergi.


"Ayo lah kali ini aja, gw gak kan macem macem. " Ujarnya namun Ifa diam saja.


"Oke gw mau asal dengan satu syarat, lo harus bilang sama dosen pembimbing gw, kalo gw gak salah waktu itu, lo tau gw sampe kena semprot bokap gw gara gara itu. "


"oke deal, ayo berangkat. "


Mereka pun melaju membelah jalanan dengam kecepatan sedang, Ifa yang hanya memakai kaos pendek dan celana jeans pun merasa kedinginan,ingin memeluk namun Ifa tak berani, Dia hanya memegangujung baju nya.


Setelah beberapa saat mereka pun sampai di depan sebuah danau buatan dengan lampu warna warni.


"Ngapain kesini sih."Ucap Ifa duduk di bangku.


"Kencan lah ngapain lagi. " jawabnya terkekeh seraya melepaskan jaket nya dan memakaikan pada Ifa.


Ifa pun menoleh dengan perasaan campur aduk.


"Sebenarnya apa rencana lo sama gw, gak usah pura pura baik lo, ujung ujung nya ngerjain gw, gak bosen apa lo ganggu gw, cwe lo banyak jangan samain gw sama mereka. "


"Kenapa sih sensi amat lagi datang bulan ya neng. "Jawabnya terbahak melihat Ifa yang mulai kesal.


"Trus apa mau lo? "


"Gw mau lo jadi pacar gw Asifa Puspitasari."Ucap nya serius sambil menggenggam tangan Ifa.

__ADS_1


"Whatt? "


__ADS_2