Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Buah mangga


__ADS_3

Bukan cuma membeli bubur, mereka juga membeli makanan dan kue lainnya.


Kini mereka sudah sampai di rumah dan sudah mulai siang, Icha pun segera masak untuk makan mereka.


"Aa tadi dah bilang kan makan di luar aja biar gak repot," ucapnya memperhatikan Icha sedang memasak.


" mAku gak repot kok, malah aku selama hamil hobi banget di dapur," jawabnya tersenyum.


Dia pun memasak lauk untuk mereka berdua untung saja Nasinya sudah matang.


Mereka pun makan dengan lahap, di iringi canda tawa, setelah itu mereka duduk di depan Tv sambil berbincang.


"Sayang kamu bosan gak?" tanya Abang.


"Enggak ko emang kenapa?" Jawabnya, sambil bermain games masak-masakan di ponsel.


"Gak papa aku cuma tanya aja, aku mau ngajak kamu jalan-jalan besok mau gak?" ucapnya.


"Boleh mau kemana dulu aku pernah satu kali ke sini itu juga banyakan sama Rima dan yang lainnya, kita mendaki seru banget waktu itu," ucapnya.


"Serius kamu sayang ikut mendaki?"


"Iya kami ke Gunung Bromo lumayan jauh dari sini, kita sekalian ke Malang main ke rumah nya Kak Arman," Jawabnya, Abang pun langsung menoleh dan sedikit kaget.


"Maksud kamu Arman siapa?" Abang pun ingat video semalam ada seorang laki-laki yang mirip dengan Arman yang terbaring koma.


"Mantannya Amel, Dulu mereka sangat dekat bahkan berencana menikah, tapi setelah Amel di ajak ke rumah nya Amel mundur gak tau kenapa dan Kak Arman gak tau kemana setelah mereka putus," jawabnya.


"Maaf sayang semalam Aa liat Video-video yang kamu simpan di leptop kamu, jujur Aa sedikit kepo dan malah membuka semuanya, Aa liat Amel sama laki-laki apakah itu yang kamu maksud?" ucap nya menunduk, Dia sudah menebak pasti Icha akan marah.


"Iya itu Kak Arman, Maaf Sayang aku belum sempat hapus video itu, Aa jangan marah ya itu dulu sebelum kita jadian," ucapnya menggenggam tangan suaminya.


"Justu Aa yang takut kamu marah gara-gara Aa gak sopan buka-buka leptop kamu, harus nya kamu yang marah bukan Aa," ucapnya membaringkan tubuhnya di karpet dengan kaki Icha sebagai bantal.


"Aku gak marah ko lagian kita kan suami istri jadi harus selalu terbuka, dan masalah itu aku sudah lupa bahkan aku juga lupa menghapusnya,"


"Aa cuma ingin tahu apakah Arman mempunyai orang tua, atau saudara? " Selidik nya.


"Ya punya lah orang Amel bilang sendiri kalo orang tua Arman itu orang kaya jadi Dia merasa minder, kak Arman itu senior kita, Dia sahabtan sama emmm... kak Desta," ucapnya sedikit malas menyebut mantannya itu.


"Oh bagitu ya sayang, Aa liat wajahnya Arman itu seperti orang yang Aa tabrak waktu itu nanti kapan-kapan Aa ajak ke rumah orang itu mau ya," ujarnya dan Icha pun mengangguk.


"Emang Aa gak sengaja nyelakain Dia dimana, ko gak cerita sama Aku?"

__ADS_1


"Di Jogya waktu itu ada acara Bazar kalo gak salah, Aa ke sana sama Boy Aa mau cerita tapi gak tau meski mulai dari mana," ucapnya


Abang yakin kalo Icha akan mengenal laki-laki itu saat mereka bertemu karna terlihat dari Video mereka sangat akrab.


"Aku udah lama gak ketemu sama Ka Arman, terakhir ketemu ya kira-kira satu tahun nan lebih lah,"


"Kira-kira temen kamu itu tau sesuatu gak gak ya tentang Arman, soalnya tiap kali Aa tanya ke Anita Dia selalu diam," ujarnya.


"Nanti kita cari tau kalo udah pulang ke Bandung, Btw gimana kerjaan Aa?"


"Ada Boy kamu tenang saja, lagian di Distro gak terlalu sibuk," jawabnya.


"Syukurlah kalo begitu,"


.


Di tempat lain Ifa sedang berada di sebuah Cafe bersama Rey, Dia baru saja keluar kelas, hari ini Dia ada kelas pagi.


"Kamu kenapa sih ko diam saja?" tanya Rey memperhatikan Ifa.


"Gak papa ko, aku cuma lagi inget teteh aja kemarin Abang nyariin ke rumah, apa mereka lagi ada masalah ya?" ujarnya.


"Sudahlah, jangan berpikiran macam-macam kamu telpon aja Teh Icha biar sedikit tenang," ucapnya.


"Gimana?"


"Gak di angkat, mungkin masih kerja kali," jawabnya.


"Nanti malam aja kamu telpon lagi, ayo makan jangan cuma di aduk-aduk aja," ujarnya dan Ifa pun mengangguk.


"Kamu bawa mobil gak?"


"Bawa, emang kenapa?"


"Aku mau ajak kamu ketemu Mama ku, Beliau ingin ketemu sama kamu," ujarnya.


"Kamu serius, Mama kamu tau kalo kita pacaran?" tanya nya sedikit kaget.


"Tau lah, aku selalu cerita tentang kamu pada Mama dan Mama sangat senang mendengarnya," ucapnya.


"Ya Tuhan sayang, kamu cerita tentang aku apa Mama kamu tidak marah?"


"Marah kenapa, malah Mama senang dan ingin ketemu sama kamu," jawabnya.

__ADS_1


Ifa sendiri bingung harus senang atau sedih, Dia teringat cerita Irma yang dulu pacaran dengan orang kaya dan orang tuanya tidak setuju, dan mengusir Irma dari rumah.


.


Di tempat lain Icha sedang merengek ingin buah mangga yang ada di belakang rumah Nenek Sari yang terlihat lebat namun lumayan tinggi.


"Beli aja ya sayang itu tinggi loh, banyak semut juga," Kilahnya.


"Gak mau pokoknya Aku mau yang itu tuhh,, yang besar pokoknya," ujarnya.


Mau tak mau Abang pun manjat dengan bantuan tangga.


"Sayang yang ini bukan sih?" tanya nya menunjuk buah mangga di depannya.


"Bukan tuh yang itu sebelahnya," jawabnya.


Abang pun memegangi dahan ranting untuk berpegangan dan segera memetiknya dan memasukannya ke dalam keresek.


"Demi istri dan anak gue harus berjuang kaya gini." batinnya.


Abang pun segera turun dan memberikan buah itu kepada Icha yang sudah menunggu dengan senyum manisnya.


"Udah nih, jangan lupa di makan ya," ucapnya sambil menggusap kaki nya yang di kerumuni semut.


"Hmmm... aku udah gak pengen sekarang," ujarnya menunduk.


"Sayang jangan becanda, Aa udah usaha loh liat nih sampe di kerumuni semut," ujarnya menunjuk kaki nya yang merah -merah.


Bukannya menjawab Icha malah diam saja dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang ko malah nangis, kamu kenapa?" Abang pun panik melihat Icha seperti itu.


"Maafin Aa ya udah bikin kamu nangis, udah kalo gak mau kita simpan aja mungkin nanti kamu mau lagi," ujarnya memeluk Icha yang tiba-tiba menangis.


Icha sendiri bingung kenapa setelah hamil Dia sering sekali menangis, dan Dia juga jadi baperan.


"Aa gak salah ko, aku nya aja yang cengeng," ujarnya menghapus airmatanya.


"Ya sudah kamu mau apa biar Aa beliin?" Icha malah menggeleng


"Ya sudah istirahay yuk Aa temenin sampe kamu tidur," ujarnya Icha pun mengangguk.


Abang pun mengantar Icha dan menemani nya samoe tertidur setelah itu Dia membuka email yang boy kirimkan ke dalam leptop nya, Dia pun bekerja sambil menunggu Icha tidur.

__ADS_1


__ADS_2