
Setelah sampai dirumasakit mereka menyempatkan membeli bubur dulu untuk sarapan di depan rumasakit setelah itu mereka pun sama -sama di periksa, Ifa juga di ganti lagi perbannya agar semakin membaik.
"Jangan terlalu banyak gerak ya Mba, biar cepet kering jahitannya, " Ucap Suster.
"Baik sus terimakasih, " Jawab Ifa.
Sedangkan Icha lukanya sudah kering jadi bisa membuka perban dan menggantinya dengan plaster.
"Teh mau kemana lagi nih? udah jam 11 apa langsung pulang aja Ifa ada kelas jam 1, "
"Anterin teteh ke Disto, nanti kamu bawa aja mobil teteh ke kampus,"
"Oke kalo begitu, "
15 menit kemudian Mereka pun akhirnya sampai di depan Disto nya Abang Zay, Icha pun segera turun dari mobil.
"Kamu gak turun dulu dek? "
"Gak teh, Ifa langsung pulang aja mau siap-siap takut nya macet, "
"Ya udah hati-hati teteh langsung masuk ya, " Ujarnya.
Ifa pun melajukan mobil nya, sedangkan Icha masuk ke dalam Distro.
"Siang Ka Boy, "
"Siang Bu Bos , silahkan masuk bos ada di ruangannya, " Ucap Ucap Boy .
Karyawan Abang Zay semua nya laki-laki, jadi Icha tidak perlu khawatir.
Icha pun menaiki tangga menuju ruang kerja suaminya itu yang berada di lantai dua.
"Asamualaikum, "Ucap nya membuka pintu kerja Abang Zay.
"Sayang kamu udah datang? sama siapa? " Ucapnya, Abang pun mematikan leptopnya .
"Tadi di antar sama Ifa, dan Ifa nya langsung pulang ada kelas katanya, " Ucap nya.
Icha pun duduk menyandarakan tubuhnya di atas sofa, Abang pun ikut duduk di dekat nya.
"Eh ngapain bukanya lagi kerja? " Ucap Icha heran melihat kepala suami nya sudah bersandar di pundak nya.
"Kenapa? " Ucap Icha mengelus pipi suaminya.
" Cuma sedikit pusing, "
"Sini rebahin kepalanya biar Icha pijit kepalanya, " Icha pun menepuk pahanya.
Abang Zay pun merebahkan tubuhnya di kursi dan kepalanya di pangkuan Icha.
Icha pun memijat pelan kening suami nya itu.
__ADS_1
"Katanya mau ke salon kenapa gak jadi? " ujarnya.
"Belum sempat , tadi habis dari rumasakit langsung ke sini, "
"Gimana hasilnya? "
"Baik-baik saja, udah kering katanya liat tuh dah di ganti plester sekarang, " Ujarnya menunjuk kening nya.
"Syukurlah kalo begitu, Aa seneng dengernya, "
"Aku masih bunya banyak waktu cuti, gimana kalo kita liburan? " Ucap Icha antusias.
"Boleh kapan? " Abang pun bangun dan duduk di sebelah Icha.
"Nanti kita cari tempat nya dulu yang bagus gimana? "
"Gimana kalo kita ke joyja aja, kamu kan udah pada tau tempatnya, sekalian ke rumah Budhe, "
"Gak ah bosen, cari yang lain deh ke pantai gitu, " Ucapnya.
"Eh bentar- bentar," Icha pun merogoh tasnya mengambil hadiah pemberian Rama.
"Cari apaan sih, semangat banget, " Ucapnya heran.
"Nah ketemu, moga aja ini beneran yang aku minta, " Ujarnya.
"Apaan sih hadiah dari siapa, kaya nya seneng banget, "
Abang pun bangkit dari duduknya, memperhatikan Icha.
"Terus kenapa? ko di bawa ke sini? yang punya mantan di kasih hadiah gitu aja seneng banget, " Ujarnya kesal.
"Isssh belum apa-apa udah marah aja, aku kan gak mau Aa salah faham jadi aku bawa kesini biar kita buka bersama, Dah jangan marah kita udah nikah dan aku gak mau ungkin masalalu oke, "
Abang pun terpaksa ikut membuka hadiah itu.
"Tu kan bener, Thank u banget kirain lupa? " Mata Icha pun berbinar.
"Apa emang, cuma tiket liburan seneng nya minta ampun aku juga bisa kali beliin itu, "
"Jangan gitu dong, kita harus menghargai pemberian orang lain, " Ucap nya tersenyum, melihat suaminya merajuk.
"Dulu waktu aku di Jogya pernah bilang ingin liburan ke Bali, tapi belum sempet karna sibuk kuliah belum lagi bantu Mas Febri di Restoran, makanya aku seneng banget dapet ini apalagi liburan nya sama suamiku ini, ayolah sayang jangan merajuk ya kita bisa ajak Adit dan Ifa bila mereka mau, "
"Ckk... gak lah ngapain ajak mereka kita kan mau bulan madu berdua titik, "
"Ya sudah, Aa gak marah lagi kan? " Selidiknya.
"Masih dan kamu harus di hukum karna bikin Aa cemburu, "
"Ko di hukum sih? " Icha pun bingung saat Abang menariknya masuk ke dalam sebuah kamar yang terhalang lemari.
__ADS_1
"Eh sejak kapan ada ruangan disini? ko aku gak tau sih? "
"Udah lama lah, biasanya kalo aku lembur tidur di sini, dulu waktu kerjaan banyak aku malah suka nginep di sini, sama anak-anak juga ada yang suka nginep di bawah, " Ujarnya melonggarkan dasinya.
"Ngapain nih dekat-dekat, keluar yuk hawanya nya mulai gak enak nih,tempatnya serem, " Ucap Icha.
Namun Abang Zay hanya tertawa." Mana ada hantu siang-siang kamu mah aneh-aneh aja,"
Abang pun mengunci kamar nya, mereka pun memadu kasih di sana, suara ******* terdengar.
"Apa di sini memakai peredam suara? " Ucap Icha, kini mereka telah selesai berolahraga, Icha menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos.
"Tentu saja, jangan kan di sini di ruang kerjaku juga pasang, kamu tenang aja di rumah baru kita juga udah aku pasang, "
Icha pun mengingat pembicaraannya dengan Ifa tadi saat di mobil.
~ Flasback~
"Teh, semalam aku kan bangun ya tengah malam mau ambil minum, eh aku denger suara aneh gitu serem deh teh, sampe-sampe aku gak jadi dan balik lagi kekamar, "
Uhuk.. uhuk...
"Teteh gak papa, " Ucapnya menyerahkan air mineral yang sudah Dia buka tutupnya.
Icha pun meminumnya sampai habis setengah, sungguh Dia merasa malu karna suaranya terdengar sampe keluar kamar.
"Ga papa ko cuma keselek aja, " jawabnya, wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus.
~ Flasback Off~
Mereka pun mandi bergantian
"Sayang aku gak bawa baju ganti ih, ini gimana dong? "
"Kamu tenang saja tuh di lemari sebelah banyak baju kamu, " Ujarnya memekai kaos polo warna hitam.
"Baju siapa? apa jangan-jangan ada wanita lain yang suka nginep di sini dulu, " Icha pun memencingkan matanya curiga.
Icha pun membuka lemari baju terdapat banyak baju baru di sana, dan Icha pun memakai kemeja dan celana panjang bahan,tak lupa memakai kerudung senada.
"Ya Tuhan sayang istigfar mana ada seperti itu, aku baru beli itu semua satu minggu yang lalu itu juga di bantu Ifa yang milihin mana aku tau ukuran baju kamu sekarang, " Ujarnya.
"Oh kirain, emang dulu kamu tau ukuran baju aku? "
"Tentu saja, aku masih ingat size undewer kamu juga, "
"Whatt? gila aja sampe tau gitu, tau darimana? "
"Kamu inget gak waktu kamu datang bulan terus gak pake pembalut, tembus ke rok sekolah, aku yang beliin undewernya inget gak? "
"Oh iya maaf, aku pake jaket kamu buat nutupin, untung aja kamu mau di suruh makasih banget sayang kamu selalu ada buat aku, " Ujarnya, memeluk suaminya itu.
__ADS_1