Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Kok Cengeng


__ADS_3

Satria hanya memperhatiakn penampilan Kaila yang nampak berbeda dari biasa nya.


"Loe kenapa sih sebenar nya gue jadi bingung datang-datang loe malah nangis, loe bukan Kaila yang gue kenal selama ini," ucap Satria mengelus pundak Kaila yang bersandar di dada nya.


"Gue kesel sama Bunda kenapa jodohin gue sama Kak Revan, kenapa gak sama loe aja," guman nya sambil terisak, sesekali Dia mengusap ingus nya dengan tisu dan melempar nya kesembarang arah.


"Aduhh baju gue basah kalo loe kaya gini terus," canda nya.


"Loe itu yah bukannya hibur malah bikin mood gue tambah ancur," gerutu nya sambil mengangkat kepala nya.


"Lagian loe sih aneh-aneh aja masa mau pilih gue yang di jodohin sama loe, kita mah gak bakalan cocok tahu," ujar nya terkekeh.


"Itu cuma seumpama ihh loe mah bikin gue kesel ya lama-lama," Kaila pun memukul dada Satria pelan.


"Sorry Kai loe tahu kan gue juga kasian sama loe, kenapa Bunda kekeh pengen jodohin loe sama cowok itu gue bener-bener heran apa alesan nya ya?"


"Gue juga gak tahu bunda cuma bilang hutang budi sama tante Dini, tapi gak kasih tahu yang jelas nya apa,"


"Udahlah sekarang loe jangan pikirkan mereka, sebaiknya loe istirahat,"


"Gue nginep di sini yah gue males balik," ujar nya memelas.


"Tinggal tidur lah susah amat lagian gue juga males anterin loe malem-malem gini,"


Mereka pun masuk ke dalam kamar Kaila segera tidur di kasur milik Satria, memang sudah biasa seperti itu Satria akan menggelar kasur lipat di bawah karna tidak mau kena kaki Kaila saat tidur.


Biasanya Kaila tidak bisa diam kalo tidur bahkan satu kasur Dia kelilingi, terus berputar kemana saja.


"Loe gak tidur di atas bareng gue?" ledek nya.


"Gue gak mau pagi-pagi sakit pinggang karna kaki loe yang terus nendang gue,"


"Bisa aja loe, tapi gue beneran gak sengaja waktu itu,"


"Udah ahh loe tidur, gue juga dah ngantuk," ujar nya mematikan lampu dan hanya lampu tidur saja yang masih menyala.

__ADS_1


Di sisi lain Icha baru saja pulang bersama suami nya, dia melihat chat dari Kaila kalo dia menginap di rumah Satria.


"Sebenarnya Kaila itu kenapa ya kok pulang gitu aja tanpa pamitan dulu sama kita, kaya yang lagi menghindari kita pake nginep di rumah Satria," ujar nya.


"Mungkin tadi Dia sempet ngombrol kali sama Revan, dan kamu tahu sendiri anak kamu itu keras kepala mungkin mereka bertengkar,"


"Apa kita batalkan saja ya perjodohan ini aku merasa sangat egois melihat Kaila tertekan seperti itu," ujar nya.


"Itu lebih baik dari pada Kaila kabur, biarkan saja dia bergaul dengan teman sebaya nya menikmati masa remaja nya,"


"Iya aku jadi merasa bersalah terhadap anak itu, besok aku akan ke rumah Mega meminta maaf padanya,"


"Ya sudah kita istirahat ya," Abang pun mematikan lampu kamar nya dan ikut terlelap.


Di tempat lain Revan sedang duduk di kasur merenungi apa yang di katakan mamanya tadi.


~Flasback~


Saat Icha dan Abang pulang, Dini tak langsung pulang tapi dia mengintrogasi anak kesayangan nya itu.


"Mama tahu kamu pasti bicara sesuatu yang bikin Kaila pulang duluan, Mama tahu sifat kamu Revan jujur sama Mama,"


"Awas saja kalo kamu membuat nya sakit hati Mama gak akan pernah maafin kamu Revan, jangan pernah bermimpi bisa lepas dari perjodohan ini sampai kapan pun Mama gak akan pernah mau batalin, dan kamu sebaik nya baik-baik sama Kaila jangan bikin dia kecewa,"


"Iya Ma," jawab nya pasrah.


~Flasback off~


Revan pun merebahkan tubuh nya, dia pun memejam kan mata nya namun bayangan Kaila terus saja mengganggu nya.


"Apaan sih kenapa gue jadi mikirin dia sih," ujar nya.


Revan pun terbangun dari tidur nya dan duduk bersandar di ranjang.


Dia mengusap ponsel nya membuka jejaring sosial media milik nya.

__ADS_1


Dia teringat sudah berteman dengan Kaila di IG jadi mungkin dia bisa melihat-lihat postingan nya.


Sedangkan di status Wa Kaila tidak pernah muncul, mungkin saja Kaila sengaja memprivasikan nya agar tak terlihat oleh nya.


Dia pun membuka IG Kaila terdapat puluhan poto di sana, banyak potonya bersama Satria dan dua orang gadis lain nya, ada juga beberapa poto nya dengan laki-laki lain.


Namun ada Poto yang membuat nya memencingkan mata yaitu poto tangan yang saling bertaut dia pun membaca campion nya.


~Semoga Tuhan memberi jalan untuk kita~


"Sama siapa dia, kenapa cuma ngasih liat tangan doang?" pikir nya, Revan pun terus melihat-lihat sampai kebawah ada poto Kaila yang di poto dari belakang sedang bersandar di bahu seorang pria dengan tangan pria itu memeluk pundak nya.


"Siapa pria ini, dari postur tubuh nya kaya nya gue kenal tapi siapa Satria kan gak kaya gini badan nya kurus banget ini siapa sih bikin gue penasaran,"


"Ahh sial kenapa gue malah kepoin dia sih, makin gede kepala aja dia nanti nya kalo sampai tahu gue kepoin,"


Revan pun menyimpan ponsel nya yang dengan kasar, dia tambah kesal dia pun merebahkan tubuh nya di atas kasur dan segera memejamkan mata nya.


***


Keesokan hari nya di kediaman Satria, Mega mengetuk pintu kamar Satria karna sudah jam 8 pagi anak nya belum bangun, untung saja ini hari libur jadi dia memakluminya.


Mega baru saja sampai dari Jogja dia sengaja pulang cepat dari Jogja karna Iqbal ada kerjaan pagi ini.


Setelah lama mengetuk pintu namun Satria belum juga keluar, Mega pun membuka pintu yang tak di kunci dia segera membuka tirai kamar Satria.


"Ya Tuhan apa-apaan ini,Tria bangun nak," ujar nya menepuk-nepuk pipi Satria yang tertidur di bawah sedangkan nampak Kaila terridur pulas di kasur yang berantakan sudah biasa memang begitu dia kalo tidur.


Satria pun membuka mata nya dan segera duduk."Lohh Mama kapan datang?"


"Mama baru sampe papa langsung ke bengkel," Satria pun bangun dari tidur nya menarik tangan Ibu nya keluar


Mereka pun keluar dari kamar meninggalkan Kaila yang masih tertidur pulas.


"Kaila ngenep di sini semalam, dia datang-datang nangis Ma, aku gak tega nyurun dia pulang jadi dia nginep di sini aku gak tahu Dia tidur jam berapa karna semalam aku tidur duluan jam 11 ngantuk banget,"

__ADS_1


"Ya sudah biarkan dia istrirahat kamu mandi sana, jangan ganggu dia dulu nanti Mama tanya sama bunda kamu dia kenapa?" Satria pun mengangguk.


Satria masuk ke dalam kamar nya mengambil baju ganti dan membawa nya keluar dia mau mandi di kamar tamu.


__ADS_2