Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
persiapan


__ADS_3

Pagi hari pun menyapa, Icha sedang membereskan tempat tidurnya karna hari libur Dia bisa bersantai.


"Teh kata Bude mau ngantar ke Bandara gak? " Tanya Ifa berdiri di depan pintu kamar.


"Ah Iya lupa, bentar ya teteh ganti baju dulu, " Icha pun bergegas mandi dan ganti baju setelah rapi, Dia pun mengoles wajahnya dan merapihkan kerudungnya.


Icha pun turun dan bergabung bersama yang lain di ruang makan.


"Pagi semua," Ucapnya menyapa mereka.


"Pagi juga," Jawab semua,mereka makan dengan tenang, sedangkan Ifa sudah pamit akan pergi ke rumah Mita.


"Bu, Icha mau ikut ke Bandara antar Bude ya, " Izinnya, Ibunya pun menggguk sambil tersenyum.


"Kamu bawa mobil aja, sekalian mampir ke Butik tante Fatma ,"Ujar Ibunya.


"Bude kenapa nginep lagi? Icha kan masih kangen sama kalian, " Ujar nya memelas, sungguh Icha masih rindu dengan Budenya itu.


"Maaf ya Cha,nanti Bude kesini lagi kapan-kapan, " Ucap Bude mengelus kepala Icha.


Setelah makan Icha pun mengantar meraka ke Bandara tak lupa mengabari Abang kalo Dia akan menunggu nya di Butiq setelah pulang dari Bandara, sungguh Icha merasa sangat sedih karna hanya sebentar bertemu.


Mereka pun sampai di sana, Icha pun mengantar kan mereka sampai ke dalam.


"Gak usah nangis gitu lah cengeng banget sekarang mah, "Ujar Febri, memeluk adiknya itu.


"Icha gak nangis ko, cuma kelilipan, " Kilahnya.


Setelah memeluk Febri,Dia pun memeluk Nadia dan terakahir memeluk Bude kesayangannya itu.


"Benar kata Mas mu, jangan nangis ya nanti Bude ke sini lagi pas nikahan kamu, " Ucap Bude dan Icha pun mengengguk melapaskan pelukannya.


Akhirnya waktu pemberangkatan pun tiba, mereka pun pergi meninggalkan Icha, setelah mereka sudah tak terlihat Icha pun berniat kembali Icha pun berjalan ke tempat parkir,namun saat akan masuk mobil Dia melihat seorang wanita tua sedang menangis di dan teriak jamret.


Icha pun mengejar jamret ,Dia terus berlari hingga penjaret pun terpojok dan tak bisa berlari kemana-mana.


Jamret pun akan menghajar Icha, namun Icha segera menghindar,Icha terkena pukulan di tangan nya,Dia pun menghajar balik jamret itu singga babak belur, setelah penjamret itu tidak berdaya Icha berlari ke tempat Nenek yang tadi, sudah ada beberaoa orang di sana dan juga pak satpam.


"Ini Nek tas nya, lain kali hati-hati ya, " Ucap Icha sopan,menyerahkan tas itu kepada nya.


"Makasih banyak, maaf sudah merepotkan, "Ujarnya seraya mengeluarkan beberapa lembar Uang merah dari dalam tasnya,dan memberikan kepada Icha, namun Icha menolaknya dengan halus.


"Maaf jangan seperti ini saya ikhlas bantuin Nenek, lain kali hati-hati Saya pamit ya Nek ,ada urusan, " Icha pun menyerahkan Uang itu pada tangan Nenek dan segera pergi dari sana.


Setelah semua orang bubar, Nenek itu pun menelpon anak perempuannya,dan anaknya pun segera menjemputnya di sana.


"Ibu gak papa kan ?apa yang sebenarnya terjadi? " Uar gadis itu,Nenek Itu pun mencerikan semuanya.


"Ibu sangat takut sekali Nur,sudah hampir 10 taun Ibu tidak ke sini semuanya berubah,untung saja tadi ada seorang wanita yang membantu Ibu, " jawabnya, Ya Nenek Itu adalah Bu Asmar, Ibunya Pak Edi,dan yang bersamanya adalah Nur anak angkatnya.


"Ya sudah kita pulang ya, Nur belum cerita sama Uda kalo Ibu mau ke sini biar jadi kejutan, " Dan Nenek itu pun mengangguk.


Icha sendiri sudah sampai di Butiq Mamahnya Mita,Dia pun segera masuk ke dalam.


"Pagi Tante, "Ujarnya memeluk Fatma.


"Eh, ko udah di sini?" Tanya Icha melihat Abang sudah duduk di sopa.


"Iya, aku juga baru sampai ko yang," Jawabnya Icha pun duduk di sebalah Abang.


"Tante udah siapin gaun pengantin kamu mau tinggal pilih aja mau yang mana, atau mau bikin yang baru, " Ujarnya memeperlihatkan beberapa koleksinya.


"Aku pilih yang simple aja deh, lagian kalo bikin waktunya mepet tan, " Icha pun memilih satu kebaya putih modern dengan beberapa payet.

__ADS_1



Icha juga memilih dua gaun untuk resepsi, yang akan di adakan di gedung yang sama malam harinya, sedangkan akad akan di adakan siang hari.




"Gimana Cha cukup gak? " Tanya tante Fatma.


"Cukup, cuma sedikit besar ," Jawab nya setelah mencoba.


Abang pun tak berkedip melihat Icha memakai kebaya putih untuk akad nikah, sungguh Dia sangat senang akhinya bisa menikahi pujaan hatinya.


"Ya sudah nanti tante perbaiki," Ujar Fatma meneliti penampilannya.


Abang juga mencoba beberapa Jas yang akan di pakainya.


Setelah mencoba benerapa gaun Icha dan Abang pun pamit pulang.


"Kita pamit ya, nanti kalo ada apa-apa telpon aja, " Ujar Icha.


"Iya, kalian hati-hati di jalan, " Ujar nya memeluk Icha.


Kini mereka sudah masuk ke dalam mobil Abang, sedangkan mobil Icha akan di ambil oleh supir Ibunya.


"Kita makan siang dulu ya, nanti kita ke percetakan pesan undangan, " Ujar Abang, kini mereka sudah di perjalanan.


"Oke, emang mau bikin banyak ya undangannya?" jawab Icha.


"Aku cuma 100 tambah rekan bisnis Ayah 100 jadi 200, jangan banyak-banyak lah yang penting sama teman dekat saja, " Ucap Abang.


"Oh gitu ya aku juga cuma dikit ko paling 100 undangan buat temen kantor dan sahabat dekat saja, Ibu juga paling undang 200 undang karyawan sama teman kerjanya Bapa, " Jawabnya.


Pelayan pun datang membawa buku menu, setelah memesan pelayan itu pun pergi.


Setelah makan mereka ke percetakan dan setelah itu mereka langsung pulang, karna waktu sudah mulai sore.


"Ya sudah masuk sana, istrahat pasti kamu cape kan, " Ujar Abang, kini mereka sudah sampai di rumah Icha.


Icha pun masuk ke dalam rumahnya, di sambut Ifa di sana sedang menyiram tanaman.


"Loh Ibu kemana? Ko kamu yang siram? " Tanya Icha heran.


"Mereka kan ke rumah Enin, biasa lah Bapa kangen katanya, mereka berangkat tadi jam 2," Ujarnya,Icha pun melirik jam tangan nya sudah jam 4 sore, ternyata tak terasa hari ber jalan cepat.


"Ya udah teteh masuk dulu ya gerah, " Ujar nya dan Ifa pun mengangguk.


Icha pun masuk ke dalam kamar nya dan segera bersih-bersih.


"Ngapain loe kesini? " Ujar Ifa melihat Adit ada di depan rumahnya.


"Fot bukannya tadi loe bilang Mita ada di rumahnya, " Ujar Adit.


"Iya emang kenapa ? " tanya Ifa heran, Dia pun duduk di kursi bersama Adit.


"Gue baru dari rumahnya kata nyokap nya Mita lagi keluar sama loe, "


"Udah jangan ganggu Dia, lagian udah cukup ya loe bikin Dia sakit hati, " Ifa pun mulai sewot karna kesal melihat Adit tidak menyerah begitu saja.


"Tapi gue serius cinta sama Dia fot, loe bantuin gue dong harusnya, "


"Gue males, dah pulang sana gue sibuk, " Ucap Ifa masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


"Ah sial, " Ujar Adit meninggalkan rumah Ifa.


Adit pun baru kembali dari rumah Mita, setelah dari pagi main di rumah Sandy.


Adit pun nyelonong begitu saja, namu. ada yang berbeda membuat dirinya terkejut, melihat Nenek nya sudah duduk di ruang tamu bersama orang tuanya.


"Nenek kapan ke sini? " Tanya nya merasa heran.


"Tadi pagi, kamu dari mana ? Nenek kangen sekali sama kamu sekarang sudah besar ya, " Ujar Nenek Asmar memeluk cucu kesayangannya itu.


"Adit juga kangen banget sama nenek, kenapa gak ngabarin kan Adit bisa jemput ke Bandara, " ujarnya,Keluarga Adit pulang kampung satu taun sekali kadang 6 bulan sekali.


*


*


Tak terasa satu Minggu pun berlalu, Icha selalu sibuk bekerja hingga hari sabtu pun harus lembur.


Sedangkan Ifa juga sibuk kuliah, selama satu minggu itu Ifa tidak pernah bertemu dengan Rey, semakin panas saja Isu yang mencuat kalo Rey sibuk mempersiapkan acara pertunangannya,namun Ifa tak ambil pusing.


Hari minggu pun tiba, "Teteh senam pagi yuk, " Ujar Ifa yang baru saja datang ke kamar kakaknya,sedah rapi menenteng sepatu sport nya.


"Males ahh masih pagi juga, kamu aja sana teteh gak semangat, " Jawabnya melirik jam diding baru jam 6 pagi.


"Ih teteh mah, ayo lah kali-kali teh, aku juga udah ajak Mita dan kak Mega, biar nanti kita ketemu di sana," Ujar Ifa memaksa.


"Ya udah tunggu bentar teteh ganti baju dulu, " Ujar nya, dan Ifa pun mengangguk senang.


Setelah lama menunggu mereka pun pergi ke ke tempat senam berjalan kaki tidak jauh dari rumah mereka.


"Teh hari ini ada acara gak? " Tanya Ifa sambil mengayunkan tangan mereka.


"Ada, teteh mau ke butik nya tante Fatma mau Fiting baju sekalian fraweding biar sekalian, teteh gak ada waktu lagi, "


"Oh gitu ya, kirain gak kemana-mana, aku mau ajak jalan, dah lama kan kita gak jalan bareng, "


"Maaf, mungkin lain waktu kita jalan, " Icha pun merasa bersalah karna sejak bekerja Dia jarang sekali jalan bareng Ifa, walau pun ada waktu libur Icha hanya diam di rumah.


"Ahh teteh gak usah minta maaf, biar aku ajak Mita saja, "


"Syukurlah kalo begitu, "


Kini mereka tiba di tempat senam,bergabung dengan yang lain sudah ada Mega dan juga Mita di sana.


"Kangen ihh, udah lama gak ketemu. " Ujar Icha memeluk sahabatnya itu,sedangkan Mega hanya tersenyum.


"Baru juga beberapa hari ih teteh mah lebay, " Ucap Ifa, dan Mita pun terkekeh.


"Sirik aja kamu mah," Icha pun duduk bersama Mega sedangkan Ifa dan Mita ikut senam bersama yang lain.


"Pengantin baru cerah banget,gimana malam pertamany? " bisik Icha sambil cekikikan.


"Ah itu, biasa saja, "jawabnya bersemu merah.


"Gimana sakit gak, aku denger dari teman-temanku yang sudah menikah begitu, " Ujar nya, karna kebanyakan teman nya yang bekerja di kantor sudah bersuami.


"Ehh,sakit apa? " Mega pun malah bingung.


"Ya itu nya lah, apa jangan-jangan kamu belum buka segel, " Ujar nya sambil terkekeh melihat Mega yang kebingungan.


"Ya kita cuma tidur bareng, jadi maksud kamu gitu ya? " Setelah mengerti maksud Icha ,Dia merasa takut besok besok suaminya akan meminta hak nya.


"Iya betul itu, apa masih Belum? " Selidik Icha seraya membekap mulut, menahan tawanya.

__ADS_1


"Pada sore hari saat gue mau mandi gue datang bulan, gue merasa bersyukur Cha karna gue belum siap, " Jawabnya sambil menunduk, sungguh Dia sangat merasa bersalah.


__ADS_2