Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Permintaan Mama Dini


__ADS_3

"Kakak kenapa?" tanya Kaila heran melihat Sean yang nampak memucat melihat ke arah yang Kaila tunjuk tadi.


Kaila pun bingung ada apa dengan Sean, kenapa dia seperti nya sangat kaget sekali.


"Itu sepupu kamu Kai?" tanya Sean lirih.


"Iya itu Kak Naura yang semalam aku ceritakan, sekarang kami mau pulang." ujar nya.


Ya semalam Kaila bercerita sedikit tentang sepupu nya yang sedang di rawat karna KDRT.


"Sebenar nya ada apa dengan Naura, apa dia tidak bahagia selama ini, aku sudah berusaha mati matian lupain dia tapi kenapa dia malah datang lyagi, aku udah ikhlas Naura menikah dengan pilihan orang tua nya," batin.


"Kalian tinggal dimana?" tanya Sean, membuat Kaila mengeryitkan dahi nya.


"Aku cuma ingin tahu saja gak maksud apa-apa," ujar nya menggaruk kepala nya yang tak gatal.


"Di Aprtemant Sunset Villas, gak jauh dari sini kok," ujar nya.


Namun Sean membelalakan matanya mendengar Apartemant itu, kenapa bisa sama dengan tempat tinggal Revan.


"Ohh di lantai berapa teman ku juga punya unit di sana, siapa tahu nanti aku bisa mampir," ujar nya dia tak berbohong karna memang teman yang di maksud adalah Revan.


"Lantai 7 no 309, ya sudah ya aku pergi dulu," ucap nya dan Sean pun mengangguk.


Namun dia senang bisa tahu dimana Kaila tinggal dan itu sama sekali tak di duga oleh nya ternyata unit Kaila dan Revan bersebelahan.


"Gila emang kalo jodoh gak kemana, gak perlu nyari jauh-jauh juga Revan-Revan semoga loe beruntung," lantas dia pun masuk ke dalam rumasakit untuk mengambil sesuatu yang tertinggal.


"Lama banget sih loe?" tanya Cerry mengerucutkan bibir nya.


Cerry pun langsung tancap gas, meninggalkan rumasakit sedangkan Remon harus pulang duluan karna tadi Ibu nya menelpon.


"Sorry tadi ada teman gue gak sengaja ketemu," jawab nya.


"Oh pantas saja tadi Kakak liat kamu ngobrol sama orang asing," ucap Naura.


"Kakak liat wajah nya gak, siapa tahu kenal," ucap Kaila namun Naura hanya menggelengkan kepalanya.


"Kakak cuma liat belakang nya aja, gak mungkin lah Kakak kenal," jawab nya.

__ADS_1


"Kak Remon mana kok mobil nya gak ngikutin kita, bukannya tadi dia mau okut mganterin kak Naura yah?" tanya Kaila heran.


"Pulang duluan nyokap nya tadi telpon nyuruh pulang," jawab Cerry dan Kaila pun mengangguk.


Tak berapa lama mereka pun sampai di tempat tujuan, Kaila membantu Naura berjalan menuju Unit mereka.


Sesampai nya di sana Kaila segera memasukan pin nya, karna kunci akses nya di pegang Cerry yang masih berjalan di belakang.


Kaila pun membawa Naura ke kamar yang di tempati nya, dia sana memang ada dua kamar namun Kaila memilih satu kamar dengan sepupu nya itu.


"Kakak istirahat dulu ya, aku mau nemuin Cerry dulu sebentar," ujar nya dan Naura pun mengangguk.


Meski sudah sedikit mendingan namun Naura masih merasakan pusing di kening nya.


Di Apartemant yang sama namun berbeda Unit Revan nampak frustasi karna Mama dan Papa nya sudah pulang dari luar kota.


Dia bingung harus bicara apa, dia sudah terlanjur bohong bilang kalo dia dan Kaila pindah ke Apartemant dan tinggal di sana.


"Sial harus alasan apa coba gue sama mereka,"batin nya.


Revan pun masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur kepala nya dengan air dingin agar bisa berfikir dengan jernih.


Sedangkan Kaila nampak bingung saat melihat Mama mertua nya menelpon.


"Mertua gue nelpon, gue harus gimana?" tanya Kaila.


"Udah loe angkat aja dulu siapa tahu penting," ujar nya dan Kaila pun mengangguk.


[Hallo Asalamualaikum Ma] ujar nya.


[Walaikum salam sayang kamu sudah pulang kuliah belum?] tanya Mama Dini di sebrang sana.


[Udah Mah ini udah di Apartemant] ujar nya namun dia langung membekap mulut nya lupa.


[Syukur lah nanti makan malam di rumah ya Mama udah pulang dari Semarang, Mama tadi udah telpon Revan katanya masih di jalan, nanti bilangin ya sama dia jangan malem-malem ke sini nya]


[Iya Mah nanti Kaila bilang ke Mas Revan kalo udah pulang]


[Ya sudah kalo gitu Mama tutup dulu ya sayang, Asalamualaikum]

__ADS_1


[Iya Mah walaikumsalam]


Setelah panggilan terputus Cerry nampak meminta penjelasan denga menaik turunkan alis nya.


"Mama Dini nyuruh gue makan malam sama kak Revan di rumah besar," jawab nya.


"Ya udah loe turutin aja biar gue yang jagain kak Naura di sini sampe loe pulang," ucap nya.


Tapi Kaila nampak bingung harus bagai mana, dia juga sudah memblokir nomor Revan, gengsi dong kalo harus menghubungi Revan duluan.


"Mending loe telpon dia tanyain dia dimana nanti biar janjian aja dari pada mertua loe curiga, " ujarnya namun Kaila nampak nya tak begitu semangat.


"Anggap aja loe akting buat bales suami loe itu loe gak mau kan melihat mereka kecewa, baru juga berapa bulan menikah udah pisah rumah kan gak banget," ujar nya memberi nasehat.


Kaila pun lalu membuka blokiran nomor Revan ternyata banyak sekali pesan yang menumpuk dari Revan sekitar 100 lebih namun tak ada niat Kaila untuk membaca nya dia segera menghubungi Revan.


Panggilan pertama tak di angkat begitu juga panggilan kedua, kemana si kampret itu pikir Kaila.


"Gimana di angkat gak?" tanya Cerry namun Kaila malah menggelengkan kepalanya.


"Coba loe telpon lagi siapa tahu di angkat," saran Cerry.


Cerry memang kesal dengan Revan namun dia juga tidak mau Kaila dapat masalah kalau nanti orang tua mereka tahu mereka sedang marahan.


Kaila pun menekan lagi no Revan dan langsung di angkat.


[Hallo Asalamualaikum] ucap Kaila tak semangat.


[Walaikaum salam sayang, kamu diman aku khawatir sekali sama kamu udah ya marah nya aku janji gak bakal bohong lagi sama kamu] ucap nya di sebrang sana


[Gue back baik saja gak usah so peduli, gue telpon loe karna gue gak mau Mama kecewa, loe udah tahu kan maksud gue?]


[Iya aku, kamu dimana biar aku jemput] ujar nya sendu, dia masih sedih mendengar Kaila masih ketus pada nya.


[Di depan Apartemant Sunset Villas, loe tunggu di sana nanti gue ke sana] ujar nya membuat Revan kaget kenapa tempat nya sama dengan tempat tinggal diri nya.


[Iya kamu tunggu ya aku siap-siap dulu] ujar nya.


[Ya sudah aku tutup, asalamualaikum]

__ADS_1


[Iya walaikum salam] jawab Revan.


Dan sambungan telpon pun di matikan oleh Kaila, namun Revan masih bingung apa Kaila juga tinggal di Apartemant ini juga karna tadi pagi dia juga melihat dia ada di depan sana.


__ADS_2