
Ifa sudah sampai di kampus, mambawa mobil kakaknya.
"Tumben loe bawa mobil Fot? " Ujar Zahra yang juga baru saja datang di antarkan oleh Sandy.
"Mungpung ada yang ngasih pinjem he.. hee.. "Ujarnya.
"Bisa aja loe, eh kenapa nih tangan loe ko gue baru liat? " Zahra pun memperhatikan tangan Ifa.
"Gak papa cuma luka kecil, gue jatuh dari motor hari sabtu kemarin, "
"Luka kecil loe bilang, ini parah Fot loe bener-bener ya ko sampe jatuh loe bukannya loe sering ikut balapan, "
"Emang gue tau apa kalo mau celaka, aneh-aneh aja loe mah Ra, eh Mita mana? "
"Pulang lah Dia kan masuk pagi, yu ah masuk kelas, "
Mereka pun masuk kelas masing-masing,mengikuti mata kuliah.
"Selamat siang anak-anak, kumpulkan tugas yang saya berikan minggu lalu ," Ujarnya Pa Anwar.
Saepul Anwar adalah Dosen muda yang mengajar di sana, selain tampan Dia juga sangat tegas, anak dari pemilik universitas.
Mereka pun mengumpulkan tugas, namun Ifa lupa belum mengerjakanya, karna terlalu sibuk membantu Icha menyiapkan acara pesta.
"sial gue ko sampe lupa, ini gara gara teteh yang ngerecokin terus.Batinnya.
"Kalian kerjakan tugas yang baru, dan untuk Asifa saya tunggu di ruangan saya, " Ucapnya.
"Baik Pak, " Jawabnya, tersenyum paksa.
Setelah Pak Anwar keluar Ifa pun mengikuti nya dari belakang,sampailah mereka di ruang Dosen.
"Misi Pak, maaf ada yang bisa saya bantu, "
"Asifa kamu belum mengumpulkan tugas yang saya berikan minggu lalu, apa kamu tidak suka mata pelajaran yang saya berikan, " Ujar Pa Anwar.
"Maaf Pak saya lupa, saya akan menyelesaikannya secepatnya, " Ucap Ifa menunduk.
"Tentu saja, saya akan menambah tugas nya agar kamu bisa menghargai saya sebagai Dosen pembimbing, " Ucap nya tegas.
"Tapi Pak... "
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapian, selesaikan sekarang, dan jangan protes, "
Ifa pun kembali ke kelasnya, menyelesaikan tugas yang begitu banyak itu.
"sial banget gue hari ini, kenapa sih tiap pelajaran Pak kiler gue kena hukuman terus.batinya kesal.
"Kenapa loe? di kasih hukuman lagi, " Ujar teman sebelahnya, dan Ifa pun mengangguk lesu.
"Sabar cuy, gue juga pernah di posisi loe sampe-sampe gue nagis tugas nya susah banget tau, Untung aja ada abang gue yang bantu. "
Ifa pun hanya diam saja, sungguh kepalanya terasa akan pecah.
**
Disisi lain Icha baru saja selesai makan siang bersama suaminya.
" Kita ke kantor bentar ya Aa ada yang lupa, kita ke toko beli perabot buat rumah baru kita, " Ujarnya, dan Icha pun mengangguk.
Setelah mampir sebentar ke Distro kini mereka sampai di sebuah toko perabot.
"Apa gak repot A kita belanja sekarang? " Ujarnya.
"Oke, tapi nanti ajak orang ya buat beresin nya sekalian, " Ucap Icha.
"Siap, kamu cuma tinggal beresin kamar kita aja buat senyaman mungkin, "
Mereka pun membeli semua keperluan rumah dari mulai kursi hingga telvisi, semua di beli nya hari ini juga.
"Kaya nya udah semua deh, kita belanja bahan makanan dan juga alat-alat dapur, " Ucap Icha, kini mereka lanjut ke Mall membeli bahan makanan dan saruyan.
"Nah sayang bawa troli nya ya, aku yang ambil barang-barang nya, "
"Siap ayo kita mulai dari mana, " Ucap Abang mendorong troli.
"Kita cari alat masak dulu, nanti kalo udah pindah baru beli bahan makanan, " Ujarnya, mereka berjalan barengan.
"Kamu tau banget yang, apa kamu suka belanja seperti ini? " Selidiknya.
"Tentu saja, aku malah sering ke pasar tradisional beli ikan sama Mas Topik waktu di jogja, beli sayuran langsung ke petani biar Fres, dulu tuh aku yang cari bahan mentahnya buat di masak di restonya Mas Febri, waktu zaman susah," Ujarnya terkekeh.
"Serius? kamu yang belanja, eh Topik siapa?"
__ADS_1
"Ya iya lah, itu loh yang kerja di resto dulu kalo gak aku pasti Mega yang belanja, kalo belanja bulanan gini biasanya sama Budhe, atau sama Mas febri jadi tau lah dikit-dikit kebutuhan dapur, " Jawanya memasukan beberapa barang ke dalam troli.
"Oh gitu ya kirain mantan kamu lagi, Ini udah penuh yang, apa masih ada yang mau di beli," Ujarnya, Icha pun mengingat apa kurang.
" Kamu mah da suka gitu aja mikir nya, ini udah semua, ayo bayar," mereka pun mendorong masing-masing satu troli dan membawanya ke kasir.
Setelah selesai mereka pun pergi ke rumah baru mereka.
"Nah sayang kamu beresin barang ini di dapur ya, Aa mau liat pekerja pindahin barang kerumah, " Icha pun mengangguk dan pergi ke dapur, Dia juga membuatkan kopi untuk mereka yang berjumlah 4 orang.
Dua mobil bak terbuka datang membawa barang yang mereka pesan tadi siang.
Setelah selesai memasang dan memaskukannya ke dalam rumah, mereka pun pamit.
"Gini ya kalo dadakan beli barang cape banget, " Ujarnya, sedangkan Icha hanya tersenyum.
"Aku mandi duluan ya udah sore kita pulang dulu, " Ujarnya.
"Yang malam ini nginep di rumah Bunda ya, pasti mereka senang, " Ucap Abang, dan Icha pun mengangguk.
Setelah bergantian mandi mereka pun sholat magrib bersama, Untung saja sudah banyak baju di sana jadi gak perlu repot-repot nyari.
"Ayo siap-siap kita pulang, " Ucap nya, Icha pun memakai kembali hijabnya.
"Gak usah cantik-cantik gitu yang dandannya, nanti banyak yang naksir, " Ucapnya melihat Icha memakai bedak dan lipstik.
"Ya Tuhan cuma gini doang ih, pake lifstik biar gak pucat sayang, " Ujar nya mencium sekilas bibir suaminya itu.
Namun Abang malah menahan tengkuk nya dan mencium bibir istrinya itu dengan rakus,Icha pun membalas nya.
"Udah ayo pulang pasti Bunda udah nunggu, " Ucap Icha setelah melepaskan bibirnya.
"Nginep sini aja lah yang bawah udah mulai on, kamu sih mancing-mancing aku kan jadi gak tahan, "
"Sayang apaan ih cuma gitu doang, ayo ah nanti di rumah nuntasin nya lagian kita udah janji sama Bunda mau makan malam di sana, " Ucapnya.
Abang pun sedikit kesal, namun apa boleh buat dirinya yang sudah berjanji akan makan malam di rumah orang tuannya.
"Baiklah, ayo tapi awas nanti di rumah jangan nyalahin kalo sampe susah berjalan, " Ucap nya terkekeh sedangkan Icha bergidik ngeri.
" Ya Tuhan kenapa suamiku jadi mesum gini, padahal dulu biasa saja. "batinnya.
__ADS_1