
Pagi sekali keluarga Icha sudah sampai di gedung, Icha juga sudah cantik di rias oleh Mua, semua anggota keluarga bersiap menanti ke datangan mempelai pria.
"Ifa cantik gak bu? " ujar Ifa yang baru saja datang bersama Mita, Dia juga ingin dihias agar terlihat berbeda.
"Tentu saja , Ifa dan Mita sangat cantik, " Ujar Bude yang juga ada di sana, mereka berada di ruang make up Icha.
"Bagai mana apa mempelai pria sudah datang? " Ucap Ibu.
"Belum kata Adit sih masih di jalan, " Jawabnya, dan kini Ifa dan Mita keluar dari sana.
"Mit ko gue gak Pd ya pake baju kaya gini, " Ucap nya.
"Udah lah kapan lagi loe kaya gini, jarang -jarang kan, " Mita pun terkekeh melihat Ifa yang tidak bisa diam.
"Gue gak betah Mit, apa lagi nih sandal tinggi banget, kenapa juga harus pake ginian, "
Mita pun semakin terbahak, melihat Ifa sungguh kapan lagi liat Dia peminim kaya gini.
"Ngomong-ngomong ka Mega sama kak Nadia kemana ya kok gak keliatan? " ucap Ifa melirik sana sini.
" Gak tau gue juga belum ketemu dari pagi, rumah juga sepi pas gue ke sini, " Jawabnya .
Mita berangkat bersama Papa dan Mama nya, sedangkan Iqbal menginap di rumah Abang, begitu pun Mega menginap di rumah Icha.
Rombongan pengantin pun datang langsung memasuki gedung ,hanya kerabat dekat saja yang mengantar dan upacara adat sunda pun di mulai.
" Cha loe jangan gugup gitu dong yang tenang ya, " Ujar Mega menenangkan, kini mereka harap-harap cemas.
Rita dan Mega bertugas menjadi pengantar pengantin wanita, sedangkan Iqbal dan Boy menjadi pengantar pria.
"Gue gugup banget tau, liat nih tangan gue sampe keringetan gini, " Ujarnya.
"Sabar Teh, bentar lagi ya do'akan semoga ijab kabul nya lancar." Ujar Rita menenangkan.
"Ini belum seberapa Cha, nanti malam lebih gugup lagi pasti, " Ujar Mega menggoda.
"Ah sialan loe, gue tambah gugup tau malah godain lagi, " Jawabnya melempar bantal sopa, sedangkan Mega hanya terbahak.
"Sorry Bebz gue cuma ngasih tau aja, siapa tau loe lupa dan ninggalin laki loe tidur ,"
"Astaga ya gak lah, walau pun gugup gue bakal bikin tenang, "
"Ya emang harus gitu,lama-lama loe akan terbiasa, " Ujar Mega tersenyum.
__ADS_1
"Aduh telinga gue ternoda, gue kan di bawah umur, " Ujar Rita.
" Tenang bentar lagi loe nyusul, sabar aja ya, "
Mereka pun terus berbincang sedari mendengarkan Upacara adat yang sedang di langsungkan dari sana.
Setelah upacara adat selesai acara Ijab kabul pyn di mulai, Abang pun duduk di depan penghulu di dampingi Ayah dan Ibunya, sedangkan Icha hanya mendengarkan saja di balik ruangan.
"Tenang Bang, jangan gugup ya biar cepet, " Ucap Ayahnya, seraya menepuk pelan punggung nya.
Abang pun menerik nafas pelan dan mengeluarkannya, sungguh Dia sangat gugup dan takut salah berucap.
Ayah Icha pun bersiap menjadi wali nikah nya, Abang pun langsung menyambutnya dengan lantang.
"Saya terima nikah dan kawin nya Icha Natasya binti Harun dengan maskawin tersebut di bayar tunai.
"Bagaimana saksi sah? "
" Sah.
"Sah.
"Alhamdulilah, " ujar semua orang yang hadir.
Abang pun tersenyum senang karna Dia bisa mengucapkan janji suci itu dengan satu kali ucap.
Mereka menandatangani surat kawin, dan Surat-surat lainnya,setelah itu Icha mencium tangan suami nya, dan Abang mencium kening Icha.
setelah itu mereka menyalami orang tua mereka atau dengan istilah sungkem.
Orang tua mereka sangat senang sekali, mereka juga terharu.
Mereka menangis haru, mereka bahagia akhirnya pernikahan berjalan dengan lancar.
Setelah acara sungkem, mereka pun duduk di pelaminan sedangkan yang lain menikmati makanan yang ada.
"Aku seneng banget akhirnya kita sudah sah, " Ucap Abang menggenggam tangan Icha erat.
"Aku juga, semoga kita bersama selama nya sampai maut memisahkan, " Ujar Icha tersenyum.
"Aamiin, gimana luka mu apa sudah kering? " Abang pun meneliti kening Icha.
"Lumayan, tapi gak keliatan kan? cuma pake plester dan ini pake bedak nya tebel, "
__ADS_1
"Syukur lah kalo begitu, aku sangat takut sekali, "
"Adam dan Dini tadi pagi telpon, katanya masih di perjalanan, " Ujarnya.
Para kerabat pun mengucapkan selamat termasuk Ifa dan Mita, di susul yang lain nya.
"Selamat Abang, teteh samawa ya, kado nya aku udah simpan di kamar hotel, " Ucap Ifa menyalami kakak ipar nya terlebih dahulu terus memeluk erat Icha.
"Makasih Fa, " Ucap Abang.
"Makasih dek, " Ucap Icha.
Kini Mita dan yang lain menyalami mereka. Setelah menyelami tamu yang hadir kini mereka makan terlebih dahulu.
"Pantes aja laper banget udah mau Zuhur aja, " Ucap Abang, kini mereka sedang makan bersama, siang ini mereka akan istirahat terlebih dulu karna acara resepsi akan di adakan nanti malam.
"Ya udah makan yang banyak, " Ucap Icha sambil tersenyum.
Setelah makan mereka pamit beristirahat dulu, karna tamu sudah banyak yang pulang, hanya keluarga inti saja yang hadir di sana.
"Ya sudah kalian istirahat dulu, nanti habis magrib temui Mba Ami di ruang yang tadi untuk make up, " Ujar Ibunya, mereka pun mengangguk.
Sampai lah mereka di dalam kamar.
"Bang bantu buka ini dong aku mau mandi gerah, " Ucap Icha menunjuk kepalanya.
Abang pun dengan telaten membatu Icha , setelah selesai Icha pun masuk ke kamar mandi tak lupa membawa baju yang ada di atas meja.
Sedagkan Abang langsung terlelap masih dengan baju pengantinnya.
Icha pun keluar dari kamar mandi sudah rapi dengan baju nya.
"Baru juga di tinggal bentar udah tidur aja, " Ujarnya.
Icha pun menunaikan sholat zuhur sendiri karna tidak tega membangunkan Abang.
Icha pun memakai kembali kerudungnya dan hanya memakai lipstik saja,
Setelah itu Icha keluar kamar mencari adiknya.
"Cha? mau kemana? " Ujar Bude yang baru saja keluar dari kamar nya.
"Mau ke bawah bentar Bude nyari Ifa, " Jawabnya.
"Ya sudah kalo gitu bareng aja sama Bude, " Ujarnya, Icha pun mngangguk.
Mereka sampai di bawah, sudah ada keluarga inti yang berkumpul.
__ADS_1
Yaitu Mita dan keluarga nya, Nadia dan keluarga nya, Enin dan juga Bi Asih dan keluarga, juga keluarga kedua mempelai.